Haii!!
Happy new yeaaarrr!! Semoga di tahun yang baru ini, ibu2 yang lagi TTC, bisa segera punya momongan, termasuk saya! Amin yang kenceeeng!
Karena wish nya sudah nyerempet ke arah obrolan TTC, sebelum lupa banget, saya mulai cerita season ketiga deh (buat yang udah bosen baca soal TTC saya, nggak apa2 loh kalo ditinggal pergi, tapi nanti saya Dor! hehehe..baca baca!)
Setelah season dua berakhir dengan gantung (udah kayak serian barat kann) Akhirnya kami memutuskan untuk lanjut ke sisi lain (sisi suami - The Empires - red *maksa*)
Season 3 ini syutingnya sudah dimulai dari lebaran 2016. Saat memutuskan untuk menyudahi pengobatan di dr. Aria yang baik hati, kamipun teringat omongan romo yang mengatakan masalah hormon di si MT.. Kamipun berinisiatif untuk memeriksakannya ke dokter ahli masalah kesehatan pria.. Setelah tanya ke 1-2 sumber dan browsing beberapa blog dan forum, akhirnya menjelang lebaran, kami menyempatkan mengunjungi dr. Hendrawan di RS Siloam Kb Jeruk.
Dokterpun menganjurkan MT untuk melakukan test hormon (di salah satu lab terkenal di daerah kedoya) dan USG testicle di daerah Tanjung Duren (dengan seorang dokter ahli USG di daerah situ). Lab test hormon: about IDR 1 mill, and USG about 500k.. *uang ku terbaangg!*
Long story short, si MT didiagnosis oleh dokter memiliki vericocele grade 1 dan ringan (ki-ka, atau ka-ki gitu, saya lupa) Buat yang belum tau ini hewan apa..boleh loh di google dulu, atau bisa klik link ini untuk penjelasan singkatnya.. Dan dari diagnosis tersebut, dokter menyarankan untuk operasi vericocele..
Berbekal mbah google dan forum female daily, banyak yang bilang bahwa: 1) kalau vericocele tingkat 1 dan bahkan ringan, tidak butuh operasi.. 2) hasil operasi masih 50-50 bisa membaik, bisa memburuk.. Nah, takutlah kami atas semua kemungkinan yang terjadi..
Akhirnya kamipun mencari opini kedua atau bahasa gaulnya seken opinien.. browsing punya browsing, sampailah keputusan pada dokter androlog kedua.. Dr. Indra G. Mansur, yang praktek di RS Budhi Jaya (daerah Tebet).. Beliau praktek di hari kerja, after office hour.. nah, sayangnya, dari kantor saya ke budhi jaya, harus melewati yang namanya Kota Kasablanka (mol paling bikin sesak di jalan Kasablanka.. hiks.. Perjuangan banget mencapai RS ini.. Begitu sampai sana, kami dapat nomot urut 11 (oh no!). Berita baiknya dari nomor urut ini adalah: wahhh ternyata dokternya ramaii yahh..artinya banyak yang berhasil dengan dokter ini.. AMIN! Berita buruknya, setelah menunggu lama, ketemu dokter, lalala lilili, kami masih harus melanjutkan perjalanan pulang ke pinggiran kota Jakarta Timur, a.k.a ci-bu-bur!. Die die die.. *singaporean accents*
Long story short, setelah menunjukkan hasil test hormon dari lab, dan hasil USG, si dr. Indra malah melihat keanehan di hasil test hormon dan sebaliknya beliau berfikir malah vericocele grade 1 belum harus operasi.. YEAY!! Ok, lets star with Hormon test.. jadi seperti kebanyakan hasil test darah, pasti ada 3 kolom: 1) nama test, 2) hasil test dan 3) rujukan range yang seharusnya dianggap normal.. Nah, hasil test hormon di salah satu lab terkenal tersebut menunjukkan hasil test MT semua dalam range normal.. tapii... dr. Indra mengatakan itu range normal wanita! oh no! so misled! (dan setelah google2, bener ajah loh, rujukan hasil wanita dan pria harusnya berbeda)..
Intinya si dokter bilang si MT ada masalah dengan hormon (oh no! Romo Oetomo was right! - inget season 2 last eps hehe). Bukan masalah berat, tapi masalah ringan. Si dokter dengan jenaka mengungkapkan istilahnya seperti anak SD, disuruh lulus dengan hasil 9, malah lulus dengan hasil 6.. kurang lebih begitu.. Btw, dr. Indra ini sangant jenaka loh! dan talkative (in a good way yahh) dan tidak komersial... dia tidak menyarankan kami untuk melakukan test ulang di RS tersebut, tapi menggunakan semua hasil test yang sebelumnya sudah kami lakukan..
I have a good faith with this doctor!
Bersambung yahh...karena saya lelah mengetiknya, dan kecenderungan orang akan malas kalo baca sesuatu yang terlalu panjang (eh apa itu saya doank yah?? hehehe)
Buat pasutri diluar sana yang masih TTC, smangaatt!! walaupun saya juga belum berhasil, tapi saya tau, jalan Nya sudah kelihatan kok! Amin..
Ciao!
My Math teacher said "The important thing is THE PROCESS, not the result." And I believe it ever since.
Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts
Sunday, January 8, 2017
Tuesday, May 24, 2016
Novena 3 kali Salam Maria di 9 Goa Maria di Jakarta
Waahh postingannya berat bangeett!
No lah, as if you dont know me. Mana ada postingan saya yang berbobot? Haha
Walaupun postingan kali ini berbau agamis, tapi percayalah sama sekali tidak ada maksud fanatisme dibaliknya. Buat yang kenal sama saya pasti meng-iyakan hal ini. Secara yahh, ke gereja ajah bolong2, mana mungkin ada maksud famatisme haha!
Segala sesuatu hal yang saya katakan dalam posting ini hanyalah pendapat saya semata yahh.. Hihihi!
Jadi, latar belakang pelaksanaan novena ini adalah keroposnya ketebalan iman saya sejak saya merasa "tidak sempat" untuk berdoa. Sejak kapan? Sejak menikah tepatnya haha! Tuhan saya sudah kalah dengan kesibukan, kemacetan, kepenatan, kelelahan.
Padahal, kalau ditilik ke belakang, saya sudah sangat sering menggantungkan kehidupan saya di tangan Tuhan dan melalui bantuan Bunda Maria.
Pertama kali saya merasa diselamatkan melalui doa Bunda Maria adalah saat saya SMA. Dimana saya akan mengadakan pesta sweet 17, seperti kebanyakan remaja gaul SMA pada masa itu. Satu hari sebelum pesta, Jakarta dihadang banjir. Dalam pemikiran anak SMA yang dangkal dan sedang galau, akhirnya diajarkan oleh mama saya untuk rosario. Malam itu saya rosario. Rosario yg mungkin paling khusuk yg saya laksanakan selama 17 tahun hidup saya (sebelumnya setiap kali rosario pasti ngantuk atau ketawa2 sama kakak saya *sigh*).
Kedua kali saya merasakan bantuan tangan Tuhan melalui Bunda Maria, adalah saat Ujian Nasional SMA. Dari awal tahun ajaran di kelas 3, suster kepsek kami, Sr. Anthony mengajarkan novema 3 kali salam Maria. Dan kami berdoa ini terus di pagi hari sampai dengan hari ujian dan pengumuman kelulusan. Hasil ujian saya? Nggak usah ditanya, yang penting lulus! Pdhal berbekal pengetahuan ilmu alam (terutama kimia) yang sangat dangkal #anakIPAgadungan
Ketiga kali saya diberkati lagi adalah saat saya ujian akhir saat mengambil Master di Syd. Kalo ditanya, loh pas ujian akhir saat BA gimana? Waktu ujian akhir BA, saya tidak berfikir akan mahalnya uang kuliah yang ortu saya keluarkan, jadi saya ujian ajah dengab santai. Nah saat di Syd, karena saya sudah mengenal betapa susahnya mencari uang (apalagi di KAP) kebayang betapa mahalnya jika saya harus mengulang satu saja Subject disana huhu. Dan akhirnya dengan berbekal berdoa di Katedral, saya berhasil lulus dengan mulus (wihh rhyme!!) dr sana.
Keempat (banyak banget yah, iyah memang) saya kembali berdoa novena 3x salam maria menjelang hari pernikahan saya. Dan, dengan jadwal yang super padat, lokasi yang berada di wilayah macet, di hari H, semua acara suprisingly lancar tanpa ada gangguan macet. Why? Muzizat.
Nah, cukup dengan 4 muzizat besar selama hidup saya dan (buat org yg mengenal saya dari dekat pasti tau) betapa lurusnya jalan hidup saya (yg saya selalu syukuri), orang tua yang baik dan lengkap, keluarga yang utuh, pacar (yang hanya satu2nya dari dulu) yang setia yg akhirnya jadi suami, karir yang cukup baik, dan sangat banyak yg lain lagi. Sudah seharusnya saya tetap dan terusberdoa dan bersyukur.
Oleh karenanya, dan juga karena kebetulan ada libur panjang dan kebetulan bulan May (bulan Maria), akhirnya kami, saya dan MT, memutuskan untuk melaksanakan novena ini sambil keliling2 Jakarta yang saat itu sepiii.. Dan kami juga membawa harapan untuk segera memiliki momongan ( so sekalian diselipkan harapan dalam doa *ciee*)
Dan berikut ini adalah jadwal kami (kalau-kalau ada yang mau ikut).
Gereja Santo Thomas Rasul (Bojong Indah)
Gereja Santo Andreas ( Greenville)
Gereja Maria Bunda Karmel (Tomang)
Gereja Salvator (Slipi)
Gereja Kristus Raja yg punya patung bunda Maria yg paling bagus menurut saya (Pejompongan)
Tadinya mau ke gua Maria Imaculata di Univ. Atma, tapi pada hari libur gerbang Atma ditutup. Akhirnya kami lanjutkan ke Gereja St. Ignatius Loyola.
Gereja Santa Theresia (Menteng) sekalian misa Jumper
Gereja Katedral
Dan pada akhirnya homebase Gereja Maria Kusuma Karmel!
For sum up:
"God is never too busy to listen. Don't be too busy to talk to Him"
Cheers,
Saya yang masih berusaha meluangkan waktu.
Thursday, December 17, 2015
As December Passed By
Gaya banget nggak guys judulnyaaa!! Hehe
Kebiasaan di akhir tahun, semua televisi swasta pasti menayangkan kaleidoskop di tahun tersebut. Nggak mau kalah dengan teve2 suasta ntu, ane juga mao menampilkan kaleidoskop donk yee..
2015 is soooo long story for me and my new lil' family (me, my husband, harga dollar, IHSG, dan harga emas.. *apasih). mulai dari segala macam TTC dan intriks nya.. Perjalanan panjang dalam berusaha disiplin dalam berinvestasi demi masa depan yang lebih cerah.. Happy happy travelling.. Dan ditutup dengan intriks dengan notaris dan penjual rumah.. *sigh*
TTC and its problems.
2015 adalah tahun pertama kami benar2 mulai serius TTC. Setelah mendengar masukkan dari salah satu tante saya yang 6tahun 'kosong' dan akhirnya berhasil dibantu dengan dr. Yani Toegiono dan langsung punya anak lelaki 3 ekor berturut2 hehe. Akhirnya kami mulai ke dr. yani di bulan May.
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Tsaahh.. Long story short, Belum berhasil. Dan karena saya kurang cocok dengan dokternya yang selalu bersikap seperti terburu2 setiap kali konsultasi. Hal ini membuat saya dan MT nggak bisa tanya2 lebih banyak. Akhirnya kami memutuskan untuk berhenti ke dokter dan honeymoon kedua.
Tapi yah, namanya jalan2, pasti maunya jalan. Pasti nggak ada istirahatnya. Singkat cerita, masih belum berhasil.
Mulai dari excited kalo 'telat' 1-2 hari, sampai kecewa tiap kali liat hasil test pack, semua udah cerita biasa. Mulai dari nangis2 bombay sampe ketawa2 kalo liat negative haha!
Perasaan saat ditanya orang pun juga udah sangat biasa. Mulai dari risih ditanya, lama2 jadi cranky, sampai udah kebal dan biasa ajah. Haha.
Kesimpulan akhirnya, mungkin proses ups and downs dalam TTC ini adalah proses pendewasaan diri dari Tuhan, supaya nantinya bisa mendidik titipan Tuhan dengan baik dan benar. Haha!
Status sekarang: tetap usaha, sudah ganti dokter, dan so far hasilnya bagus. Nanti diceritain detail di post lain yah!!
Belajar rajin berinvestasi.
As you may know, saya sudah menikah dengan seorang berdarah Semarang dan keturunan tionghoa hehe. As you also may know, orang Semarang itu terkenal pelit2 hehe. Nah, yang belum kalian tau, mereka menyebut dirinya "pandai mengatur uang" instead of pelit. Haha!
Dan memang benar adanya, saya akui itu. Haha! MT memang nggak pernah melarang2 saya beli barang, yang biasanya dilakukan org pelit. Tapi dia menyuruh saya berfikir: perlukah barang tsb? Berapa lama barang tsb akan saya gunakan? Haha! Dia sendiri juga demikian, tapi disamping itu, kalau barang diskonan kami tetap kalap! Haha
Anyhow, di tengah taun kami berdua memutuskan untuk lebih disiplin untuk menabung dan investasi. Juga, untuk berhenti seminimal mungkin menggunakan CC. Disiplin maksudnya investasi dan nabung dulu, baru belanja. Bukan sebaliknya. Hehe. It is a good thing meeting Semarangs. Hehehe.
Trigger dari kedisiplinan baru ini adalah karena suatu hari ada seminar investasi di kantornya si MT. Intinya si "motivator investasi" ini berkata: sesuatu yg bisa dieariskan ke anak cucu adalah bisnis. Mulailah berbisnis. Tapi bisnis itu sulit untuk sebagian orang. Jadi, mulailah membeli bisnis yang sudah jalan. Salah satunya adalah saham (tapi bukan sebagai swing trader yah, lebih kearah long term investment). Jadi mulailah kita fokus di MF dan saham di tahun ini. Haha!
Status sekarang: masih usaha buat disiplin walaupun kadang nusuk2 tabungan dan investasi yg sudah ada buat belanja hehe.
New property.
Di penghujung 2015 alhamdulilah, akhirnya dapet property yg sesuai seluruh kriteria. Hehe.
Awalnya kami memang merasa tinggal di Cibubur itu ok, tapi lama2 berasa jauuuhh sekali. Dan akhirnya kami mencari2 property lain yg lebih dekat dengan Jakarta. Pilihan satu2nya adalah daerah jakarta barat. Basically karena kami berdua sama2 anak barat. Tumbuh di barat (walaupun lahir di selatan haha!) jadi daerah itu sudah sangat akrab dengan kami. Selain itu di masa mendatang kalo sudah punya anak, rumahnya juga nggak terlalu jauh dr rumah orang tua. It doesn't mean that kita akan titip anak, cuma kalau kami berdua kerja, kan at least ortu bisa "sidak" ke rumah untuk bantu2 awasin suster dan pembantu hehe.
Pertama pilih deket rumah mama (alfa yg nun macet namun nun mahal) tapi karena expectation salary increament tidak sebesar yang diharapkan (curcol boss! Haha) akhirnya diurungkan. Pertimbangan lain adalah, saat itu alfa makin macet, tidak ada kendaraan umum selain Metromini 70 yg punya track record yg sangat jelek (walaupun ttp jadi kendaraan favorite bapak saya haha!).
Akhirnya kami iseng2 cari di dekat rumah mertua saya hehe. Selain dekat (banget) disana juga ada akses KRL (10min walking) ke Sudirman! Dan di penghujung tahunpun, kami akhirnya deal untuk membeli property tsb. Yeay MT and me!!
Bermodalkan pinjaman kantor, pinjaman kiri kanan, jual investasi di harga rendah, pencairan seluruh TD, akhirmya kebeli juga rumah di Jakarta.
Status sekarang: tinggal stay survive with the new installment! haha! Hemat hemat hemat! Sukur2 dapet gaji lebih atau ada yg mau bayarin pinjaman dengan bunga lebih ringan hehe! Dan menunggu renovasi selesai, kamipun akan mencari "hari baik" untuk pindah kesana! Yeay!
Travel travel!
Yah walaupun nggak fancy, tapi 2015 itu remarkable dengan beberapa travel trips. Beberapakali ke Bandung (mostly karena kawinan orang - sama seperti tahun sebelumnya juga). Singapore, Hongkong, dan terakhir Jatim Tour. Semoga di 2016 diberikan kesehatan dan kemampuan financial untuk jalan2 lagii yeay!
And that's a wrap!
I don't have much expectation di 2016. Yang paling penting adalah lancarnya renovasi dan pindahan nanti, juga keberhasilan TTC. Amin! Selebihnya serahkan sama Yang Di Atas.
Happy new year all!
Wish u all the best in upcoming 2016!
Friday, May 29, 2015
Mempertanggungjawabkan Kesalahan
Haiii *dadah dadah lagi*
Setelah post pertama di 2015 yang sangat berbobot *cih* akhirnya saya memberanikan diri untuk bercerita lagi di post kedua di 2015 (kayaknya udah kebanyakan nulis analisa nih, periode harus jelas semua HAHA! *padahal masih berstatus analis gadungan)
Ok, post kali ini kita akan membahas akar masalah dalam kehidupan kita bersama (apasih).
Di suatu hari ketika saya dan MT lagi jalan pulang di tol dalam kota, kami melihat kejadian (yang mungkin lumrah) tapi kalo dilihat tetap mengesalkan. Jadi, di bahu jalan di pintu tol tebet, ada polantas yang sedang berjaga. Tau sendiri kan kalau banyak banget orang lewat bahu jalan di tol dalam kota. Dan begitu melihat ada polisi, langsung pada menghindar ke kanan.
Nah, kejadiannya saat itu, ada 2 mobil yang pas banget di bahu jalan. Mobil pertama berpelat jendral. Mobil kedua adalah mobil rakyat biasa. Pasti kalian sudah bisa menebak kan apa yang terjadi berikutnya? Yup betul, mobil pertama dibiarkan lewat, bahkan "disuruh" lewat oleh polisinya, karena sang polisi menggerakkan lampu tangan berwarna merah di tangannya sebagai penanda pemberi jalan. Setelah mobil pertama lewat, mobil kedua langsung disetop oleh 2 orang polisi. *sigh* Pasti kalian berfikir seperti saya, ini memang kejadian lumrah, tapi ketika melihatnya sendiri tetap saja sakit hati dan merasa ada perlakuan tidak adil. Apalagi kalau saya yang menjadi pengendara mobil kedua.
Dari kejadian itu, saya memberikan statemen seperti ini ke MT:
Kalau aku jadi si mobil kedua, aku akan berhenti nih.. Aku buka kaca separuh. Polisi kemudian akan bertanya "SIM dan STNKnya Mbak?" Aku akan berkelit sebisa mungkin menanyakan ke pak polisi kenapa mobil depan tidak ditilang, mobil saya ditilang. Dan aku akan mengeluarkan statement "Kenapa Pak? Apakarena mobil Jendral, bapak tidak berani?" Dan aku nggak akan mau memberikan SIM dan STNK apalagi sampai harus membayar tilang. Sebagai orang yang SANGAT tidak suka diperlakukan tidak adil, aku nggak akan bergeming seberapapun polisi itu akan memarahi aku.
Jawabannya MT nggak saya duga HAHA (seperti biasa). Emang dasar MT itu org palling lurus yang pernah saya lihat seumur hidup saya (cie ile promosi). Dia bilang kurang lebih begini:
In a way kamu benar. Tapi aku liat dari sisi lain. Kamu itu minta dibenarkan atas perbuatan yang salah. Dan menyeret2 orang lain (si mobil jendral) untuk diperlakukan sama. Next, kalau kamu berbuat dosa karena orang-orang lain juga berbuat dosa, bukan berarti kamu itu berbuat kebenaran. Kamu tetap berbuat dosa, kamu tetap salah. Coba bayangkan kalo nanti kamu di pintu surga (red: inget yah guys, MT ini seksi rohani selama 3 tahun di SMA, putra altar, senior THS, and any other things u named it HAHA), Tuhan akan bilang "kenapa kamu masuk bahu jalan? itu kan dosa" Kamu nggak akan bisa bilang "Mobil jendral ajah boleh masuk, kenapa saya nggak" Kamu yah harus mempertanggung jawabkan perbuatan kamu sendiri. Nggak bisa kamu berdalih "karena dia juga, saya juga"
DEG! begitu dengar jawaban si MT, saya jd merasa orang yang sangaaaaattt picik! orang yang sangaaaat kecil. OMG My husband is a 40 years old man (baca: wise man) haha!
Intinya dia berpesan ke saya bahwa saya harus bertanggung jawab atas segala perbuatan saya. Bukan karena kesalahan orang lain dibenarkan lantas saya juga ingin kesalahan saya dibenarkan.
Pesan buat teman-teman yang baca dan sudah memiliki pemikiran seperti MT: kalian hebat! saya salut sama orang-orang seperti kalian. I am lucky I'm marrying one of you :D
Pesan buat teman-teman yang baca dan memiliki pemikiran seperti saya: mulai yuk punya perspektif tanggung jawab atas perbuatan kita. Niscaya Indonesia akan punya lebih banyak lagi orang-orang yang bertanggung jawab.
Ciao guys!
Setelah post pertama di 2015 yang sangat berbobot *cih* akhirnya saya memberanikan diri untuk bercerita lagi di post kedua di 2015 (kayaknya udah kebanyakan nulis analisa nih, periode harus jelas semua HAHA! *padahal masih berstatus analis gadungan)
Ok, post kali ini kita akan membahas akar masalah dalam kehidupan kita bersama (apasih).
Di suatu hari ketika saya dan MT lagi jalan pulang di tol dalam kota, kami melihat kejadian (yang mungkin lumrah) tapi kalo dilihat tetap mengesalkan. Jadi, di bahu jalan di pintu tol tebet, ada polantas yang sedang berjaga. Tau sendiri kan kalau banyak banget orang lewat bahu jalan di tol dalam kota. Dan begitu melihat ada polisi, langsung pada menghindar ke kanan.
Nah, kejadiannya saat itu, ada 2 mobil yang pas banget di bahu jalan. Mobil pertama berpelat jendral. Mobil kedua adalah mobil rakyat biasa. Pasti kalian sudah bisa menebak kan apa yang terjadi berikutnya? Yup betul, mobil pertama dibiarkan lewat, bahkan "disuruh" lewat oleh polisinya, karena sang polisi menggerakkan lampu tangan berwarna merah di tangannya sebagai penanda pemberi jalan. Setelah mobil pertama lewat, mobil kedua langsung disetop oleh 2 orang polisi. *sigh* Pasti kalian berfikir seperti saya, ini memang kejadian lumrah, tapi ketika melihatnya sendiri tetap saja sakit hati dan merasa ada perlakuan tidak adil. Apalagi kalau saya yang menjadi pengendara mobil kedua.
Dari kejadian itu, saya memberikan statemen seperti ini ke MT:
Kalau aku jadi si mobil kedua, aku akan berhenti nih.. Aku buka kaca separuh. Polisi kemudian akan bertanya "SIM dan STNKnya Mbak?" Aku akan berkelit sebisa mungkin menanyakan ke pak polisi kenapa mobil depan tidak ditilang, mobil saya ditilang. Dan aku akan mengeluarkan statement "Kenapa Pak? Apakarena mobil Jendral, bapak tidak berani?" Dan aku nggak akan mau memberikan SIM dan STNK apalagi sampai harus membayar tilang. Sebagai orang yang SANGAT tidak suka diperlakukan tidak adil, aku nggak akan bergeming seberapapun polisi itu akan memarahi aku.
Jawabannya MT nggak saya duga HAHA (seperti biasa). Emang dasar MT itu org palling lurus yang pernah saya lihat seumur hidup saya (cie ile promosi). Dia bilang kurang lebih begini:
In a way kamu benar. Tapi aku liat dari sisi lain. Kamu itu minta dibenarkan atas perbuatan yang salah. Dan menyeret2 orang lain (si mobil jendral) untuk diperlakukan sama. Next, kalau kamu berbuat dosa karena orang-orang lain juga berbuat dosa, bukan berarti kamu itu berbuat kebenaran. Kamu tetap berbuat dosa, kamu tetap salah. Coba bayangkan kalo nanti kamu di pintu surga (red: inget yah guys, MT ini seksi rohani selama 3 tahun di SMA, putra altar, senior THS, and any other things u named it HAHA), Tuhan akan bilang "kenapa kamu masuk bahu jalan? itu kan dosa" Kamu nggak akan bisa bilang "Mobil jendral ajah boleh masuk, kenapa saya nggak" Kamu yah harus mempertanggung jawabkan perbuatan kamu sendiri. Nggak bisa kamu berdalih "karena dia juga, saya juga"
DEG! begitu dengar jawaban si MT, saya jd merasa orang yang sangaaaaattt picik! orang yang sangaaaat kecil. OMG My husband is a 40 years old man (baca: wise man) haha!
Intinya dia berpesan ke saya bahwa saya harus bertanggung jawab atas segala perbuatan saya. Bukan karena kesalahan orang lain dibenarkan lantas saya juga ingin kesalahan saya dibenarkan.
Pesan buat teman-teman yang baca dan sudah memiliki pemikiran seperti MT: kalian hebat! saya salut sama orang-orang seperti kalian. I am lucky I'm marrying one of you :D
Pesan buat teman-teman yang baca dan memiliki pemikiran seperti saya: mulai yuk punya perspektif tanggung jawab atas perbuatan kita. Niscaya Indonesia akan punya lebih banyak lagi orang-orang yang bertanggung jawab.
Ciao guys!
Tuesday, September 30, 2014
Celebrating a month together :)
Halo2 semuaa!!
*dadah-dadah nggak penting sambil cengar cengir*
Hari ini saya wasap papa saya di rumah, dan dia bilang udah seperti kakek2 kesepian bengong di rumah. huhu. Sedih deh dengernya. Dalam waktu satu minggu dia ditinggal sama: anaknya yang paling cuanteekk (karena menikah dan dibawa kabur sama MT ke Cibubur) dan sama cucu nya (keponakan saya) yang paling lucuuukkk balik ke Singapore. Sekarang kesibukan sang kakek cuman kerja di Senin, Rabu dan Jumat. Sisanya yah di rumah sambil memantau saham. I wish I have that life: kerja cuman 3 hari seminggu dan tetap dapat pendapatan tetap. Tapi tidak demikian yang dirasakan papa saya. haha. Untungnya minggu ini dan minggu depan kami (saya dan MT) akan menginap (lagi) disana! hehe. Sambil bawa sebakul cucian yang siap gosok (biar digosokin sama si Mbak) dan kotak-kotak makan kosong untuk menampung makanan beku dari rumah mama. hehe!
Anyhow, hari ini tepat 1 bulan saya menikah! yey yey yey!
Rasanya? Wah tidak bisa diungkapkan dengan kata2 (lebay banget) haha.
Mari saya telaah satu2.
CAPEK.
Karena kami sekarang pindah ke pinggir kota (di bumi perkemahan-red), trus tiap hari dari rumah ke Sudirman berangkat harus pk 5.30 dan pulang lagi ke rumah kalau sedang beruntung bisa pk 8.00 PM. Kalau sedang tidak beruntung yah paling lama jam 9.00. Dengan asumsi berangkat dari WTC jam 6.45-7.00 PM. hehe.
Kegiatan kami selama weekdays kini sudah berpola. Polanya:
Bangun. Saya mandi, kemudian menyiapkan bekal untuk sarapan dan makan siang saya dan MT. MT mandi dan siap2in mobil sambil masuk2in barang. Berangkat ke kantor. Tiba di kantor, tidur di mobil selama kurleb 30 min. Masuk kantor. Pulang kantor. Sampai rumah: MT cuci kotak2 makan, ngepel atau nyuci baju (selalu selang seling); Saya masak dan mencuci piring setelah masak. Siapkan bekal untuk besok pagi dan masukin kulkas. Kemudian mandi dan tidur. Berulang lagi ke kegiatan pagi. dan seterusnya. :D
Kalau orang bertanya: ngapain sih masak? Jawabannya simple: HEMAT. hehe. Masak memang jauh lebih hemat daripada makan di luar. Jadi walaupun capek, tetap kami lakukan itu memasak. Tapi kadang kami juga suka laper mata untuk makan malam di luar. hehe.
TERHARU.
Kenapa terharu? Karena saya merasa tidak salah pilih menjadikan MT suami saya. Haha! (Oke, siap-siap pembaca, kalimat2 berikutnya akan sangat cheesy). MT itu so sweet banget!! Pernah suatu malam karena saking capeknya, saya nangis bombay. haha! Nggak tau kenapa itu air mata keluar ajah gitu. Si MT sampe kaget dan takut kalau2 dia yang salah. haha! Akhirnya besoknya, dia yang melakukan semua. s e m u a. rutinitas malam. Saya cuman disuruh mandi dan lgs tidur. :) Banyak lagi hal-hal kecil yang dia lakukan dan membuat saya terharu. haha! Ini adalagi cerita cheesy. Jadi di minggu siang, tugas saya menggosok. menggosok setumpuk puk puk baju seminggu. Bayangkan! dan FYI kami selalu mengganti baju setiap hari. kalau 2 pasang baju sehari, artinya ada 28 pasang baju yang harus digosok. Belum lagi perintilan seperti serbet, daleman, handuk. Ok, intinya siang2 itu saya capek luar biasa. mau tidur siang dl 30 min dan lanjut menggosok. Akhirnya saya ketiduran 2 jam! haha! dan bangun2 ngeliat si MT lagi lanjutin menggosok dan sudah menyelesaikan setengah lebih gosokan. haha! uuuu Yes girls, that's my husband. :D
Ok, selesai posting cheesy nya.
KESEL.
Terlepas dari super-sweet-nya si MT, ada juga hal-hal kecil yang bikin saya kesal. Salah satunya, si MT ini sangat prepare. s a n g a t. Kalo istilah dari kokonya, dia ini sangat "by the book" tapi kadang bikin kesel. hehe. Misalnya: kalo pulang nggak pernah mau jalan di bahu jalan yang bisa menghemat waktu barang 10 menit lebih cepat sampai rumah. Trus pernah dia keukeuh di hypermart untuk beli tambahan sabun cuci piring, padahal masih ada setengah botol di rumah, katanya nggak cukup setengah botol untuk 1 minggu. Kadang saya curiga sama dia, kayaknya dia minum sabun 1 teguk setelah cuci piring sampai sabunnya cepat banget habis. Satu lagi, ini orang sumpah tingkat ke-higienis-an nya tinggi sekali. Mau makan, pakai antis. Mau garuk2 kuping, pakai antis. Mau korek gigi, pakai antis. Bayangkan berapa banyak antis dia pakai dalam sebulan! hehe. (Semoga MT nggak marah baca possting ini).
SENANG
Above all, saya senang. Saya senang karena MT itu paket complete! Pake telor. (Oke, warning: berikut ini kata-kata cheesy lagi) Dia menikahi saya dengan menyiapkan rumah kecil yang walau jauh dari kantor, tapi dia cicil sendiri pakai gaji sendiri. Walaupun suka bersikap kaku (by the book) tapi dia nggak pernah marah2 dan nggak pernah capek untuk bilangin saya yang lebih "bandel" dari dia. Dia itu hampir selalu luluh kalau saya minta sesuatu dengan merengek hehe. Semoga tidak hanya di bulan pertama, tapi semoga kami akan terus begitu hehe. AMIN!
Kata orang, kalau memang pacaran dengan orang yang tepat, nantinya setelah menikah, kita tidak akan merasa banyak perubaha. Menurut saya, mereka salah. Kalau meikahi orang yang tepat, nantinya setelah menika, mereka akan cepat beradaptasi bersama. Karena setiap orang pasti akan merasakan peubahan. Namanya juga menikah: pindah rumah, berbagi rumah, berbagi tempat tidur, berbagi capek, dan lain lain. So, bukan "bagaimana memilih orang" yang perlu diperhatikan dalam pernikahan, tetapi "bagaimana kita bisa beradaptasi dengan orang yang kita pilih" (berat banget bahasa saya. macam sudah menikah puluhan tahun ajah).
Yah begitulah perasaan newly wed baru satu bulan. Masih banyak malam-malam menangis, malam-malam tertawa dan bercanda, hari-hari berat, hari-hari senang di depan mata. Semoga kami bisa menjalaninya terus bergandengan tangan. AMIN! :D
Resolusi in the next month: Lebih enjoy menjalani sehari-hari: Jakarta- Cibubur! :)
Ciao!
*dadah-dadah nggak penting sambil cengar cengir*
Hari ini saya wasap papa saya di rumah, dan dia bilang udah seperti kakek2 kesepian bengong di rumah. huhu. Sedih deh dengernya. Dalam waktu satu minggu dia ditinggal sama: anaknya yang paling cuanteekk (karena menikah dan dibawa kabur sama MT ke Cibubur) dan sama cucu nya (keponakan saya) yang paling lucuuukkk balik ke Singapore. Sekarang kesibukan sang kakek cuman kerja di Senin, Rabu dan Jumat. Sisanya yah di rumah sambil memantau saham. I wish I have that life: kerja cuman 3 hari seminggu dan tetap dapat pendapatan tetap. Tapi tidak demikian yang dirasakan papa saya. haha. Untungnya minggu ini dan minggu depan kami (saya dan MT) akan menginap (lagi) disana! hehe. Sambil bawa sebakul cucian yang siap gosok (biar digosokin sama si Mbak) dan kotak-kotak makan kosong untuk menampung makanan beku dari rumah mama. hehe!
Anyhow, hari ini tepat 1 bulan saya menikah! yey yey yey!
Rasanya? Wah tidak bisa diungkapkan dengan kata2 (lebay banget) haha.
Mari saya telaah satu2.
CAPEK.
Karena kami sekarang pindah ke pinggir kota (di bumi perkemahan-red), trus tiap hari dari rumah ke Sudirman berangkat harus pk 5.30 dan pulang lagi ke rumah kalau sedang beruntung bisa pk 8.00 PM. Kalau sedang tidak beruntung yah paling lama jam 9.00. Dengan asumsi berangkat dari WTC jam 6.45-7.00 PM. hehe.
Kegiatan kami selama weekdays kini sudah berpola. Polanya:
Bangun. Saya mandi, kemudian menyiapkan bekal untuk sarapan dan makan siang saya dan MT. MT mandi dan siap2in mobil sambil masuk2in barang. Berangkat ke kantor. Tiba di kantor, tidur di mobil selama kurleb 30 min. Masuk kantor. Pulang kantor. Sampai rumah: MT cuci kotak2 makan, ngepel atau nyuci baju (selalu selang seling); Saya masak dan mencuci piring setelah masak. Siapkan bekal untuk besok pagi dan masukin kulkas. Kemudian mandi dan tidur. Berulang lagi ke kegiatan pagi. dan seterusnya. :D
Kalau orang bertanya: ngapain sih masak? Jawabannya simple: HEMAT. hehe. Masak memang jauh lebih hemat daripada makan di luar. Jadi walaupun capek, tetap kami lakukan itu memasak. Tapi kadang kami juga suka laper mata untuk makan malam di luar. hehe.
TERHARU.
Kenapa terharu? Karena saya merasa tidak salah pilih menjadikan MT suami saya. Haha! (Oke, siap-siap pembaca, kalimat2 berikutnya akan sangat cheesy). MT itu so sweet banget!! Pernah suatu malam karena saking capeknya, saya nangis bombay. haha! Nggak tau kenapa itu air mata keluar ajah gitu. Si MT sampe kaget dan takut kalau2 dia yang salah. haha! Akhirnya besoknya, dia yang melakukan semua. s e m u a. rutinitas malam. Saya cuman disuruh mandi dan lgs tidur. :) Banyak lagi hal-hal kecil yang dia lakukan dan membuat saya terharu. haha! Ini adalagi cerita cheesy. Jadi di minggu siang, tugas saya menggosok. menggosok setumpuk puk puk baju seminggu. Bayangkan! dan FYI kami selalu mengganti baju setiap hari. kalau 2 pasang baju sehari, artinya ada 28 pasang baju yang harus digosok. Belum lagi perintilan seperti serbet, daleman, handuk. Ok, intinya siang2 itu saya capek luar biasa. mau tidur siang dl 30 min dan lanjut menggosok. Akhirnya saya ketiduran 2 jam! haha! dan bangun2 ngeliat si MT lagi lanjutin menggosok dan sudah menyelesaikan setengah lebih gosokan. haha! uuuu Yes girls, that's my husband. :D
Ok, selesai posting cheesy nya.
KESEL.
Terlepas dari super-sweet-nya si MT, ada juga hal-hal kecil yang bikin saya kesal. Salah satunya, si MT ini sangat prepare. s a n g a t. Kalo istilah dari kokonya, dia ini sangat "by the book" tapi kadang bikin kesel. hehe. Misalnya: kalo pulang nggak pernah mau jalan di bahu jalan yang bisa menghemat waktu barang 10 menit lebih cepat sampai rumah. Trus pernah dia keukeuh di hypermart untuk beli tambahan sabun cuci piring, padahal masih ada setengah botol di rumah, katanya nggak cukup setengah botol untuk 1 minggu. Kadang saya curiga sama dia, kayaknya dia minum sabun 1 teguk setelah cuci piring sampai sabunnya cepat banget habis. Satu lagi, ini orang sumpah tingkat ke-higienis-an nya tinggi sekali. Mau makan, pakai antis. Mau garuk2 kuping, pakai antis. Mau korek gigi, pakai antis. Bayangkan berapa banyak antis dia pakai dalam sebulan! hehe. (Semoga MT nggak marah baca possting ini).
SENANG
Above all, saya senang. Saya senang karena MT itu paket complete! Pake telor. (Oke, warning: berikut ini kata-kata cheesy lagi) Dia menikahi saya dengan menyiapkan rumah kecil yang walau jauh dari kantor, tapi dia cicil sendiri pakai gaji sendiri. Walaupun suka bersikap kaku (by the book) tapi dia nggak pernah marah2 dan nggak pernah capek untuk bilangin saya yang lebih "bandel" dari dia. Dia itu hampir selalu luluh kalau saya minta sesuatu dengan merengek hehe. Semoga tidak hanya di bulan pertama, tapi semoga kami akan terus begitu hehe. AMIN!
Kata orang, kalau memang pacaran dengan orang yang tepat, nantinya setelah menikah, kita tidak akan merasa banyak perubaha. Menurut saya, mereka salah. Kalau meikahi orang yang tepat, nantinya setelah menika, mereka akan cepat beradaptasi bersama. Karena setiap orang pasti akan merasakan peubahan. Namanya juga menikah: pindah rumah, berbagi rumah, berbagi tempat tidur, berbagi capek, dan lain lain. So, bukan "bagaimana memilih orang" yang perlu diperhatikan dalam pernikahan, tetapi "bagaimana kita bisa beradaptasi dengan orang yang kita pilih" (berat banget bahasa saya. macam sudah menikah puluhan tahun ajah).
Yah begitulah perasaan newly wed baru satu bulan. Masih banyak malam-malam menangis, malam-malam tertawa dan bercanda, hari-hari berat, hari-hari senang di depan mata. Semoga kami bisa menjalaninya terus bergandengan tangan. AMIN! :D
Resolusi in the next month: Lebih enjoy menjalani sehari-hari: Jakarta- Cibubur! :)
Ciao!
Tuesday, September 16, 2014
The Wedding of Anto & Windy
Tuh kan bener, akhirnya nggak tiap malam nulis blog haha! Yah harap maklum yah kan pengantin baru..hush! Jangan piktor dl! Maksudnya kita masih harus beberes rumah dulu pulang kerjaa (hiks, I miss my 'mbak' so damn much!)
Akhirnya MT mengeliminasi groomsmen nya berdasarkan ukuran tubuh haha! 2 org GM terbesar yg terpilih u/ gendong dia *devil* haha!
Hari Senin kemarin adalah hari pertama masup kerjaaa! Yeeyy yeeyy (sok semangat padahal malas). Topik setiap orang yang gw temui di kantor, kurang lebih begini: Kalau org tsb pria paruh baya, pasti nanya nya: gimana udah ngerasain belum bedanya menikah sama single? Nah kalau ibu2 rata2 lebih fulgar: gimana, sudah berhasil? #eaaa
Ok next, saya nggak mau berlama2 di topik itu haha. Posting kali ini saya mau cerita tentang runtutan cerita di hari H. Karena sampai sekarang saya masih nggak henti2nya amazed sama perbuatan Tuhan di hari H kami, makanya saya masih excited untuk cerita super detail hehe.
Foto dulu yah biar nggak bosen baca posting ini hehe:
Ini prosesi masup di resepsi. Saya sudah sumringah tp MT pasti masih stress ngapalin speech nya hihi! (Courtesy by Ci Lea on her facebook)
Ok, dimulai dari malam sebelumnya. Jumat sore sekitar pk 14.00 saya diantar papa ke Grand Tropic, tempat saya numpang rebahan (bukan tidur, karena jam 1 pagi sudah harus bangun) bersama para dayang2 saya hehe. Di rumah, ada kejadian yang sukses bikin saya nangis bombai kesel sm keadaan; yaitu: mobil yang akan digunakan u/ mengantar saya yang sedang dinyalakan sama papa, dengan pintu dibuka. Lalu si keponakan saya yang sangat lucu itu menutup pintu dan sukses terkunci dengan keadaan menyala. Haha! Setelah sekitar 15 min mencari2 kunci cadangan, akhirnya ketemu dan saya bisa diantar ke Grand Tropic.
Nggak lama saya di GT dan ditinggal pulang sama papa, tiba2 kok rasanya mellow. Kayak pertama kali ditinggal ngekos di Bandung sendirian. :( Tapi nggak lama salah satu dayang, merangkap decorator kamar pengantin saya datang! :D dilanjutkan dengan melihat dia dan 2 assistant nya mendekor kamar pengantin saya. Hasilnya (wala! Puas!)
Agak gelap fotonya karena pengaruh pencahayaan kamar. Tapi hasilnya bagus sesuai permintaan :) (courtesy photo by Anto, yang akhirnya nggak jd tidur di situ karena sayang sama bunga nya haha!)
PS: buat pembaca yang mau tau contact floristnya, follow her IG @briellesflower for detail :)
Malam itu, si MT telepon sya bilang dasi hitamnya, yang harusnya dipakai besok, RAIB! Hiks hiks. Tapi setelah sekitar 30' dia cari2 ternyata ketemu. Grrr! Bikin senewen ajah sumpah!
Next, akhirnya datang BM yang lain dan kami menghabiskan malam dengan ngobrols dan kutekan :D Akhirnya jam 10an lebih saya memaksakan kepala ini untuk tidur. Dan yah baru berasa beberapa menit tidur eh sudah dibangunin sama salah satu BM saya yang ternyata mereka sudah bangun!! *amazed! Padahal setiap saya nginep2, saya berasa selalu bangun duluan lho! Hehe peace!*
Nggak lama setelah kami bangun, Wilson dari Best WO telepon dengan suara yang masih suara bantal haha! We won! Nggak lama kemudian mama saya jemput dengan mobil sewaan dan supir dan kami menuju Ivory Bridal. Di jalan kami sempat di stop polisi kena razia haha! Razia orang mabok pulang dugem. Beruntung yang duduk di depan adalah mama yang dari muka sudah ketauan ibu2, yang kalau dugempun pasti dugem yang bertanggung jawab (apasih!) haha. Akhirnya, jam 2.40 pagi kami semua sudah duduk manis di Bridal untuk di make up. Disusul MT dan mertua saya datang. Karena make up groom sebentar saja, maka MT melanjutkan bobo manis nya di bridal sambil nunggu waktu make up! Dem, enak bgt jd cowo!
Pagi itu, saya masih seperti setengah mimpi. Bener nih tgl 30? Bener nih hr ini saya married? Hehe
Sekitar jam 4 datanglah cameraman dr Imperial, dan mulai jeprat jepret kiri kanan. Nggak lama kemudian, datang juga pengantin berikutnya, dengan cameraman nya juga. Kebayang nggak sih banyak banget org yg di make up hari itu dengan banyak bgt camera man disana. Kalau saya hitung 2 pengantin, 2 mama, 4 BM (punya saya semua), dan 8 cameraman. Belum lagi orang2 bridalnya. Untung nggak bikin saya stress pagi itu. Saya sih udh berjanji sama diri saya dan MT untuk nggak uring2an dan mencoba untuk tenang walaupun schedule nya padat bgt. Dan lokasi2 tempat yang ujung ke ujung.
Intermezzo dulu, lokasi bridal saya di Mangga Besar. lokasi gereja u/ pemberkatan di Kemanggisan. Lokasi resepsi di Pancoran. Mangga besar dan pancoran di hari Sabtu. Kebayang kan betapa takutnya saya kalau sampai acaranya molor karena macet? Well, makanya akhirnya make up di majuin sampai jam 2.30!! *horror*
Selesai di make up, si MT, mami mertua, dan 2 org cameraman duluan jalan ke Grand Tropic untuk memulai shooting pasang2 jas. Di sana mereka sudah di tunggu oleh groomsmen yang juga datang ontime! (Special thanks to our groomsmen: Winwin, Celo, Einstein, & Asung).
Selesai saya, mama, dan 4 BM di make up, mobil pengantin sudah nongkrong manis di depan bridal. Kami pun berangkat menuju Grand Tropic.
Sampai disana kami langsung digiring di kamar terpisah sama MT untuk shooting. Selesai shooting, MT lalu menjemput saya, tapi dikasih scenario untuk ditanya2 dl sama para BM. Aturan mainnya, MT tidak boleh berjalan kaki menuju kamar saya. Dan saya memberi dia 4 pertanyaan. Satu pertanyaan berharga 1 groomsman untuk menggendong dia. In the end MT menjawab 2 doank yg bener. Zzzz
Dua pertanyaan yang nggak berhasil dijawab itu..
Pertanyaan 1: Windy pernah didenda polisi 2x krn terobos 3in1, berapa dendanya?
Ini saya sudah seriiing ceriitaa eeehh masih salah jugaaa!
Pertanyaan 2: Lagu bryan adams kesukaan Windy yang dilarang sm MT untuk dinyanyikan di resepsi?
Ini, dia yang larang, dia yang lupa judulnyaaa zzzz
Setelah kelar shooting2 di Grand Tropic, ternyata, katanya masih stg 9! (Katanya, karena saya nggak pakai jam tangan). Next stop: Gereja MBK. Padahal perkiraan kita, kita akan mepet bgt jalan ke MBK, tp ternyata tidak :)
Di MBK sempat ada insiden mobil pengantin mau nggak mau harus mundur. Walhasil, kami harus keluar dl dari mobil waktu mobilnya mundur huhu.
Saat udah di gerejapun, perasaan saya itu masih nggak bergeming. Masih ky mimpi gt, mikir: ini bener nih tgl 30 aug? Bener nih gw yang married, bukan misa nya org lain kan haha! Walhasil, karena masih antara sadar dan nggak sadar, saya GELAGAPAN waktu baca janji nikah zzz Untungnya Tuhan berkehendak lain. Mike di kapel MBK hari itu entah kenapa putus2 suaranya. Jadi gelagapan saya tidak didengar oleh umat! Hihiyy!! Dan, untuk kepentingan video same day edit, karena mike nya putus2, harus kami dubbing ulang setelah misa. So, save by the mike 😁!
Btw, ada yang berbeda di prosesi gereja pernikahan kami dengan kebanyakan prosesi pernikahan di gereja katolik hehe. Kali ini MT masuk dan jalan duluan, dan saya jalan bersama papa saya (yes, I am daddy's lil' girl!!). Dan prosesi ini dibolehkan sm romo hehe!
Tidak disangka2 pula acara gereja berakhir jam 11 (dari perkiraan awal jam 11.30). Jadi untung sekali, karena umat yang datang banyak, bisa disalamin satu2, dan bisa foto2 dulu 😁 akhirnya capil juga tidak tergesa2. Akhirnya kami resmi menjadi suami istri di hadapan Tuhan dan Negara 😁😁
Acara ditutup dengan kepas baloons!
Ini foto teaser nya dulu, karena foto nya belim jadi hehe (courtesy by my new sister in law, Ci Nana )
Insiden gereja berikutnya adalah: makanan habis! 😁😁 saya senang sekali banyak teman2 dan kerabat yang datang ke gereja, karena bagi saya sendiri acara pernikahan paling sakral adalah di gereja, bukan di resepsi. Makanya saya senang sekali banyak yang datang ke gereja 😊. Untuk itu, kami sudah menyiapkan lumayan banyak nasi kotak, sejumlah kapasitas kapelnya. Tapi toh tetap saja kurang hihi, maap yah para tamu undangan, yang merasa tidak nyaman karena hal ini. 😁
Setelah gereja, kami buru2 ke bridal lagi. Selama perjalanan di mobil pengantin, akhirnya saya bisa foto2 sama MT setelah resmi hehe
Bouquet nya bagus yah! Ini done perfectly by one of my BM too, Tessa! (Courtesy by Tessa, using my phone hihi)
PS: florist u/ hand bouquet dan lain2 bisa diliat di IG nya: @blomstreflowers yaa! 😊
Di perjalanan ke bridal, sumpah saya sangat sangat sangat pegel pakai baju super berat yang tulangnya banyak itu. Baju itu memaksa punggung saya untuk tetap tegak dan tidak bisa beristirahat. Gak jelas deh pokoknya. Sampai akhirnya saya ketiduran di mobil dan tau-tau sudah sampai!
Retouch, retouch dan retouch!
Sumpah, ivory hari itu ramai sekali. Dia ada 2 pengantin beserta keluarga2nya. Sampai2 saya pusing. Tapi nggak masalah, yang penting setelah tuker baju pakai kimono, kita bisa happy-selfie lagi 😁
Selesai retouch, sayapun mempersiapkan kembali punggung saya untuk disiksa oleh si baju pengantin itu. Dan kami berangkat ke Smesco! 😁
Perjalananpun diluar dugaan! Lancar! Kami sudah sampai smesco jam 4 sore.
Ada lagi insiden yaitu baju kemeja tux nya si MT ketinggalan di Grabd Tropic! Great! Untung ajah semuanya maju dr jadwal, jadinya para BM bisa sempet mampir dl ke GT dan balik lg ke smesco. Terima kasih teman temin!
Acara selanjutnya adalah GR dan tea pai. Kami dapat banyak angpao!! Yeay yeay yeay! (Banyak: mengacu pada frequency yah haha).
Finally, sambil nunggu2 soft openning, kita kembali foto2 doonk hehe
This is the happiest boy that day as he was surrounded by 5 beautiful ladies hehe He really was happy! (Courtesy foto by my sister inlaw, aurel)
Akhirnya resepsi dimulai! 😊 saya sangat excited but udah nggak deg2an. Yang saya pikirkan hanya, hey everybody will look at us! Smile! Smile! Smileee!! 😁 (sampe kering)
Kayaknya resepsi nggak banyak yang bisa diceritain, prosesinya sama seperti kebanyakn resepsi pernikahan lainnya.
Sebelum hari itu, saya pernah diceritain sama salah satu teman saya (nggak perlu disebut yah namanya hehe) kalau wedding kiss dia jelek karena terkesan cewenya yang maju duluan. Haha! Dan karena itu, saya bilang ke MT, pokoknya saya nggak mau wedding kiss. Eh tapi ternyata dipaksa sama cam-man. Akhirnya jadinya begini:
Saya mundur mundur mundur, biar nggak terkesan saya yg narik duluan hehe *gak penting amat yah* (courtesy foto by Noviana with her phone)
Banyak banget hal yang saya syukuri waktu resepsi:
Pertama, dekorasi saya diupgrade tanpa harus tambah biaya! Hihi karena menyesuaikan dekorasi yang pesta di siang hari.
Kedua, MC saya tetiba sakit tenggorokan di hari itu. Tapi penggantinya juga bagus bgt bawain acaranya 😁
Ketiga, saat GR, MT sangat grogi sampe terbata2 menyampaikan speech. Tapi waktu resepsi, surpirsingly cool. Hihi
Keempat, semuanya berjalan tepat waktu!
Akhirnya, saya sangat enjoy jadi tuan rumah resepsi hari itu, sampai tak terasa sudah selesai acaranya. Bener2 nggak berasa lho! Sampe Wilson, WO saya, bilang kalau dr pihak gedung sudah selesai pemakaian ruangannya. Huhu. Padahal itu masih in the middle of photo session! Huhu.
PS: I thank you, once again, to all my besties. You have completed mu happiness, especially that day when I wore that beautiful (yet painful) white dress 😊
After party.
Jelas nggak ada acara after party! Haha capeeekkkk. Setelah semua tamu pada pulang. Kami dan keluarga masih sempet foto2 lho! Walaupun udh dengan muka lelah haha!
(Courtesy foto by Ci Nana and her phone)
Kurang lebih jam 12 malam saya dan MT sampai lg di GT. Akhirnya selesai! Acara yang kami berdua siapkan dari satu tahun yang lalu. Acara yang menguras deposito dan tabungan-tabungan kami. Acara yang kami nanti-nantikan sejak setahun lebih. Selesai juga. Welcome my new story of life. 😊
Special thanks to:
Tuhan YME, tanpa Dia, semua pasti tidak seindah ini (maap kan kami kalau blm sempat misa di gereja lagi setelah acara ini huhu)
MT, my husband. I promise not to call you hubby as it is too mainstream haha! Thank you for being part of my life.
Our lovely big families. Lisantoso, Sulistyo, Iswanda and Marzuki 😁
Our special bridesmaids ( Tessa, Carissa, Gete dan Gita) and our handsome groomsmen ( Winwin, Eistein, Marcelo, and Aditya)
And all families, friends, vendors, which we cannont mention one by one. T.H.A.N.K. Y.O.U
PS: kalau disuruh sekali lagi mengulang tanggal 30 august 2014, saya mau lho! Regardless semua rasa capeknya! 😁 Jadi nggak sabar menunggu foto-fotonya dikirim!! 😁😁
Ciao!
Thursday, September 11, 2014
Ten days before D day
Hallo Hai!! *dadah dadah dengan semangat ke pemirsa!*
Kalian pasti kangen yah sama blog saya (kaya banyak ajah peminatnya). Maapkan saya yahh.. karena saya supersok sibuk 2 bulanan terakhir inii :( Apalagi kalo bukan karena urusan merit! :)
Iyah saya sudah menikah lhoo! walaupun di KTP saya statusnya masih single (info nggak penting) hehe. Jadi persiapan jungkir balik selama setahun, baik mental, financial, maupun fisik, akhirnya wedding MT dan saya bisa terlaksana dengan cukup sukses di tanggal 30 August kemarin. AMIN! Kami berdua nggak henti2nya mengucapkan syukur kepada Tuhan, dan terimakasih sebesar2nya kepada seluruh keluarga, kerabat, dan teman yang turut membantu dan berpartisipasi dalam acara kemarin. :)
Anyhow.
After 30 August, kesibukan should be over. Ternyata tidak. Banyak banget hal-hal lain yang masih harus diurusin: pindah rumah, ngitung angpao (penting banget ini!!), ngitung tanggalan buat KBA (ooopps too much info hehe), dan pastinya meng-update cerita di blog supper happening ini! (again,SOK happening hehe).
Banyak banget deh yang saya mau ceritain. But satu2 yah hehe. Mulai hari ini saya akan tulis disini tiap malam deh (janji palsu nih kayaknya).
Here we go.
Pertama saya mau cerita kejadian 10 hari sebelum hari H, ttg doa syukur yang diadakan tanggal 20 August 2014 di rumah orang tua saya. Doa syukur ini di sponsori oleh Bapak Ketua Lingkungan (dan ibu) Alfonsus III yang a.k.a adalah orang tua saya sendiri hehe. Seminggu sebelumnya si mama udah mondar mandir bilang "jangan lupa tanggl 20 dirumah yah, MT" saya sih udah bisa-bisa ajah pulang tenggo. Tapi ternyata di hari H si MT ada kerjaan yang harus diselesaikan, walhasil dia harus lembur sampai jam 7 (iyah, sekarang pulang jam 7 itu lembur lho, nggak seperti dulu, ketika kita masih di KAP hahaha!). Ok, then MT dateng telat, tepatnya setelah acara selesai haha!. Akhirnya kami didoain sama pembawa renungan, Pak Hanjaya, di akhir acara.
Renungan yang dibawa oleh Pak Hanjaya malam itu, menurut saya sih bagus banget. Si Om ini memberikan perumpaan yang masuk akal. Salah satunya menikah itu seharusnya bekerja seperti "gunting". Karena gunting itu terdiri dari 2 mata pisau yang saling membantu dan bekerja bersama, makanya disebut gunting. Kalau salah satu mata pisau bekerja sendiri namanya bukan gunting, tapi cutter. Next, 2 mata pisau ini selalu bekerja bersama. kalau kita menggunting kertas, mata pisau yang atas selalu bergerak ke bawah, dan mata pisau bawah selalu bergerak ke atas. Tidak pernah ada yang diam saja tenang2 nungguin mata pisau yang lain. Begitulah harusnya sepasang suami dan istri. Next, dua mata pisau ini dipaku menjadi satu di tengah2 nya. Paku ini adalah Cinta Kasih. Kalau tidak ada cinta kasih, maka kedua pribadi yang berbeda tidak dapat dijadikan satu menjadi sepasang suami dan istri. Tuh! Bagus kan perumpaannya si Om Hanjaya ini :D
Berikutnya dia cerita soal menaklukan suami yang galak. hehe. Dia pakai cerita berikut ini:
Suatu ketika, ada seorang istri di negara India yang memiliki suami sangat galak. Akhirnya dia pergi ke "orang pintar" untuk meminta jurus supaya suaminya mati saja. si orang pintar ini berkata: kamu mau suami kamu mati, atau mau suami kamu nurut sama kamu? Akhirnya si istri bilang, iyah saya mau suami saya nurut sama saya. Si orang pintar menyarankan si istri untuk membawakan 3 helai kumis harimau yang masih hidup.
Sepulang kerumah, si istri berpikir keras, bagaimana bisa dia mengambil kumis harimau? Akhirnya setiap hari dia membeli 2 kilo daging sapi segar untuk diberikan kepada harimau di hutan. Sehari 2 kilo dan semakin hari si istri semakin berani mendekati si harimau. Suatu hari, waktu harimau nya makan kenyang dan tertidur, sang istri sudah mulai berani mengelus2 kepala si harimau. Akhirnya dia bisa mencabut 2 helai kumis harimau dan diberikan kepada si orang pintar.
Sesampainya disana si orang pintar bilang: Harimau, binatang yang begitu buas, saja bisa kamu taklukan. Apalagi suami kamu yang sama-sama manusia seperti kamu?
Inti dari cerita sang istri dan harimau adalah: segalak-galaknya suami, kelemahannya ada di perut hehe!
Yah itu 2 cerita yang saya ingat dari doa syukur yang diselenggarakan di rumah orang tua saya (berhubung sekarang sudah tinggal terpisah, jadi bilangnya 'rumah orang tua' hehe).
Masih banyak cerita-cerita seputar wedding yang saya mau ceritain disini (entah akan dibaca orang atau tidak, tapi saya tetap akan cerita: keukeuh haha!).
Next post saya mau cerita tentang bridal shower kecil-kecilan, hari H, vendor review, honeyweek review, pindah rumah dll.
So, stay tune! hehehe (sok iye banget deh ini si penulis blog, kayak banyak ajah yang tune in haha!)
Ciao!
Kalian pasti kangen yah sama blog saya (kaya banyak ajah peminatnya). Maapkan saya yahh.. karena saya super
Iyah saya sudah menikah lhoo! walaupun di KTP saya statusnya masih single (info nggak penting) hehe. Jadi persiapan jungkir balik selama setahun, baik mental, financial, maupun fisik, akhirnya wedding MT dan saya bisa terlaksana dengan cukup sukses di tanggal 30 August kemarin. AMIN! Kami berdua nggak henti2nya mengucapkan syukur kepada Tuhan, dan terimakasih sebesar2nya kepada seluruh keluarga, kerabat, dan teman yang turut membantu dan berpartisipasi dalam acara kemarin. :)
Anyhow.
After 30 August, kesibukan should be over. Ternyata tidak. Banyak banget hal-hal lain yang masih harus diurusin: pindah rumah, ngitung angpao (penting banget ini!!), ngitung tanggalan buat KBA (ooopps too much info hehe), dan pastinya meng-update cerita di blog supper happening ini! (again,
Banyak banget deh yang saya mau ceritain. But satu2 yah hehe. Mulai hari ini saya akan tulis disini tiap malam deh (janji palsu nih kayaknya).
Here we go.
Pertama saya mau cerita kejadian 10 hari sebelum hari H, ttg doa syukur yang diadakan tanggal 20 August 2014 di rumah orang tua saya. Doa syukur ini di sponsori oleh Bapak Ketua Lingkungan (dan ibu) Alfonsus III yang a.k.a adalah orang tua saya sendiri hehe. Seminggu sebelumnya si mama udah mondar mandir bilang "jangan lupa tanggl 20 dirumah yah, MT" saya sih udah bisa-bisa ajah pulang tenggo. Tapi ternyata di hari H si MT ada kerjaan yang harus diselesaikan, walhasil dia harus lembur sampai jam 7 (iyah, sekarang pulang jam 7 itu lembur lho, nggak seperti dulu, ketika kita masih di KAP hahaha!). Ok, then MT dateng telat, tepatnya setelah acara selesai haha!. Akhirnya kami didoain sama pembawa renungan, Pak Hanjaya, di akhir acara.
Renungan yang dibawa oleh Pak Hanjaya malam itu, menurut saya sih bagus banget. Si Om ini memberikan perumpaan yang masuk akal. Salah satunya menikah itu seharusnya bekerja seperti "gunting". Karena gunting itu terdiri dari 2 mata pisau yang saling membantu dan bekerja bersama, makanya disebut gunting. Kalau salah satu mata pisau bekerja sendiri namanya bukan gunting, tapi cutter. Next, 2 mata pisau ini selalu bekerja bersama. kalau kita menggunting kertas, mata pisau yang atas selalu bergerak ke bawah, dan mata pisau bawah selalu bergerak ke atas. Tidak pernah ada yang diam saja tenang2 nungguin mata pisau yang lain. Begitulah harusnya sepasang suami dan istri. Next, dua mata pisau ini dipaku menjadi satu di tengah2 nya. Paku ini adalah Cinta Kasih. Kalau tidak ada cinta kasih, maka kedua pribadi yang berbeda tidak dapat dijadikan satu menjadi sepasang suami dan istri. Tuh! Bagus kan perumpaannya si Om Hanjaya ini :D
Berikutnya dia cerita soal menaklukan suami yang galak. hehe. Dia pakai cerita berikut ini:
Suatu ketika, ada seorang istri di negara India yang memiliki suami sangat galak. Akhirnya dia pergi ke "orang pintar" untuk meminta jurus supaya suaminya mati saja. si orang pintar ini berkata: kamu mau suami kamu mati, atau mau suami kamu nurut sama kamu? Akhirnya si istri bilang, iyah saya mau suami saya nurut sama saya. Si orang pintar menyarankan si istri untuk membawakan 3 helai kumis harimau yang masih hidup.
Sepulang kerumah, si istri berpikir keras, bagaimana bisa dia mengambil kumis harimau? Akhirnya setiap hari dia membeli 2 kilo daging sapi segar untuk diberikan kepada harimau di hutan. Sehari 2 kilo dan semakin hari si istri semakin berani mendekati si harimau. Suatu hari, waktu harimau nya makan kenyang dan tertidur, sang istri sudah mulai berani mengelus2 kepala si harimau. Akhirnya dia bisa mencabut 2 helai kumis harimau dan diberikan kepada si orang pintar.
Sesampainya disana si orang pintar bilang: Harimau, binatang yang begitu buas, saja bisa kamu taklukan. Apalagi suami kamu yang sama-sama manusia seperti kamu?
Inti dari cerita sang istri dan harimau adalah: segalak-galaknya suami, kelemahannya ada di perut hehe!
Yah itu 2 cerita yang saya ingat dari doa syukur yang diselenggarakan di rumah orang tua saya (berhubung sekarang sudah tinggal terpisah, jadi bilangnya 'rumah orang tua' hehe).
Masih banyak cerita-cerita seputar wedding yang saya mau ceritain disini (entah akan dibaca orang atau tidak, tapi saya tetap akan cerita: keukeuh haha!).
Next post saya mau cerita tentang bridal shower kecil-kecilan, hari H, vendor review, honeyweek review, pindah rumah dll.
So, stay tune! hehehe (sok iye banget deh ini si penulis blog, kayak banyak ajah yang tune in haha!)
Ciao!
Friday, August 1, 2014
Menghitung Hari
Halo-halo! *dadah dadah ke semua pemirsa di depan layar masing-masing*
Aaaa saya gagal membuat blog saya memiliki post rata2 4 di tiap bulannya. Bulan lalu memang bener2 hectic dan exhausted beinjeet! huks. Kerjaan yang menumpuk, karena mau training 1 minggu dan libur 1 minggu, urusan wed-prep yang tak kian habis, dan yang paling penting urusan perut yang makin buncit! *toyor2 perut sendiri dan dibalas dengan silent goyang-goyang* huhu.
Iaaa sekarang 1 August! Artinya sudah tinggal hitungan hari saya akan menjadi bini orang (kasar banget bahasanya). Sering banget dapet pertanyaan: Gimana rasanya Win, bentar lagi? atau pertanyaan: Udah siap semua Win? Udah beres semua donk yah.. Dan pertanyaan mostly datang dari teman2 mama dan papa. Iyah, bukan dari teman saya, yah teman saya sih ada beberapa yang tanya, tapi nggak sampe seheboh gimana gitu.. hehe.
Well, saya balas semua pertanyaan di blog kali ini biar nggak pada penasaran (GR mode on!). haha! Ok, pertanyaan pertama. Gimana rasanya udah deket? Rasanya: nano-nano. Ada excited nya, karena ini salah satu pembukaan lembaran baru, kehidupan baru saya dan MT :D. Excited, mau dapet liburan lagi 2 minggu lebih dan mau jalan2 minggu-madu!! yeay!! (fyi, di kantor saya, saya dapat cuti menikah 6 hari. Dan saya gabung denga block leave jadi saya cuti 11 hari!! Yeay!!) Ada takutnya: mulai dari hal-hal yang terkait dengan persiapan pesta pernikahan, poersiapan rumah yang nanti akan kami tempati, sampai dengan persiapan hati memulai hidup mandiri. Ada juga senangnya: eh! gw akhirnya mau cabut dari pasar lho! haha. Iyah, gw yang jomblo sampai kuliah ini, tau2 udah mau cabut dari pasaran jojoba. haha! Senang juga karena mau jadi ratu sehari (walaupun jerawat masih belum mau hilang!!! hiksss) Senang juga because, I'm marrying my best friend, my other half :) Senang juga karena bisa dibilang kita berdua (saya dan MT donk, masa saya sama Brad Pitt) sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mandiri (walaupun nggak terlepas sama bantuan tangan-tangan Tuhan dari orang2 terdekat kami). Ada khawatirnya: Khawatir akan keadaan politik yang memburuk dan merusak rencana hari bahagia kami, khawatir makanan di pesta nanti nggak cukup, khawatir kalau-kalau Sabtu 30 Aug itu hujan lebat, khawatir kalau-kalau saya tidak bisa jadi pasangan hidup yang baik buat MT, khawatir kalau nanti saya sudah punya anak, saya nggak bisa jadi ibu yang baik, khawatir apa bisa tetap jadi anak yang baik dan jadi anak menantu yang baik buat orang tua dan mertua nantinya. haha! (ini penting banget lho! karena saya sering juga dengar keretakan2 hubungan orangtua-anak setelah menikah) Yah dan banyak lagi. Pokoknya rasanya nano-nano. In the end, saya dan MT hanya bisa berusaha, berdoa, dan berpasarah. Mohon doa nya juga yahh teman-temin. Niscaya doamu akan dibalas oleh Sang Khalik :)
Pertanyaan berikutnya: Udah beres semua? Hmmm.. Sekarang saya kalau ditanya, saya akan jawab: Yah sudah sih untungnya. (mungkin kalau boleh meminjam bahasa umat Muslim: Insya Allah sudah). Yang yang belum yang kecil2 seperti: Buku Tamu, pembagian tugas, buku misa, dll. Tapi kalau kata orang, ucapan itu adalah doa. Jadi saya berucap dulu kalau persiapan kami , sekali lagi, Insya Allah sudah rampung. hehe. Niscaya dengan usaha dan ketekunan bisa beneran rampung. Oyah satu lagi, ternyata susah lho kalo tanggal kawinan itu mepet sama tanggal libur lebaran. Banyak vendor yang liburnya nggak kira2 lamanya!! *bete* nggak cuman vendor kawin, tapi vendor alat2 perumahan seperti tempat tidur dan elektronik :( Membuat semuanya jadi lebih sibuk huks.
Pertanyaan terakhir yang harus dijawab: Udah siap dan yakin? hmmm.. ini pertanyaan rancu dan racun. haha. Rancu karena: Siap apa? siap acara pernikahannya? Siap lahir batin? haha. Siap acara pernikahan sih udah dijawab di pertanyaan sebelumnya. Siap lahir batin sih..hmm.. siap nggak siap, pernikahan itu salah satu fase hidup sih. Ibaratnya seperti masuk SMP. Sudah siap belum anak kelas 6 SD masuk SMP? yah siap nggak siap, harus masuk kalau mau sukses. Yah sama dengan ini, siap nggak siap yah memang harus dijanani toh. hehe. So, tetep berusaha untuk siap. Kalau pertanyaan sdah yakin? saya bisa jawab: saya yakin haha. Saya yakin sama Tuhan punya jalan yang lebih dari indah (Karena film Tersanjung sudah habis dan si Indah sudah tua *garing*) untuk saya, sampai-sampai saya dipertemukan dengan si MT dan si MT bisa mau2nya menikahi saya. haha! Karena dia super sabar dan saya super bawel. Karena dia super garing dan saya super gampang ketawa. Karena MT super bijak dan saya super sembrono. hehe. Intinya: saya yakin saya dapat husband to be yang lebih dari baik(dan dia dapat wife-to-be yang lebih dari bawel). hehe.
Dan sekarang sudah 1 August. Sudah tinggal menghitung hari(seperti kata KD), dan tinggal berdoa dan pasrah sama acara hari H. Sambil tetap mempersiapkan hal-hal kecil yang masih balum terurus. Mohon doa nya yahh teman-temin!
For ending: Happy weekend teman-temin! Saya yakin ini adalah the worst weekend in 2014. Karena akhir weekend ini = akhir liburan lebaran kalian selama 1 minggu (saya juga sih) hehe. Dan senin sudah harus bekerja lagi (most of you yah, karena saya tau masih banyak juga yang cuti). Saran saya, jangan pikirin Senin or it will ruin your weekend. hehe.
Happy weekend!
Aaaa saya gagal membuat blog saya memiliki post rata2 4 di tiap bulannya. Bulan lalu memang bener2 hectic dan exhausted beinjeet! huks. Kerjaan yang menumpuk, karena mau training 1 minggu dan libur 1 minggu, urusan wed-prep yang tak kian habis, dan yang paling penting urusan perut yang makin buncit! *toyor2 perut sendiri dan dibalas dengan silent goyang-goyang* huhu.
Iaaa sekarang 1 August! Artinya sudah tinggal hitungan hari saya akan menjadi bini orang (kasar banget bahasanya). Sering banget dapet pertanyaan: Gimana rasanya Win, bentar lagi? atau pertanyaan: Udah siap semua Win? Udah beres semua donk yah.. Dan pertanyaan mostly datang dari teman2 mama dan papa. Iyah, bukan dari teman saya, yah teman saya sih ada beberapa yang tanya, tapi nggak sampe seheboh gimana gitu.. hehe.
Well, saya balas semua pertanyaan di blog kali ini biar nggak pada penasaran (GR mode on!). haha! Ok, pertanyaan pertama. Gimana rasanya udah deket? Rasanya: nano-nano. Ada excited nya, karena ini salah satu pembukaan lembaran baru, kehidupan baru saya dan MT :D. Excited, mau dapet liburan lagi 2 minggu lebih dan mau jalan2 minggu-madu!! yeay!! (fyi, di kantor saya, saya dapat cuti menikah 6 hari. Dan saya gabung denga block leave jadi saya cuti 11 hari!! Yeay!!) Ada takutnya: mulai dari hal-hal yang terkait dengan persiapan pesta pernikahan, poersiapan rumah yang nanti akan kami tempati, sampai dengan persiapan hati memulai hidup mandiri. Ada juga senangnya: eh! gw akhirnya mau cabut dari pasar lho! haha. Iyah, gw yang jomblo sampai kuliah ini, tau2 udah mau cabut dari pasaran jojoba. haha! Senang juga karena mau jadi ratu sehari (walaupun jerawat masih belum mau hilang!!! hiksss) Senang juga because, I'm marrying my best friend, my other half :) Senang juga karena bisa dibilang kita berdua (saya dan MT donk, masa saya sama Brad Pitt) sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mandiri (walaupun nggak terlepas sama bantuan tangan-tangan Tuhan dari orang2 terdekat kami). Ada khawatirnya: Khawatir akan keadaan politik yang memburuk dan merusak rencana hari bahagia kami, khawatir makanan di pesta nanti nggak cukup, khawatir kalau-kalau Sabtu 30 Aug itu hujan lebat, khawatir kalau-kalau saya tidak bisa jadi pasangan hidup yang baik buat MT, khawatir kalau nanti saya sudah punya anak, saya nggak bisa jadi ibu yang baik, khawatir apa bisa tetap jadi anak yang baik dan jadi anak menantu yang baik buat orang tua dan mertua nantinya. haha! (ini penting banget lho! karena saya sering juga dengar keretakan2 hubungan orangtua-anak setelah menikah) Yah dan banyak lagi. Pokoknya rasanya nano-nano. In the end, saya dan MT hanya bisa berusaha, berdoa, dan berpasarah. Mohon doa nya juga yahh teman-temin. Niscaya doamu akan dibalas oleh Sang Khalik :)
Pertanyaan berikutnya: Udah beres semua? Hmmm.. Sekarang saya kalau ditanya, saya akan jawab: Yah sudah sih untungnya. (mungkin kalau boleh meminjam bahasa umat Muslim: Insya Allah sudah). Yang yang belum yang kecil2 seperti: Buku Tamu, pembagian tugas, buku misa, dll. Tapi kalau kata orang, ucapan itu adalah doa. Jadi saya berucap dulu kalau persiapan kami , sekali lagi, Insya Allah sudah rampung. hehe. Niscaya dengan usaha dan ketekunan bisa beneran rampung. Oyah satu lagi, ternyata susah lho kalo tanggal kawinan itu mepet sama tanggal libur lebaran. Banyak vendor yang liburnya nggak kira2 lamanya!! *bete* nggak cuman vendor kawin, tapi vendor alat2 perumahan seperti tempat tidur dan elektronik :( Membuat semuanya jadi lebih sibuk huks.
Pertanyaan terakhir yang harus dijawab: Udah siap dan yakin? hmmm.. ini pertanyaan rancu dan racun. haha. Rancu karena: Siap apa? siap acara pernikahannya? Siap lahir batin? haha. Siap acara pernikahan sih udah dijawab di pertanyaan sebelumnya. Siap lahir batin sih..hmm.. siap nggak siap, pernikahan itu salah satu fase hidup sih. Ibaratnya seperti masuk SMP. Sudah siap belum anak kelas 6 SD masuk SMP? yah siap nggak siap, harus masuk kalau mau sukses. Yah sama dengan ini, siap nggak siap yah memang harus dijanani toh. hehe. So, tetep berusaha untuk siap. Kalau pertanyaan sdah yakin? saya bisa jawab: saya yakin haha. Saya yakin sama Tuhan punya jalan yang lebih dari indah (Karena film Tersanjung sudah habis dan si Indah sudah tua *garing*) untuk saya, sampai-sampai saya dipertemukan dengan si MT dan si MT bisa mau2nya menikahi saya. haha! Karena dia super sabar dan saya super bawel. Karena dia super garing dan saya super gampang ketawa. Karena MT super bijak dan saya super sembrono. hehe. Intinya: saya yakin saya dapat husband to be yang lebih dari baik
Dan sekarang sudah 1 August. Sudah tinggal menghitung hari
For ending: Happy weekend teman-temin! Saya yakin ini adalah the worst weekend in 2014. Karena akhir weekend ini = akhir liburan lebaran kalian selama 1 minggu (saya juga sih) hehe. Dan senin sudah harus bekerja lagi (most of you yah, karena saya tau masih banyak juga yang cuti). Saran saya, jangan pikirin Senin or it will ruin your weekend. hehe.
Happy weekend!
Monday, July 7, 2014
Lagi lagi Gagal Diet
Hari ini akhirnya saya mengirim list lagu untuk resepsi ke vendor entertainment *fiuh elap2 keringet* ternyata pilah pilih lagu itu nggak segampang itu!! Ternyata saya punya cami yang perfeksionissss *aaaaa!* haha. #lebay Jadi, kan saya sudah buat nih list lagu2 yang sesuai tema (iyah, acara saya pake tema lho! kayak alay2 sweet 17an gitcyuuu hehe) Nah trus saya udah tanya kanan-kiri (ngacung siapa yg berasa saya tanyain terus! hehe) dan udah bikin list yang rapih jali. Saya akhirnya minta QA dan approval dari si MT. Si MT nyari di youtube, satu-satu didengerin sama dia, cari cover versionnya yang biasa suka dibawain di wedding (siapa tau ada yg upload di youtube), dan dibacain satu-satu liriknya. Maksudnya, kan nggak semua lagu cinta-cinta menye-menyean itu temanya tentang kebahagiaan. Jangan-jangan nanti lagunya tentang putus. Begitu maksud si MT. Tapi dia sih rajin banget lho! satu2 lagunya digituin. Dan list saya lumayan panjang. Akhirnya timbullah perdebatan-perdebatan kecil seperti saya yang keukeuh merengek2 mau lagu itu tetep ada (salah satunya lagu bang glen yang walau nggak sesuai tema, tetep saya keukeuh mau masukin hehe) dan akhirnya si MT ngalah satu dua lagu. haha! Eniwei, intinya milih lagu2 itu susaaaahhh..
Yak, inti ceritanya bukan pilah pilih lagu, tapi cerita Diet! hehe.
Masih dalam suasana "sebulanan" sesuai post kemarin, jadi karena timeliness nya udah agak2 deket, dan porsi makan masih agak-agak gila, akhirnya saya gagal diet lagi untuk yang kesekian kalinya. *sigh*
Kalian inget nggak saya pernah post tentang Shaun T disini? Inget donk yaaa.. haha! Nah, kelanjutannya gimana? GAGAL karena saya tidak disiplin. Sekarang pulang kantor tuh udah capeeeeek banget! suwer! Kerjaan makin sibuk, jalanan makin macet. Jadi saya hanya bertahan 2 minggu untuk joget2 Shaun T itu. hehe *blushed*
Setelah foto prewed selesai tempo hari, saya rencannya mau memberi reward untuk diri sendiri dengan makan agak bebas 1 minggu. Tapi ternyataaaa (sudah bisa ditebak) ke-te-ru-san! sampai hari ini!
Puncaknya adalah, kemarin saat saya ketemu salah satu teman kuliah di acara teman. Dia bilang: Win, kamu gemukan sedikit yah..? (Eh, kalo teman saya yang saya maksud ini membaca, jangan tersinggung yahh! Justru saya mau berterima kasih sama dia karena sudah mengingatkan saya! huhu..) Nah, setelah dia bilang begitu, saya baru sadar: HARUS MULAI LAGI DIETNYA! haha.
Sebenarnya saya sudah mengurangi makan nasi dan hampir setiap hari bawa sayuran kukus dan dada ayam panggang. Tapi saya kadang bosaaan dan akhirnya beli cheese bagel di starbuck. Setelah ditelusuri, bagelnya itu kalorinya super banyak! *NO! tapi tetap saya makan sampai habis karena: 1) enak 2) mahal, jadi sayang kalau tidak ahbis.
Nah, sekarang, saya mau mulai lagii dietnyaaa! Saya sudah tidak catering. Saya hanya pesan Jus dari tante catering setiap hari 1 botol (tanpa gula) dan makan siang sayuran rebus ditemani kopi hitam! Semoga saja dalam waktu 1,5 bulan ini saya bisa menjadi kurus lagiii! AMIN!
Saya yakin banget sih, di beberapa bulan kedepan, saya akan menulis lagi ttg gagal diet. hehe. Karena memang begitu siklus hidup manusia kadang di atas kadang di bawah. Begitu juga dengan diet. Kadang sukses, habis sukses jadi malas. Saya sudah berkali2 mengulangi siklus ini hehe. Tapi walaupun gagal terus, saya selalu berhasil mencapai rekor berat badan terendah setiap kali percobaan. Sooo, buat teman2 yang selalu gagal, jangan putus asa!! Ulangi lagi ulangi lagi! seperti saya! hehe.
Selamat diet!
Yak, inti ceritanya bukan pilah pilih lagu, tapi cerita Diet! hehe.
Masih dalam suasana "sebulanan" sesuai post kemarin, jadi karena timeliness nya udah agak2 deket, dan porsi makan masih agak-agak gila, akhirnya saya gagal diet lagi untuk yang kesekian kalinya. *sigh*
Kalian inget nggak saya pernah post tentang Shaun T disini? Inget donk yaaa.. haha! Nah, kelanjutannya gimana? GAGAL karena saya tidak disiplin. Sekarang pulang kantor tuh udah capeeeeek banget! suwer! Kerjaan makin sibuk, jalanan makin macet. Jadi saya hanya bertahan 2 minggu untuk joget2 Shaun T itu. hehe *blushed*
Setelah foto prewed selesai tempo hari, saya rencannya mau memberi reward untuk diri sendiri dengan makan agak bebas 1 minggu. Tapi ternyataaaa (sudah bisa ditebak) ke-te-ru-san! sampai hari ini!
Puncaknya adalah, kemarin saat saya ketemu salah satu teman kuliah di acara teman. Dia bilang: Win, kamu gemukan sedikit yah..? (Eh, kalo teman saya yang saya maksud ini membaca, jangan tersinggung yahh! Justru saya mau berterima kasih sama dia karena sudah mengingatkan saya! huhu..) Nah, setelah dia bilang begitu, saya baru sadar: HARUS MULAI LAGI DIETNYA! haha.
Sebenarnya saya sudah mengurangi makan nasi dan hampir setiap hari bawa sayuran kukus dan dada ayam panggang. Tapi saya kadang bosaaan dan akhirnya beli cheese bagel di starbuck. Setelah ditelusuri, bagelnya itu kalorinya super banyak! *NO! tapi tetap saya makan sampai habis karena: 1) enak 2) mahal, jadi sayang kalau tidak ahbis.
Nah, sekarang, saya mau mulai lagii dietnyaaa! Saya sudah tidak catering. Saya hanya pesan Jus dari tante catering setiap hari 1 botol (tanpa gula) dan makan siang sayuran rebus ditemani kopi hitam! Semoga saja dalam waktu 1,5 bulan ini saya bisa menjadi kurus lagiii! AMIN!
Saya yakin banget sih, di beberapa bulan kedepan, saya akan menulis lagi ttg gagal diet. hehe. Karena memang begitu siklus hidup manusia kadang di atas kadang di bawah. Begitu juga dengan diet. Kadang sukses, habis sukses jadi malas. Saya sudah berkali2 mengulangi siklus ini hehe. Tapi walaupun gagal terus, saya selalu berhasil mencapai rekor berat badan terendah setiap kali percobaan. Sooo, buat teman2 yang selalu gagal, jangan putus asa!! Ulangi lagi ulangi lagi! seperti saya! hehe.
Selamat diet!
Monday, June 30, 2014
Sebulanan
Halo-halo! *dadah-dadah ke pemirsa yang cuman beberapa orang hehe*
Gimana hari kedua puasa kalian?? sukses? semoga sukses nggak bolong-bolong sampe akhir! Amin! Kalo buat saya, kebetulan saya bukan muslim, tapi saya juga mengambil hikmah dari bulan puasa hehe yaitu jalanan yang super kosooong.. OMG! Pergi kekantor hr ini, jalan jam 6 sampai jam 7 kurang 15. Pulang kantor: jalan jam 7 sampai rumah 7.30. OMG! hehe. Andaikan tiap hari Jakarta seperti ini.
Eniwei, hari ini mau membahas kata "sebulanan".
Buat orang yang baru jadian, kata sebulanan itu rasanya mungkin indah bgt! haha. masih hangat2nya jadian, sebulanan masih dirayain. Buat orang yang baru punya baby, sebulanan artinya sibuk, happy bahagia jadi satu. Karena harus nganter2in makanan sebulanan ke orang-orang yang kasih kado. hehe. Buat orang yang seperti saya dan MT (well, mungkin saya doank sih.. MT masih nampak santai) arti kata sebulanan itu tidak bisa digambarkan dengan kata2 (lebay banget gw!!). Sebulanan lagi saya jadi bini oranggg!! OMG!
Perasaan tuh baru kemarin masuk kantor baru. Baru kemarin ngomongin nyari-nyari gedung, nyari-nyari gereja. Tau-tau udah sebulanan lagi. Saya berasa deh, makin kesini, waktu makin cepet bgt berlalu! Apa ini efek udah tuaan dikit sih? (nggak mau dibilang tua). Dulu pas jaman SD-Kuliah, kayaknya setahun dua tahun tuh luamaaa banget. Sejak kerja, setahun itu sebentar sekali. Apalagi sejak saya kuliah S2. Tau-tau sudah pulang lagi ke Indo, tau-tau sudah 1 tahun ajah bekerja di bank ini. *sigh*
Ok, mari kita tidak usah bermuram durja (lha? siape?? gw doank kynya haha) Mari kita songsong masa depan cerah dengan perencanaan yang baik haha! Untuk itu di post kali ini, saya mau share wed-prep saya. (lha?? wed-prep lagii??) Harap maklum yah pembaca, wed-prep adalah salah satu kegiatan yang lagi hip di pergaulan saya saat ini (selain juga dengerin ibu2 hamil yang nota bene temen2 saya yang baru pada merit tahun kemarin hehe). Jadi wed-prep dan kehamilan adalah 2 hal yang lagi hip beraat di beberapa group di HP saya. haha!
Ok, saya mau review beberapa hal yang sudah bisa saya review ajah :D
Invitation card: Sehati Card (9/10)
Kartu undangan saya sudah jadi lhooo! *kipas2 angkat kaki* Undangan menurut saya adalah salah satu yang bisa diselesaikan duluan. So, saya nggak mau tunda2 lagi. Saya dapat saran dari salah satu teman saya, apa yang sudah bisa dicoret dari to-do-list mendingan dilakukan dulu. So, saya naik cetak undangan dari bulan Mei hehe. Dan sekarang sudah jadi!
Saya pakai Sehati Card. Dan hasilnya recommended dehh! Alasannya: respon super cepat, harga cukup bersahabat, tante nya baik (nggak tau namanya sih >.<).
Jadi saya deal di pameran dengan harga yang cukup bersahabat dan dengan design yang cukup pasaran sih, tapi gak apa. buatannya TOP! hehe saya suka menemukan di beberapa undangan yang datang ke saya, kadang lem-nya suka belendung. Jadi kesannya kertas nya tidak menempel ke papan keras pembentuk undangannya itu (ngerti kan maksudnya??) nah si Sehati ini nggak. hehe.
Kenapa saya mengurangi 1 dari nilai sempurna? Karena yah itu balik lagi, design nya agak pasaran sih hehe. Tapi nggak apalah! asal kita nya kreatif, Sehati bisa nerima perubahan2 gambar dan design kok :D
Souvenir: Elly's Workshop (9/10)
Keren yahh nama vendornya? siapa yang sangka kalau ini vendor mangga dua! hehe. Iyah ini ada di mangga dua hehe. Kita tau sih kalo mangga dua itu salah satu pusat souvenir murah. So kita nggak expect banget dapet yang lucu dan nggak pasaran. Pokoknya harga sesuai budget! hehe. Dengan bekal itu, saya dan MT pergi ke mangdu. Akhirnya setelah keliling keliling (kota naik delman istimewa), kami menemukan si Elly's Workshop di pojokan lantai 1. Dan isinya lucuu! nggak pasaran! dan sesuai budget (eh, lebih-lebih dikit sih tapi ok lah masih hehe) Trus si Mbak2nya bisa dijangkau menggunakan wasap hehe. Nggak perlu di tlp2 kan mahal yah pake pulsa (Iyah gw pelit! haha maklum pengeluaran super bengkak). Kenapa saya nggak kasih 10? karena 10 hanya untuk Tuhan! haha (alasan ajah).
Apalagi yahh... *mikir beneran*
Wedding Ring: Toko Mas Gemilang (9/10)
Out of nowhere sih pergi kesini. Hehe. Beberapa temen merekomendasikan Frank and Co. Iyah, toko mas yang di mall-mall gt. hehe. Tapi buat saya yang pelit ini, toko mas di emol itu muahal! hehe. Kenapa karena mereka bear fixed cost kan buat sewa tempat di emol, trus juga beliin anak buahnya sarung tangan buat ngambil emas2nya wkwkwkw. *gak penting amat* yah intinya lebih mahal lah! Intermezo, saya pernah masuk Tiffany and Co. nemenin salah satu temen saya yang juga lagi wed-prep. Daan, tebak sodara2, harga rings nya berapaan?? 100 jutaa satuu! satu lhoo! bukan sepasang hehe yah udah yah, akhirnya kami keluar dengan terhormat. haha. Salah satu toko emas yang saya kunjungi sebelum ke Gemilang adalah: (as u can guess) Kaliem. hehe. Di Kaliem sebenarnya harga lebih bersahabat, karena bukan di emol! hehe. Tapi untuk harga yang masuk budget cuman cicin putih yang tipis2. Akhirnya saya nggak sreg dan cari toko mas lain di Ps. Baru. Ketemulah sama si Gemilang. hehe. Harga sesuai banget! Penampakan: simple, yet nggak tipis! Trus pelayanannya ok! Jadi tepat waktu, buatannya rapih! sukaa sekali sama modelnya yang simple! hehe.
Foto Indoor: King Photo 8/10
Ini rekanannya si bridal sih. Tapi pelayanannya ok banget! nggak kaya melayani si "tamu rekanan" Kadang tuh kan ada vendor2 yang ngelayanin agak ngasal berhubung kita pake paket rekanan. Kalo di King nggak, mereka professional banget! Album jadi tepat waktu, CD jadi tepat waktu, editannya TOP (since gw jadi terlihat super kurus dan super putih di poto-poto ntu yak haha). Kenapa saya kurangin 2? karena, 10 hanya untuk Tuhan, dan tidak saya berikan 9, karena si pengarah gaya nya kurang pintar ada beberapa foto yang senyumnya kami udah capek banget, tapi mereka pas sesi poto do nothing. hehe. Tapi ini agak bias sih, karena modelnya yang emang kurang cantik, jadi senyum gimanapun tetep ajah begitu hasilnya. hahaha! *kok tumben menghina diri sendiri*
Vendor sisanyaa..masih on progress! Jadi belum ketauan gimana hasilnya yah. hehe. Semoga semuanya berjalan sesuai rencana! Amin.
Dan sekarang saya masih sibuk sama kerjaan dan urusan mekanisme pindah rumah ke Jakarta coret hehe. Jadi sebenernya belum ada yang berprogress lagiihh U.U
Akhir kata (cah elaaahh bahasa saya!!) saya ucapkan, terimakasih sudah mau mampir2 baca blog absurd sayaa..!
Kalau ada yang mau tanya2 ttg vendor terkait, silahkan lho hubungi saya melalui doa! hahahaha. JK JK. tanya ajah via email! hehe niscaya kalo nggak masuk spam, pasti saya balas hehe.
Ciao!
Gimana hari kedua puasa kalian?? sukses? semoga sukses nggak bolong-bolong sampe akhir! Amin! Kalo buat saya, kebetulan saya bukan muslim, tapi saya juga mengambil hikmah dari bulan puasa hehe yaitu jalanan yang super kosooong.. OMG! Pergi kekantor hr ini, jalan jam 6 sampai jam 7 kurang 15. Pulang kantor: jalan jam 7 sampai rumah 7.30. OMG! hehe. Andaikan tiap hari Jakarta seperti ini.
Eniwei, hari ini mau membahas kata "sebulanan".
Buat orang yang baru jadian, kata sebulanan itu rasanya mungkin indah bgt! haha. masih hangat2nya jadian, sebulanan masih dirayain. Buat orang yang baru punya baby, sebulanan artinya sibuk, happy bahagia jadi satu. Karena harus nganter2in makanan sebulanan ke orang-orang yang kasih kado. hehe. Buat orang yang seperti saya dan MT (well, mungkin saya doank sih.. MT masih nampak santai) arti kata sebulanan itu tidak bisa digambarkan dengan kata2 (lebay banget gw!!). Sebulanan lagi saya jadi bini oranggg!! OMG!
Perasaan tuh baru kemarin masuk kantor baru. Baru kemarin ngomongin nyari-nyari gedung, nyari-nyari gereja. Tau-tau udah sebulanan lagi. Saya berasa deh, makin kesini, waktu makin cepet bgt berlalu! Apa ini efek udah tuaan dikit sih? (nggak mau dibilang tua). Dulu pas jaman SD-Kuliah, kayaknya setahun dua tahun tuh luamaaa banget. Sejak kerja, setahun itu sebentar sekali. Apalagi sejak saya kuliah S2. Tau-tau sudah pulang lagi ke Indo, tau-tau sudah 1 tahun ajah bekerja di bank ini. *sigh*
Ok, mari kita tidak usah bermuram durja (lha? siape?? gw doank kynya haha) Mari kita songsong masa depan cerah dengan perencanaan yang baik haha! Untuk itu di post kali ini, saya mau share wed-prep saya. (lha?? wed-prep lagii??) Harap maklum yah pembaca, wed-prep adalah salah satu kegiatan yang lagi hip di pergaulan saya saat ini (selain juga dengerin ibu2 hamil yang nota bene temen2 saya yang baru pada merit tahun kemarin hehe). Jadi wed-prep dan kehamilan adalah 2 hal yang lagi hip beraat di beberapa group di HP saya. haha!
Ok, saya mau review beberapa hal yang sudah bisa saya review ajah :D
Invitation card: Sehati Card (9/10)
Kartu undangan saya sudah jadi lhooo! *kipas2 angkat kaki* Undangan menurut saya adalah salah satu yang bisa diselesaikan duluan. So, saya nggak mau tunda2 lagi. Saya dapat saran dari salah satu teman saya, apa yang sudah bisa dicoret dari to-do-list mendingan dilakukan dulu. So, saya naik cetak undangan dari bulan Mei hehe. Dan sekarang sudah jadi!
Saya pakai Sehati Card. Dan hasilnya recommended dehh! Alasannya: respon super cepat, harga cukup bersahabat, tante nya baik (nggak tau namanya sih >.<).
Jadi saya deal di pameran dengan harga yang cukup bersahabat dan dengan design yang cukup pasaran sih, tapi gak apa. buatannya TOP! hehe saya suka menemukan di beberapa undangan yang datang ke saya, kadang lem-nya suka belendung. Jadi kesannya kertas nya tidak menempel ke papan keras pembentuk undangannya itu (ngerti kan maksudnya??) nah si Sehati ini nggak. hehe.
Kenapa saya mengurangi 1 dari nilai sempurna? Karena yah itu balik lagi, design nya agak pasaran sih hehe. Tapi nggak apalah! asal kita nya kreatif, Sehati bisa nerima perubahan2 gambar dan design kok :D
Souvenir: Elly's Workshop (9/10)
Keren yahh nama vendornya? siapa yang sangka kalau ini vendor mangga dua! hehe. Iyah ini ada di mangga dua hehe. Kita tau sih kalo mangga dua itu salah satu pusat souvenir murah. So kita nggak expect banget dapet yang lucu dan nggak pasaran. Pokoknya harga sesuai budget! hehe. Dengan bekal itu, saya dan MT pergi ke mangdu. Akhirnya setelah keliling keliling (kota naik delman istimewa), kami menemukan si Elly's Workshop di pojokan lantai 1. Dan isinya lucuu! nggak pasaran! dan sesuai budget (eh, lebih-lebih dikit sih tapi ok lah masih hehe) Trus si Mbak2nya bisa dijangkau menggunakan wasap hehe. Nggak perlu di tlp2 kan mahal yah pake pulsa (Iyah gw pelit! haha maklum pengeluaran super bengkak). Kenapa saya nggak kasih 10? karena 10 hanya untuk Tuhan! haha (alasan ajah).
Apalagi yahh... *mikir beneran*
Wedding Ring: Toko Mas Gemilang (9/10)
Out of nowhere sih pergi kesini. Hehe. Beberapa temen merekomendasikan Frank and Co. Iyah, toko mas yang di mall-mall gt. hehe. Tapi buat saya yang pelit ini, toko mas di emol itu muahal! hehe. Kenapa karena mereka bear fixed cost kan buat sewa tempat di emol, trus juga beliin anak buahnya sarung tangan buat ngambil emas2nya wkwkwkw. *gak penting amat* yah intinya lebih mahal lah! Intermezo, saya pernah masuk Tiffany and Co. nemenin salah satu temen saya yang juga lagi wed-prep. Daan, tebak sodara2, harga rings nya berapaan?? 100 jutaa satuu! satu lhoo! bukan sepasang hehe yah udah yah, akhirnya kami keluar dengan terhormat. haha. Salah satu toko emas yang saya kunjungi sebelum ke Gemilang adalah: (as u can guess) Kaliem. hehe. Di Kaliem sebenarnya harga lebih bersahabat, karena bukan di emol! hehe. Tapi untuk harga yang masuk budget cuman cicin putih yang tipis2. Akhirnya saya nggak sreg dan cari toko mas lain di Ps. Baru. Ketemulah sama si Gemilang. hehe. Harga sesuai banget! Penampakan: simple, yet nggak tipis! Trus pelayanannya ok! Jadi tepat waktu, buatannya rapih! sukaa sekali sama modelnya yang simple! hehe.
Foto Indoor: King Photo 8/10
Ini rekanannya si bridal sih. Tapi pelayanannya ok banget! nggak kaya melayani si "tamu rekanan" Kadang tuh kan ada vendor2 yang ngelayanin agak ngasal berhubung kita pake paket rekanan. Kalo di King nggak, mereka professional banget! Album jadi tepat waktu, CD jadi tepat waktu, editannya TOP (since gw jadi terlihat super kurus dan super putih di poto-poto ntu yak haha). Kenapa saya kurangin 2? karena, 10 hanya untuk Tuhan, dan tidak saya berikan 9, karena si pengarah gaya nya kurang pintar ada beberapa foto yang senyumnya kami udah capek banget, tapi mereka pas sesi poto do nothing. hehe. Tapi ini agak bias sih, karena modelnya yang emang kurang cantik, jadi senyum gimanapun tetep ajah begitu hasilnya. hahaha! *kok tumben menghina diri sendiri*
Vendor sisanyaa..masih on progress! Jadi belum ketauan gimana hasilnya yah. hehe. Semoga semuanya berjalan sesuai rencana! Amin.
Dan sekarang saya masih sibuk sama kerjaan dan urusan mekanisme pindah rumah ke Jakarta coret hehe. Jadi sebenernya belum ada yang berprogress lagiihh U.U
Akhir kata (cah elaaahh bahasa saya!!) saya ucapkan, terimakasih sudah mau mampir2 baca blog absurd sayaa..!
Kalau ada yang mau tanya2 ttg vendor terkait, silahkan lho hubungi saya melalui doa! hahahaha. JK JK. tanya ajah via email! hehe niscaya kalo nggak masuk spam, pasti saya balas hehe.
Ciao!
Monday, June 23, 2014
Volunteer day!
Haduh, setiap kali buka blog, selalu ngeliat timeline yg ada di bawah tag line blog saya dan langsung stress sendiri ngeliat itu vespa udh deket banget sama logo gerejaa.. huhu
Eniweii..
Lupakan sejenak masalah perweddingan, sekarang saya mau cerita pengalaman ikutan Volunteer day kmrn (20Jun14). Yak! Akhirnya saya ikutan yang namanya "acara kantor" haha. Dari awal masuk ke bank merah ini, saya sebenarnya udah kepingin ikut2 acara yang seperti ini, tapi nggak ada temennya, dan saya selalu sok sibuk dikantor.haha! jadi berasanya takut kerjaan nggak beres (semoga bos saya baca! hehe saya rajin yah Pak! hehe). Akhirnya kmrn ada volunteer day yang setengah hari dan pas diajakin sama salah satu teman di divisi saya.ihiy!
Awalnya maju mundur mau ikut ini, karena saya mau cuti minggu depan, jadi takutnya ada kerjaan yang ditinggal malah nggak beres. Tapi akhirnya saya nekad-in ajah ikut. Eh ternyata si Pak Bos langsung approve! ihiy!
Jadi, kmrn ini kami berkunjung ke SMP 58 di kawasan setiabudi (yang di deket Pistales itu lho!) hehe. Kami disana disambut oleh volunteer dari WWF Mobil Panda. Jadi ceritanya kami diajak untuk menyosialisasikan 3R: Reduce Reuse Recycle. Caranya adalah: mengajari mereka membuat paper bag dari kertas koran bekas dan membuat bag lucu-lucu dari kaus bekas. Ini sih ujung2nya bukan mereka (anak2 SMP 58) ajah yang belajar, tapi saya sendiri jadinya ikutan belajar untuk membuat paper bag dan bag lucu dari barang2 bekas.
Ini dia si mobil panda-nya WWF!
Kurleb, kayak gini nih jadinya si bag lucu2 dari kaus bekas:
Memang sih nggak sebagus tas-tas mahal bermerk yah..tapi at least baju bekas ada gunanya. Dan kalau kalian bener2 bisa membuatnya dengan rapih, tinggal ditambahin furing dan dijahit pakai mesin jahit (biar rapih) bisa lho tas ini jadi menghasilkan uang! hehe. Sayangnya saya nggak punya foto paper bag nya. Paper bag nya juga cukup kuat lho kalau dibuat dari karton calender bekas misalnya.
Selama acara sosialisasi ini, tugas saya adalah mengajarkan ke anak2 SMP ini cara membuat paper bag nya. Acaranya seru juga. Namanya ngajarin anak SMP yah, jangan harap itu anak2 pada nurut semua dan manggut2. Haha! Mereka banyak yang nyeletuk2 sini sana. Lucu banget. Saya jadi merasa SMP lagi. Perasaan baru kemarin lulus SMP, sekarang dah kerja ajah..huhu *berasa tua*
Satu lagi yang saya notice, disini, banyak sekali anak orang kaya nya. Yah maklum sekolah tengah kota mungkin yah.. Saat lagi ngajarin buat prakarya2 itu, ada ajah telepon bunyi2 dan yang keluar dari kantong mereka tuh gadget2 canggih, bahkan lebih canggih dari HP saya yang masih cicilan ini huhu. *nasib*
Ini dia foto kami bersama beberapa anak2 SMP58. Kenapa tangannya dikatupkan? karena kata mereka foto ini edisi Ramadhan! hehe.. ada2 ajah.
Setelah selesai acara, team kami mengisi perut di soto gebrak dan pulang beli bekal Pistales! YUM!
Akhirnya harus kembali kekantor dan dilanjutkan dengan bekerja dengan berat hati. hehe.
Akhir kata: Acara ini SERU!
Semoga saya bisa ikut acara2 seperti ini di lain kesempatan! hihi.
Eniweii..
Lupakan sejenak masalah perweddingan, sekarang saya mau cerita pengalaman ikutan Volunteer day kmrn (20Jun14). Yak! Akhirnya saya ikutan yang namanya "acara kantor" haha. Dari awal masuk ke bank merah ini, saya sebenarnya udah kepingin ikut2 acara yang seperti ini, tapi nggak ada temennya, dan saya selalu sok sibuk dikantor.haha! jadi berasanya takut kerjaan nggak beres (semoga bos saya baca! hehe saya rajin yah Pak! hehe). Akhirnya kmrn ada volunteer day yang setengah hari dan pas diajakin sama salah satu teman di divisi saya.ihiy!
Awalnya maju mundur mau ikut ini, karena saya mau cuti minggu depan, jadi takutnya ada kerjaan yang ditinggal malah nggak beres. Tapi akhirnya saya nekad-in ajah ikut. Eh ternyata si Pak Bos langsung approve! ihiy!
Jadi, kmrn ini kami berkunjung ke SMP 58 di kawasan setiabudi (yang di deket Pistales itu lho!) hehe. Kami disana disambut oleh volunteer dari WWF Mobil Panda. Jadi ceritanya kami diajak untuk menyosialisasikan 3R: Reduce Reuse Recycle. Caranya adalah: mengajari mereka membuat paper bag dari kertas koran bekas dan membuat bag lucu-lucu dari kaus bekas. Ini sih ujung2nya bukan mereka (anak2 SMP 58) ajah yang belajar, tapi saya sendiri jadinya ikutan belajar untuk membuat paper bag dan bag lucu dari barang2 bekas.
Ini dia si mobil panda-nya WWF!
Kurleb, kayak gini nih jadinya si bag lucu2 dari kaus bekas:
Memang sih nggak sebagus tas-tas mahal bermerk yah..tapi at least baju bekas ada gunanya. Dan kalau kalian bener2 bisa membuatnya dengan rapih, tinggal ditambahin furing dan dijahit pakai mesin jahit (biar rapih) bisa lho tas ini jadi menghasilkan uang! hehe. Sayangnya saya nggak punya foto paper bag nya. Paper bag nya juga cukup kuat lho kalau dibuat dari karton calender bekas misalnya.
Selama acara sosialisasi ini, tugas saya adalah mengajarkan ke anak2 SMP ini cara membuat paper bag nya. Acaranya seru juga. Namanya ngajarin anak SMP yah, jangan harap itu anak2 pada nurut semua dan manggut2. Haha! Mereka banyak yang nyeletuk2 sini sana. Lucu banget. Saya jadi merasa SMP lagi. Perasaan baru kemarin lulus SMP, sekarang dah kerja ajah..huhu *berasa tua*
Satu lagi yang saya notice, disini, banyak sekali anak orang kaya nya. Yah maklum sekolah tengah kota mungkin yah.. Saat lagi ngajarin buat prakarya2 itu, ada ajah telepon bunyi2 dan yang keluar dari kantong mereka tuh gadget2 canggih, bahkan lebih canggih dari HP saya yang masih cicilan ini huhu. *nasib*
Ini dia foto kami bersama beberapa anak2 SMP58. Kenapa tangannya dikatupkan? karena kata mereka foto ini edisi Ramadhan! hehe.. ada2 ajah.
Setelah selesai acara, team kami mengisi perut di soto gebrak dan pulang beli bekal Pistales! YUM!
Akhirnya harus kembali kekantor dan dilanjutkan dengan bekerja dengan berat hati. hehe.
Akhir kata: Acara ini SERU!
Semoga saya bisa ikut acara2 seperti ini di lain kesempatan! hihi.
Thursday, May 22, 2014
100 Happy Days Challange
Have u ever wonder, what could you do for the world? what could you do for your country? What should you do when you are 30/ 40/ 50? How happy you will be when you are 60/ 70?
Ok, memang masa depan nggak ada yang tau. Kalau bertanya-tanya terus, nggak akan ada habisnya. Saya pernah mendengar homili salah satu Romo aliran Projo (kalau ndak salah). Dia sempat menyinggung mengenai "menikmati hidup di masa kini" (live for present). Inti dari homili tersebut adalah, kita harus hidup tetap bersyukur atas apa yang kita punya sekarang, fokus pada masa sekarang, tanpa melupakan masa lalu dan masa depan. Artinya begini, hidup kita di masa sekarang ini adalah hasil perbuatan dan tindakan kita dan lingkungan di masa lalu, jadi kita tidak akan terlepas dari masa lalu. Dan, hidup kita sekarang ini sama2 dilakukan untuk memiliki masa depan yang bahagia. Masa lalu adalah sejarah. Masa sekarang adalah sejarah untuk masa depan. Jadi buatlah masa sekarang ini bahagia, niscaya masa depan kita juga bahagia. (itu kata Romonyaaa).
Makanya, akhirnya saya putuskan untuk ikut 100 happy days challange (bisa dilihat disini). Tadinya mau langsung ikut, tanpa mencari-cari tau. Tapi kalau begitu namanya latah hehe. Akhirnya saya sempat browsing-browsing. Jadi, 100 happy days challange itu adalah tantangan untuk diri sendiri dengan menjawab: can u be happy for 100 days? Hayoloh.. Intinya adalah kita harus mencari sesuatu yang membuat kita happy selama 100 days. Kemudian, kita harus foto hal yang membuat kita happy itu dan post ke socmed.
Awalnya saya merasa orang-orang yang menikuti ini pasti hanya mau pamer. Karena banyak teman-teman saya yang melakukan hal-hal unik dengan tag #100happydays. Ternyata tidak, karena itulah keseharian mereka. One day, saya lagi menyetir pulang kantor. Di tengah-tengah kemacetan saya mikir, keseharian saya yah begini ajah: bangun pagi, berangkat kerja, 8 jam kerja, pulang ke rumah, beberes dan tidur. Besok akan terulang siklus yang sama. Kalau saya tidak menantang diri saya untuk mencari "sesuatu" dalam keseharian itu, maka keseharian itu akan menjadi rutinitas semu yang dijalani tiap hari. Maka, saya kepikiran untuk ikut 100 happy days challange ini. Dari testimoni beberapa orang yang saya baca, mereka beranggapan bahwa setelah melakukan challange ini, mereka menjadi orang yang berfikir lebih positif. Hal ini dirasakan bukan hanya oleh orang tersebut tetapi juga oleh lingkungannya. Masalah berikutnya adalah: kapan saya akan mulai? Akhirnya saya memutuskan memulainya hari ini! yup! 22 May 2014. Tepat 100 hari menuju hari paling bahagia kedua dalam hidup saya (Hari bahagia pertama adalah saat saya lahir ke dunia, tentu saja hehe).
Day 1 sudah saya rencanakan. Setelah 4 hari tidak minum kopi karena flu berat, akhirnya saya putuskan membeli kopi hari ini, dan memfotonya, lalu saya pasang di IG dan saya beri tag #day1 haha (dasar alay). Ternyata Kopi itu membuat saya sakit maag, karena saya lagi diet dan tidak makan nasi. Apakah saya gagal untuk bahagia hari ini? Tidak. Karena kalau diperhatikan kegiatan demi kegiatan dari rutinitas hari ini, saya bisa menemukan titik-titik kebahagiaan lain. Seperti misalnya msg dari si MT yang bilang kalau rasanya sudah lama banget nggak ngobrol sama saya (padahal kita baru 2 hari tidak ngobrol waktu malam, walaupun tetap telepon), kejadian bahagia lain adalah hari ini karena hujan besar saya tidak bisa pulang dan saya mengerjakan kerjaan sampai beres di kantor dan tidak harus membawa kerjaan kerumah, dan ternyata setelah hujan reda, saya hanya membutuhkan 1 jam untuk pulang ke rumah (biasanya 1.5 jam). Hal-hal kecil ternyata (jika dicari-cari dan di syukuri) bisa membuat kita bahagia.
Setelah menjalani Day 1, saya baru sadar. Dalam melaksanakan tantangan ini, kita bukan ditutntut untuk melakukan sesuatu diluar kebiasaan yang mebahagiakan diri (seperti dalam kasus saya adalah membeli kopi), tetap kita diharapkan menggali apa sih yang bisa kita syukuri saat kita menjalani keseharian seperti biasa.
Selanjutnya, bagaimana dengan day2-day100? Hmm.. Wish me luck!
Ciao!
Ok, memang masa depan nggak ada yang tau. Kalau bertanya-tanya terus, nggak akan ada habisnya. Saya pernah mendengar homili salah satu Romo aliran Projo (kalau ndak salah). Dia sempat menyinggung mengenai "menikmati hidup di masa kini" (live for present). Inti dari homili tersebut adalah, kita harus hidup tetap bersyukur atas apa yang kita punya sekarang, fokus pada masa sekarang, tanpa melupakan masa lalu dan masa depan. Artinya begini, hidup kita di masa sekarang ini adalah hasil perbuatan dan tindakan kita dan lingkungan di masa lalu, jadi kita tidak akan terlepas dari masa lalu. Dan, hidup kita sekarang ini sama2 dilakukan untuk memiliki masa depan yang bahagia. Masa lalu adalah sejarah. Masa sekarang adalah sejarah untuk masa depan. Jadi buatlah masa sekarang ini bahagia, niscaya masa depan kita juga bahagia. (itu kata Romonyaaa).
Makanya, akhirnya saya putuskan untuk ikut 100 happy days challange (bisa dilihat disini). Tadinya mau langsung ikut, tanpa mencari-cari tau. Tapi kalau begitu namanya latah hehe. Akhirnya saya sempat browsing-browsing. Jadi, 100 happy days challange itu adalah tantangan untuk diri sendiri dengan menjawab: can u be happy for 100 days? Hayoloh.. Intinya adalah kita harus mencari sesuatu yang membuat kita happy selama 100 days. Kemudian, kita harus foto hal yang membuat kita happy itu dan post ke socmed.
Awalnya saya merasa orang-orang yang menikuti ini pasti hanya mau pamer. Karena banyak teman-teman saya yang melakukan hal-hal unik dengan tag #100happydays. Ternyata tidak, karena itulah keseharian mereka. One day, saya lagi menyetir pulang kantor. Di tengah-tengah kemacetan saya mikir, keseharian saya yah begini ajah: bangun pagi, berangkat kerja, 8 jam kerja, pulang ke rumah, beberes dan tidur. Besok akan terulang siklus yang sama. Kalau saya tidak menantang diri saya untuk mencari "sesuatu" dalam keseharian itu, maka keseharian itu akan menjadi rutinitas semu yang dijalani tiap hari. Maka, saya kepikiran untuk ikut 100 happy days challange ini. Dari testimoni beberapa orang yang saya baca, mereka beranggapan bahwa setelah melakukan challange ini, mereka menjadi orang yang berfikir lebih positif. Hal ini dirasakan bukan hanya oleh orang tersebut tetapi juga oleh lingkungannya. Masalah berikutnya adalah: kapan saya akan mulai? Akhirnya saya memutuskan memulainya hari ini! yup! 22 May 2014. Tepat 100 hari menuju hari paling bahagia kedua dalam hidup saya (Hari bahagia pertama adalah saat saya lahir ke dunia, tentu saja hehe).
Day 1 sudah saya rencanakan. Setelah 4 hari tidak minum kopi karena flu berat, akhirnya saya putuskan membeli kopi hari ini, dan memfotonya, lalu saya pasang di IG dan saya beri tag #day1 haha (dasar alay). Ternyata Kopi itu membuat saya sakit maag, karena saya lagi diet dan tidak makan nasi. Apakah saya gagal untuk bahagia hari ini? Tidak. Karena kalau diperhatikan kegiatan demi kegiatan dari rutinitas hari ini, saya bisa menemukan titik-titik kebahagiaan lain. Seperti misalnya msg dari si MT yang bilang kalau rasanya sudah lama banget nggak ngobrol sama saya (padahal kita baru 2 hari tidak ngobrol waktu malam, walaupun tetap telepon), kejadian bahagia lain adalah hari ini karena hujan besar saya tidak bisa pulang dan saya mengerjakan kerjaan sampai beres di kantor dan tidak harus membawa kerjaan kerumah, dan ternyata setelah hujan reda, saya hanya membutuhkan 1 jam untuk pulang ke rumah (biasanya 1.5 jam). Hal-hal kecil ternyata (jika dicari-cari dan di syukuri) bisa membuat kita bahagia.
Setelah menjalani Day 1, saya baru sadar. Dalam melaksanakan tantangan ini, kita bukan ditutntut untuk melakukan sesuatu diluar kebiasaan yang mebahagiakan diri (seperti dalam kasus saya adalah membeli kopi), tetap kita diharapkan menggali apa sih yang bisa kita syukuri saat kita menjalani keseharian seperti biasa.
Selanjutnya, bagaimana dengan day2-day100? Hmm.. Wish me luck!
Ciao!
Friday, April 11, 2014
Teori Anak Bungsu
Haii semuaa!! *dadah dadah nggak jelas ke pembaca seluruh Indonesia* (sok laku)
Hari ini saya sempat membaca teori mengenai anak bungsu dengan segala karakteristiknya di salah satu artikel di internet. Karena bacanya di kantor, dan saya randomly ketemu link itu, jadi sekarang tidak bisa saya share disini link-nya, karena saya sudah nggak bisa mencarinya hehe Tapi tadi pas makan siang yah Pak Bos! bukan pas jam kerja kookkk browsing-nyaa sueerr!! :D
Intinya artikel itu bilang kalau karakteristik anak bungsu itu kurang lebih seperti berikut ini:
* kelebihan: persuasif dan berjiwa sosial tinggi.
* kekurangan: tidak bertanggung-jawab, tidak memiliki kemauan yang keras (mudah menyerah) dan emosional.
Ok, satu-satu yah saya bahas, dengan merefleksikannya ke diri saya sendiri yang tidak lain tidak bukan adalah anak bungsu yang lucu, manis, dan imut. hehe.
Persuasif
Dalam artikel itu menyebutkan kalau anak bungsu itu bisa dibilang "memiliki" aset orang tua. Dengan kata lain, apa yang anak ini minta, pasti dikasih. Makanya, anak bungsu sering kali hanya tinggal merengek, dan wala! semuanya tersedia. Jadi dengan kata lain, merengek itu merupakan dasar-dasar ilmu marketing! (sesat banget).
Refleksi:
Dari sejak ingatan saya bekerja 100% alias saya ingat dengan jelas seluruh kejadian di hidup saya (kira-kira jaman SD, mau ngomong gitu ajah susah), yang saya tau, merengek bukan merupakan hal yang mempan untuk kedua orang tua saya. haha. Apalagi kalau merengek untuk barang yang mahal, seperti hand phone misalnya. Papa selalu mengajarkan berjuang sebelum dapat sesuatu yang kami (saya dan kakak saya) inginkan. Misalnya saja, waktu SMA kelas 1 saya mau handphone sampe jungkir balik, tetep ajah nggak dibeliin sampai keliatan nilai metematika di raport dapet 9 (Yes, I AM great at Math!!) haha (sombong tampar ajah! *plok*). Tapi tidak saya pungkiri kalau merengek itu adalah jurus ampuh anak bungsu. Karena hal ini berhasil digunakan untuk hal-hal kecil walaupun papa-mama saya adalah orang yang very strict. haha. Misalnya kalau ada cicak-cicak di dinding diam-diam merayap di kamar saya (note: saya paling geli sama cicak dan kecoa). Saya tinggal ke kamar mama dan merengek, walhasil mama datang kekamar saya membawa sapu lidi dengan segera (masih kejadian sampai sekarang lho! hihihi).
Bottom line, apakah saya menjadi persuasif? tidak. Hanya beberapa orang yang percaya perkataan saya kalau saya menawarkan sesuatu haha. Makanya in the end saya menjadi analyst instead of sales hehe.
Berjiwa sosial tinggi.
Kalo menurut artikel tersebut seorang anak bungsu memiliki jiwa sosial yang tinggi, karena dia biasa mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua dan kakak-kakaknya.
Refleksi:
Seberapa tinggikah jiwa sosial saya? Menurut saya sih ini nggak ada hubungannya. Kadang kalo punya rejeki lebih jiwa sos saya sangat tinggi, tapi kalau akhir bulan yah nggak lah yauww.. sama-sama kere. hehe. Tapi artikel ini ada benarnya, saya liat dari si MT (note: si MT a.k.a pacar saya ini juga anak bungsu). Dia punya jiwa sosial yang sangat-sangat tinggi, sampai kadang saya keki sendiri dan mau bilang ke dia: nggak usah lha semuanya disumbang. hehe. (maafkan pacar mu yang tidak berjiwa sosial ini , MT).
Tidak bertanggung jawab
Menurut artikel, anak bungsu ini memiliki tingkat tanggung jawab yang rendah karena terbiasa "disuapi" dan "gampang diberi" oleh kakak dan orang tuanya.
Refleksi:
Siape bilang gw nggak tanggung jawab?? hah?!! Mungkin di beberapa hal ada benarnya, seperti: tanggung jawab atas kondisi kamar tidur *oops* Kalau dibandingkan dengan kakak saya yg obssesive compulsive, kamar saya sih (dulu waktu jaman SMP-SMA) jauh lebih berantakan dari kamar dia. Tapi kalau dalam hal-hal besar saya tetap dididik oelh orang tua saya dengan benar, yaitu untuk bertanggung jawab atas sikap dan perbuatan saya sendiri. Jadi, menurut saya tanggung jawab dan tidak, sangat jauh kalau dihubung2kan dengan urutan kelahiran seorang manusia. hehe.
Mudah menyerah
Sama seperti alasan tanggung jawab, karena saking seringnya anak bungsu "disuapi", maka ia akan lebih mudah menyerah dan tidak terbiasa berjuang.
Refleksi:
Bukti perjuangan saya, bisa dilihat di tulisan saya selama 2012 yaitu selama saya berjuang sendirian di sydney. Artikel tersebut sangat lemah menarik garis antara urutan kelahiran dengan kemudahan seseorang untuk menyerah. Banyak faktor lain selain generalisasi sikap orang tua terhadap anak terakhirnya yang dapat mempengaruhi kegigihan seseorang. Misalnya, anak bungsu sih anak bungsu, tapi klo lahirnya di keluarga miskin, kan sama-sama harus berjuang hidup. Mau bungsu, mau sulung, semua harus cari uang. yah toh! hehe
Emosional
Menurut artikel tersebut, pemberian perhatian yang lebih dari orang tua dan kakak juga berujung pada sikap emosional anak bungsu yang turun naik.
Refleksi:
Satu-satunya sifat yang saya benarkan! hehe. Saya memang orang yang sangat emosional. bisa gampang naik darah, tapi gampang juga reda dan menyesal. haha. Haruskah saya ikut anger management? Kata mama sih harus. hehe. Oh No!
Well, in the end, sesuai tulisan saya sebelumnya disini bahwa manusia itu tidak bisa dikelompokkan. Begitu juga dengan pengelompokkan sifat dan sikap manusia sesuai dengan urutan kelahirannya. hehe.
So, apakah kalian setuju kalau anak bungsu itu manja dan menyebalkan? (ayo anak bungsu pada bersuara).
Saya sih nggak setuju. Lingkungan dan pendidikan sangat berpengaruh pada sifat seseorang, bukan urutan kelahirannya.
Random banget yah tulisan saya kali ini. Out of nowhere tiba-tiba nulis beginian.
Ciao!
Hari ini saya sempat membaca teori mengenai anak bungsu dengan segala karakteristiknya di salah satu artikel di internet. Karena bacanya di kantor, dan saya randomly ketemu link itu, jadi sekarang tidak bisa saya share disini link-nya, karena saya sudah nggak bisa mencarinya hehe Tapi tadi pas makan siang yah Pak Bos! bukan pas jam kerja kookkk browsing-nyaa sueerr!! :D
Intinya artikel itu bilang kalau karakteristik anak bungsu itu kurang lebih seperti berikut ini:
* kelebihan: persuasif dan berjiwa sosial tinggi.
* kekurangan: tidak bertanggung-jawab, tidak memiliki kemauan yang keras (mudah menyerah) dan emosional.
Ok, satu-satu yah saya bahas, dengan merefleksikannya ke diri saya sendiri yang tidak lain tidak bukan adalah anak bungsu yang lucu, manis, dan imut. hehe.
Persuasif
Dalam artikel itu menyebutkan kalau anak bungsu itu bisa dibilang "memiliki" aset orang tua. Dengan kata lain, apa yang anak ini minta, pasti dikasih. Makanya, anak bungsu sering kali hanya tinggal merengek, dan wala! semuanya tersedia. Jadi dengan kata lain, merengek itu merupakan dasar-dasar ilmu marketing! (sesat banget).
Refleksi:
Dari sejak ingatan saya bekerja 100% alias saya ingat dengan jelas seluruh kejadian di hidup saya (kira-kira jaman SD, mau ngomong gitu ajah susah), yang saya tau, merengek bukan merupakan hal yang mempan untuk kedua orang tua saya. haha. Apalagi kalau merengek untuk barang yang mahal, seperti hand phone misalnya. Papa selalu mengajarkan berjuang sebelum dapat sesuatu yang kami (saya dan kakak saya) inginkan. Misalnya saja, waktu SMA kelas 1 saya mau handphone sampe jungkir balik, tetep ajah nggak dibeliin sampai keliatan nilai metematika di raport dapet 9 (Yes, I AM great at Math!!) haha (sombong tampar ajah! *plok*). Tapi tidak saya pungkiri kalau merengek itu adalah jurus ampuh anak bungsu. Karena hal ini berhasil digunakan untuk hal-hal kecil walaupun papa-mama saya adalah orang yang very strict. haha. Misalnya kalau ada cicak-cicak di dinding diam-diam merayap di kamar saya (note: saya paling geli sama cicak dan kecoa). Saya tinggal ke kamar mama dan merengek, walhasil mama datang kekamar saya membawa sapu lidi dengan segera (masih kejadian sampai sekarang lho! hihihi).
Bottom line, apakah saya menjadi persuasif? tidak. Hanya beberapa orang yang percaya perkataan saya kalau saya menawarkan sesuatu haha. Makanya in the end saya menjadi analyst instead of sales hehe.
Berjiwa sosial tinggi.
Kalo menurut artikel tersebut seorang anak bungsu memiliki jiwa sosial yang tinggi, karena dia biasa mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua dan kakak-kakaknya.
Refleksi:
Seberapa tinggikah jiwa sosial saya? Menurut saya sih ini nggak ada hubungannya. Kadang kalo punya rejeki lebih jiwa sos saya sangat tinggi, tapi kalau akhir bulan yah nggak lah yauww.. sama-sama kere. hehe. Tapi artikel ini ada benarnya, saya liat dari si MT (note: si MT a.k.a pacar saya ini juga anak bungsu). Dia punya jiwa sosial yang sangat-sangat tinggi, sampai kadang saya keki sendiri dan mau bilang ke dia: nggak usah lha semuanya disumbang. hehe. (maafkan pacar mu yang tidak berjiwa sosial ini , MT).
Tidak bertanggung jawab
Menurut artikel, anak bungsu ini memiliki tingkat tanggung jawab yang rendah karena terbiasa "disuapi" dan "gampang diberi" oleh kakak dan orang tuanya.
Refleksi:
Siape bilang gw nggak tanggung jawab?? hah?!! Mungkin di beberapa hal ada benarnya, seperti: tanggung jawab atas kondisi kamar tidur *oops* Kalau dibandingkan dengan kakak saya yg obssesive compulsive, kamar saya sih (dulu waktu jaman SMP-SMA) jauh lebih berantakan dari kamar dia. Tapi kalau dalam hal-hal besar saya tetap dididik oelh orang tua saya dengan benar, yaitu untuk bertanggung jawab atas sikap dan perbuatan saya sendiri. Jadi, menurut saya tanggung jawab dan tidak, sangat jauh kalau dihubung2kan dengan urutan kelahiran seorang manusia. hehe.
Mudah menyerah
Sama seperti alasan tanggung jawab, karena saking seringnya anak bungsu "disuapi", maka ia akan lebih mudah menyerah dan tidak terbiasa berjuang.
Refleksi:
Bukti perjuangan saya, bisa dilihat di tulisan saya selama 2012 yaitu selama saya berjuang sendirian di sydney. Artikel tersebut sangat lemah menarik garis antara urutan kelahiran dengan kemudahan seseorang untuk menyerah. Banyak faktor lain selain generalisasi sikap orang tua terhadap anak terakhirnya yang dapat mempengaruhi kegigihan seseorang. Misalnya, anak bungsu sih anak bungsu, tapi klo lahirnya di keluarga miskin, kan sama-sama harus berjuang hidup. Mau bungsu, mau sulung, semua harus cari uang. yah toh! hehe
Emosional
Menurut artikel tersebut, pemberian perhatian yang lebih dari orang tua dan kakak juga berujung pada sikap emosional anak bungsu yang turun naik.
Refleksi:
Satu-satunya sifat yang saya benarkan! hehe. Saya memang orang yang sangat emosional. bisa gampang naik darah, tapi gampang juga reda dan menyesal. haha. Haruskah saya ikut anger management? Kata mama sih harus. hehe. Oh No!
Well, in the end, sesuai tulisan saya sebelumnya disini bahwa manusia itu tidak bisa dikelompokkan. Begitu juga dengan pengelompokkan sifat dan sikap manusia sesuai dengan urutan kelahirannya. hehe.
So, apakah kalian setuju kalau anak bungsu itu manja dan menyebalkan? (ayo anak bungsu pada bersuara).
Saya sih nggak setuju. Lingkungan dan pendidikan sangat berpengaruh pada sifat seseorang, bukan urutan kelahirannya.
Random banget yah tulisan saya kali ini. Out of nowhere tiba-tiba nulis beginian.
Ciao!
Tuesday, March 11, 2014
Mengelompokkan Manusia
Postingan kali ini dibuat sambil menunggu telepon dari si MT. haha.
Tiba-tiba pas lagi liat-liat Path, kepikiran topik yang udah ada di kepala, tapi sulit sekali diungkapkan dari beberapa minggu yang lalu (lebay banget).
Akhir-akhir ini saya sering sekali menemukan ide-ide topik tulisan aneh di kepala, mungkin karena saya sering terjebak di kemacetan Jakarta. Dan kalau sudah terjebak, jadinya ngelamun (untung saya jarang ngelewatin kuburan kalo lagi nyetir hihi bisa-bisa nanti kesambet! *amit2!!*)
Ok, back to the topic! Mengelompokkan Manusia. Apasih itu? (Mungkin kalau ada salah satu pembaca yang mempunyai background psikologi, bisa tolong bantu saya dengan tulisan ini. Eniwei, dulu saya mau lho jadi psikolog, tapi karena "himbauan" papa akhirnya saya jadi akuntan (sudahlah, ini akan saya ceritakan di posting-posting mendatang saja hehe kalau nggak nanti jadi OOT hoho).
Dulu, waktu masih sering ikut mudika (sekarang namanya OMK), saya pernah diajarkan mengenai 4 pengelompokkan sifat orang: sanguinis, plegmatis, (apalagi yah 2 nya lupa dhee.. nggak mungkin "romantis" kan?? hahaha!). Lalu ada lagi baru2 ini muncul introvert vs extrovert. Lalu ada lagi teori tentang sifat anak sulung, anak tengah, dan anak bungsu. Dan lain lain.
Saya adalah tipe orang yang tidak begitu mengenal diri sendiri dalam kelompok2 manusia yang sudah ada. Misalnya, orang bilang saya extrovert, karena saya bawel. Tapi saya merasa akan bawel ke orang-orang tertentu saja, dan nggak pernah nyaman berada di lingkungan baru. Jadi saya bilang saya interovert. Tapi di lain sisi, saya senang sekali berbagi dengan orang lain, dari tulisan, dan sharing. Jadi kalau gitu, saya extrovert atau introvert??
Lalu saya pernah baca teori anak sulung, anak tengah, dan anak bungsu. Saya anak bungsu, dengan hanya punya 1 kakak yang bisa dibilang cuek sama dd nya yang manis ini (cuek yah, bukan nggak sayang). Nah, kalo dalam teori si sulung dan si bungsu, nggak masuk juga tuh sama saya. Di teori itu disebutkan, kalo si bungsu harusnya menjadi seorang penyayang, petualang,.. (apalagi yah saya agak lupa, pokoknya yang sifat lucu2 cantik dan manis gitu lha). Nah hal ini nggak sesuai juga sama saya (kita ngomongin sifat yah, bukan appearance, kalo ngomongin appearance, saya lucu2 cantik dan manis kok! hehehe). Saya lebih seperti anak tengah, yang katanya berantakan (yes, my room doesn't look like a girl room hehe *oops!) Yang katanya mandiri (mungkin karena saya kuliah selalu jauh dari rumah dan saya punya kakak yang cuek, jadi saya seperti terbiasa untuk mandiri). Tapi saya juga cengengesan gini punya jiwa leadership lho (a.k.a mau sok ngatur wkwkw!) artinya saya juga punya jiwa anak sulung. Nah lho, sekarang saya nggak ada bungsu-bungsu nya sama sekali!!
Yah inti dari tulisan ini adalah, saya berkesimpulan kalau sifat manusia itu tidak bisa dikelompok2an. Manusia itu unik! 1 orang cuman ada 1.
Morale of the story, jangan pernah menghakimi orang, karena kita semua berbeda. :)
Selamat malam!
Tiba-tiba pas lagi liat-liat Path, kepikiran topik yang udah ada di kepala, tapi sulit sekali diungkapkan dari beberapa minggu yang lalu (lebay banget).
Akhir-akhir ini saya sering sekali menemukan ide-ide topik tulisan aneh di kepala, mungkin karena saya sering terjebak di kemacetan Jakarta. Dan kalau sudah terjebak, jadinya ngelamun (untung saya jarang ngelewatin kuburan kalo lagi nyetir hihi bisa-bisa nanti kesambet! *amit2!!*)
Ok, back to the topic! Mengelompokkan Manusia. Apasih itu? (Mungkin kalau ada salah satu pembaca yang mempunyai background psikologi, bisa tolong bantu saya dengan tulisan ini. Eniwei, dulu saya mau lho jadi psikolog, tapi karena "himbauan" papa akhirnya saya jadi akuntan (sudahlah, ini akan saya ceritakan di posting-posting mendatang saja hehe kalau nggak nanti jadi OOT hoho).
Dulu, waktu masih sering ikut mudika (sekarang namanya OMK), saya pernah diajarkan mengenai 4 pengelompokkan sifat orang: sanguinis, plegmatis, (apalagi yah 2 nya lupa dhee.. nggak mungkin "romantis" kan?? hahaha!). Lalu ada lagi baru2 ini muncul introvert vs extrovert. Lalu ada lagi teori tentang sifat anak sulung, anak tengah, dan anak bungsu. Dan lain lain.
Saya adalah tipe orang yang tidak begitu mengenal diri sendiri dalam kelompok2 manusia yang sudah ada. Misalnya, orang bilang saya extrovert, karena saya bawel. Tapi saya merasa akan bawel ke orang-orang tertentu saja, dan nggak pernah nyaman berada di lingkungan baru. Jadi saya bilang saya interovert. Tapi di lain sisi, saya senang sekali berbagi dengan orang lain, dari tulisan, dan sharing. Jadi kalau gitu, saya extrovert atau introvert??
Lalu saya pernah baca teori anak sulung, anak tengah, dan anak bungsu. Saya anak bungsu, dengan hanya punya 1 kakak yang bisa dibilang cuek sama dd nya yang manis ini (cuek yah, bukan nggak sayang). Nah, kalo dalam teori si sulung dan si bungsu, nggak masuk juga tuh sama saya. Di teori itu disebutkan, kalo si bungsu harusnya menjadi seorang penyayang, petualang,.. (apalagi yah saya agak lupa, pokoknya yang sifat lucu2 cantik dan manis gitu lha). Nah hal ini nggak sesuai juga sama saya (kita ngomongin sifat yah, bukan appearance, kalo ngomongin appearance, saya lucu2 cantik dan manis kok! hehehe). Saya lebih seperti anak tengah, yang katanya berantakan (yes, my room doesn't look like a girl room hehe *oops!) Yang katanya mandiri (mungkin karena saya kuliah selalu jauh dari rumah dan saya punya kakak yang cuek, jadi saya seperti terbiasa untuk mandiri). Tapi saya juga cengengesan gini punya jiwa leadership lho (a.k.a mau sok ngatur wkwkw!) artinya saya juga punya jiwa anak sulung. Nah lho, sekarang saya nggak ada bungsu-bungsu nya sama sekali!!
Yah inti dari tulisan ini adalah, saya berkesimpulan kalau sifat manusia itu tidak bisa dikelompok2an. Manusia itu unik! 1 orang cuman ada 1.
Morale of the story, jangan pernah menghakimi orang, karena kita semua berbeda. :)
Selamat malam!
Friday, February 28, 2014
I choose to be happy
Hari ini saya mau menulis sesuatu yang agak-agak serius. Ser-San serius tapi santai (haduh, jadul banget bahasa gw!!)
Hari ini banyak sekali hal-hal yang terjadi yang mungkin bisa merusak mood saya. Kalau mood nya sudah rusak, it definetely will ruin my weekend! (NO!!)
There was a time when a small thing could easily ruin my mood. Tapi sekarang saya sudah tau, if you want to be happy, then u should choose to be happy.
Baru sekarang sadar sih soal hal-hal beginian, mungkin masalah ada pada faktor "U" a.k.a umur yang sudah harusnya dewasa. haha.
Hari ini, saya memulai Jumat dengan malas. Memang minggu ini to-do-list saya sudah beres, dan saya tidak punya hal yang urgent yang harus diselesaikan. So, what else could I do instead of: ENJOYING MY DAY. HAHA!
Tapi lagi heaven-heaven-nya (oposeh bahasanyaa) tau-tau jam 4 bermunculan email kerjaan. Sebenarnya itu bukan tanggung jawab saya, tapi 2 orang colleagues saya cuti minggu depan, dan saya harus back up mereka. Awalnya memang sempet mengeluh, kenapa mereka nggak berbagi kerjaan dari pagi tadi? kenapa harus 1 jam sebelum tenggo? kenapa..? kenapa?? (banyak kenapanya dhe).
Lagi, hari ini saya harusnya dijemput sama Papa. Tapi mendadak papa kasih kabar kalau beliau ada halangan, jadi saya harus naik taxi pulang. This is Friday. Can u imagine how hard to find taxi on Friday in Sudirman?? Tadinya saya decide mau naik ojek. Tapi mengingat tidak membawa perlengkapan (masker, jaket berkupluk buat tutup kepala). Akhirnya karena sakit perut dan takut hujan saya harus merogoh kocek lebih dalam. :(
Lagi, jalanan sangat maceeeet kalau naik taxi di jam 6. Yang seharusnya bisa saya tempuh 1 jam lebih sedikit, saya harus tempuh 1 jam 30 menit. Dan yang paling heboh adalah: menahan perut melilit!! haha.
Lagi, rencana pulang cepat sudah gagal total karena kerjaan mendadak dan cari taxi yang susah. Akhirnya rencana mau joget hiphop abs pun saya mundurkan. Tapi sampai rumah, terpaksa harus jagain ponakanku nan-bandel (tapi lucuk!!). Pulang langsung menyalurkan kemelilitan perut saya ke WC haha! Makan mandi, dan langsung menjaga ponakanku yang nggak mau minum susu, nggak mau tidur, maunya hanya main dan nonton. Ditambah pengasuhnya yang ngedumel terus. Akhirnya joget perut itu saya urungkan (Besok ajah pagi2 fitnes hehe).
Seluruh kejadian di atas sudah sangat cukup membuat mood weekend berantakan. Tapi I CHOOSE TO BE HAPPY. hehe.
Soal kerjaan, banyak teman sekantor lain yang mendukung dan memberi support, so, nggak akan berat dikerjain sama suasana hati yang enak nanti di hari senin. (Don't worry boss! I'm happy! hehe). Kedua, soal merogoh kocek buat taxi dan buang waktu di traffic. Well, ini nggak ada solusinya sih, so buat apa dipikirin lebih lama, toh uang sudah keluar, waktu sudah terbuang, supir taxi sudah senang karena dapat order. So, I choose to be happy.
Joget perut yang terbengkalai. Salah saya sendiri hari ini minum soya shake yang pakai ice cream vanilla. Makanya hari ini jadi merasa bersalah banget kalau nggak joget perut. Tapi eniwei besok kan mau fitnes, so kalo hari ini jelek2 mood nya, besok pasti jadi males fitness. hehe. Dan, menjaga ponakan itu seruu, sebel, lucu jadi satu. Sampai akhirnya ponakan saya nggak mau lepas sampe tidur sama saya, itu namanya achievement! hehe. So, I choose to be happy!
Morales of the story are:
* saya sudah tua.
* Happy is not a given situation, it is an effort to forget and forgive.
Ciao!
Hari ini banyak sekali hal-hal yang terjadi yang mungkin bisa merusak mood saya. Kalau mood nya sudah rusak, it definetely will ruin my weekend! (NO!!)
There was a time when a small thing could easily ruin my mood. Tapi sekarang saya sudah tau, if you want to be happy, then u should choose to be happy.
Baru sekarang sadar sih soal hal-hal beginian, mungkin masalah ada pada faktor "U" a.k.a umur yang sudah harusnya dewasa. haha.
Hari ini, saya memulai Jumat dengan malas. Memang minggu ini to-do-list saya sudah beres, dan saya tidak punya hal yang urgent yang harus diselesaikan. So, what else could I do instead of: ENJOYING MY DAY. HAHA!
Tapi lagi heaven-heaven-nya (oposeh bahasanyaa) tau-tau jam 4 bermunculan email kerjaan. Sebenarnya itu bukan tanggung jawab saya, tapi 2 orang colleagues saya cuti minggu depan, dan saya harus back up mereka. Awalnya memang sempet mengeluh, kenapa mereka nggak berbagi kerjaan dari pagi tadi? kenapa harus 1 jam sebelum tenggo? kenapa..? kenapa?? (banyak kenapanya dhe).
Lagi, hari ini saya harusnya dijemput sama Papa. Tapi mendadak papa kasih kabar kalau beliau ada halangan, jadi saya harus naik taxi pulang. This is Friday. Can u imagine how hard to find taxi on Friday in Sudirman?? Tadinya saya decide mau naik ojek. Tapi mengingat tidak membawa perlengkapan (masker, jaket berkupluk buat tutup kepala). Akhirnya karena sakit perut dan takut hujan saya harus merogoh kocek lebih dalam. :(
Lagi, jalanan sangat maceeeet kalau naik taxi di jam 6. Yang seharusnya bisa saya tempuh 1 jam lebih sedikit, saya harus tempuh 1 jam 30 menit. Dan yang paling heboh adalah: menahan perut melilit!! haha.
Lagi, rencana pulang cepat sudah gagal total karena kerjaan mendadak dan cari taxi yang susah. Akhirnya rencana mau joget hiphop abs pun saya mundurkan. Tapi sampai rumah, terpaksa harus jagain ponakanku nan-bandel (tapi lucuk!!). Pulang langsung menyalurkan kemelilitan perut saya ke WC haha! Makan mandi, dan langsung menjaga ponakanku yang nggak mau minum susu, nggak mau tidur, maunya hanya main dan nonton. Ditambah pengasuhnya yang ngedumel terus. Akhirnya joget perut itu saya urungkan (Besok ajah pagi2 fitnes hehe).
Seluruh kejadian di atas sudah sangat cukup membuat mood weekend berantakan. Tapi I CHOOSE TO BE HAPPY. hehe.
Soal kerjaan, banyak teman sekantor lain yang mendukung dan memberi support, so, nggak akan berat dikerjain sama suasana hati yang enak nanti di hari senin. (Don't worry boss! I'm happy! hehe). Kedua, soal merogoh kocek buat taxi dan buang waktu di traffic. Well, ini nggak ada solusinya sih, so buat apa dipikirin lebih lama, toh uang sudah keluar, waktu sudah terbuang, supir taxi sudah senang karena dapat order. So, I choose to be happy.
Joget perut yang terbengkalai. Salah saya sendiri hari ini minum soya shake yang pakai ice cream vanilla. Makanya hari ini jadi merasa bersalah banget kalau nggak joget perut. Tapi eniwei besok kan mau fitnes, so kalo hari ini jelek2 mood nya, besok pasti jadi males fitness. hehe. Dan, menjaga ponakan itu seruu, sebel, lucu jadi satu. Sampai akhirnya ponakan saya nggak mau lepas sampe tidur sama saya, itu namanya achievement! hehe. So, I choose to be happy!
Morales of the story are:
* saya sudah tua.
* Happy is not a given situation, it is an effort to forget and forgive.
Ciao!
Monday, February 24, 2014
17, 24, 25, 26 and 27
It's my BIRTHDAY!! (udah lewat beberapa hari sihh..)
Selain tahun baru, bday merupakan hari besar kedua yang tepat untuk merefleksi diri kita (aduh, keliatan banget ini sudah tua, dari cara ngomongnya).
Anyway, klo dalam kesempatan kali ini, saya mau kilas balik ajah ah (tuh kan beneran bahasanya kayak orang tua banget!). Kilas balik tahun2 tahun berkesan buat saya. Well, at least tahun-tahun itu yang paling saya ingat. hehe. Harap maklum kalau saya suka lupa, karena saya bukan orang yang punya "attention to detail"
2004.
Sweet 17! Siapa yang nggak inget kalau setiap minggu pasti ada ajah pesta sweet 17! Akhirnya saya mupeng dan orang tua saya bersedia menyisihkan sedikit uang untuk memberikan saya pesta yang cukup meriah hehe. Waktu 17 itu, yang saya ingat saya belum pacaran. Haha! (malah hal yang nggak penting yang diingat) Dirayakannya di restoran Bebek Bali, Senayan (sekarang masih ada nggak yahh..) Panitia nya kalau nggak salah dibantuin sama temen-temen deketnya mama, yang merupakan ibu-ibu lingkungan sini juga.. hehe Terima kasih MaPa dan Tante2!
2010.
Tahun pertama di KAP 3 huruf! Lho, kenapa inget?! Yah ulang tahun disini cukup berkesan. hehe. Waktu itu saya masih cupu ngauditnya (emak sekarang udah jago?!) Saya di assign di salah satu multifinance client, yang deadline nya agak2 bikin jungkir balik. Nah tibalah 20 Feb 10 itu, di hari sabtu. Karena lagi deadline, disuruhlha saya masuk kantor untuk kerja. Iyah kerja! Di hari Sabtu, di hari ulang tahun! Hehe Tapi saat agi sedih2nya bekerja, tiba2: Taddaa! ada kue ulang tahun buat saya! hihihi..Thank you guys!! Nih fotonya:
Ah, fotonya agak memalukan, masih gendud, hitam, dan cengengesan!
2012.
Tahun pertama saya ulang tahun dan berada miles away from home! Tahun ini ulang tahun di Sydney! A dream city! (lebay) hehe. Tanggal 10 saya menginjakkan kaki di Sydney, tanggal 20 saya ulang tahun. Ulang tahun di Sydnes sangat berbeda dengan ulang tahun di Jakarta, kenapa? PANAS! selama di Jakarta, hampir setiap tahun dihantui sama hujan dan banjir. Tapi di Sydney, dihantui sama tanning! Satu lagi yang membuat ulang tahun di Sydney menjadi ada "bumbu" nya, saya dapat cupcake dari teman saya, yang skrg jadi one of my besties :) Perhatian sekecil cupcake, menjadi besar artinya karena kami sama2 merantau sendirian disana. haha. Sayang sekali saya cari2 fotonya, sudah raib di BB saya yang sudah tewas teerbanting ponakan saya.
2013.
Tahun pertama ulang tahun dirayakan secara surprise oleh ibu-bapak Lingkungan sekitar rumah hehe. Setelah acara doa lingkungan yang (kayaknya sengaja) bertepatan dengan ultah saya, mama mengeluarkan ice cream cake dari kulkas dan surprise! semua om-tante ikut merayakan dhe. :)
Thanks to Om Andi yang membawa camera dan langsung diupload di Facebook hihi
2014.
NOW!Yes NOW!ada yang special? pastinya. haha. Tahun ini tahun special! (But I think every year is a special year) Tahun ini, saya dapat birthday leave!! (nggak penting haha) Yah coba saja bandingkan dengan tahun 2010 yang merayakan ulang tahun dikantor, bday leave menjadi sangat significant pentingnya (apasih) hehe. Selain itu, tahun ini saya rayakan dengan keempat besties saya yang bersedia nemenin saya menemui mbak2 yang menyebalkan untuk fitting2 hihi..
nggak perduli kata mbak2nya, kita tetep makan enak pulang fitting hihihi
Di hari H, nampaknya mama sudah membuat kebiasaan baru: membelikan anak putrinya yang paling cantik (karena nggak punya putri lain) ini kue tart di setiap ulang tahunnya yippyy!! Terima kasih mama! *kiss kiss*
percaya nggak, kalau makan malam gw cuman 1 slice kue coklat ini?? hehe
Dan yang paling penting! ternyata di hari yang sama, BCA juga merayakan ulang tahun saya (ngarep-red) Mereka memberikan discount untuk teman2 saya sebesar 57%!! hahahaha Terima Kasih BCA! Setelah lebih dari 15 tahun saya menjadi nasabah anda, walaupun saya TIDAK PERNAH dapat hadiah Gebyar BCA, akhirnya kalian memberikan saya hadiah berarti (ngarep banget-red) hahaha
Pic from Frances!; Anyone enjoy my treat that day?? heheh
2015-dan seterusnya.
Saya berdoa semoga Tuhan memberikan hari-hari yang semakin menyenangkan. Dipenuhi oleh orang-orang yang menyenangkan. Dan bisa menyenangkan orang-orang sekitar saya! AMIN!
See you in 2015!
Selain tahun baru, bday merupakan hari besar kedua yang tepat untuk merefleksi diri kita (aduh, keliatan banget ini sudah tua, dari cara ngomongnya).
Anyway, klo dalam kesempatan kali ini, saya mau kilas balik ajah ah (tuh kan beneran bahasanya kayak orang tua banget!). Kilas balik tahun2 tahun berkesan buat saya. Well, at least tahun-tahun itu yang paling saya ingat. hehe. Harap maklum kalau saya suka lupa, karena saya bukan orang yang punya "attention to detail"
2004.
Sweet 17! Siapa yang nggak inget kalau setiap minggu pasti ada ajah pesta sweet 17! Akhirnya saya mupeng dan orang tua saya bersedia menyisihkan sedikit uang untuk memberikan saya pesta yang cukup meriah hehe. Waktu 17 itu, yang saya ingat saya belum pacaran. Haha! (malah hal yang nggak penting yang diingat) Dirayakannya di restoran Bebek Bali, Senayan (sekarang masih ada nggak yahh..) Panitia nya kalau nggak salah dibantuin sama temen-temen deketnya mama, yang merupakan ibu-ibu lingkungan sini juga.. hehe Terima kasih MaPa dan Tante2!
2010.
Tahun pertama di KAP 3 huruf! Lho, kenapa inget?! Yah ulang tahun disini cukup berkesan. hehe. Waktu itu saya masih cupu ngauditnya (emak sekarang udah jago?!) Saya di assign di salah satu multifinance client, yang deadline nya agak2 bikin jungkir balik. Nah tibalah 20 Feb 10 itu, di hari sabtu. Karena lagi deadline, disuruhlha saya masuk kantor untuk kerja. Iyah kerja! Di hari Sabtu, di hari ulang tahun! Hehe Tapi saat agi sedih2nya bekerja, tiba2: Taddaa! ada kue ulang tahun buat saya! hihihi..Thank you guys!! Nih fotonya:
Ah, fotonya agak memalukan, masih gendud, hitam, dan cengengesan!
2012.
Tahun pertama saya ulang tahun dan berada miles away from home! Tahun ini ulang tahun di Sydney! A dream city! (lebay) hehe. Tanggal 10 saya menginjakkan kaki di Sydney, tanggal 20 saya ulang tahun. Ulang tahun di Sydnes sangat berbeda dengan ulang tahun di Jakarta, kenapa? PANAS! selama di Jakarta, hampir setiap tahun dihantui sama hujan dan banjir. Tapi di Sydney, dihantui sama tanning! Satu lagi yang membuat ulang tahun di Sydney menjadi ada "bumbu" nya, saya dapat cupcake dari teman saya, yang skrg jadi one of my besties :) Perhatian sekecil cupcake, menjadi besar artinya karena kami sama2 merantau sendirian disana. haha. Sayang sekali saya cari2 fotonya, sudah raib di BB saya yang sudah tewas teerbanting ponakan saya.
2013.
Tahun pertama ulang tahun dirayakan secara surprise oleh ibu-bapak Lingkungan sekitar rumah hehe. Setelah acara doa lingkungan yang (kayaknya sengaja) bertepatan dengan ultah saya, mama mengeluarkan ice cream cake dari kulkas dan surprise! semua om-tante ikut merayakan dhe. :)
Thanks to Om Andi yang membawa camera dan langsung diupload di Facebook hihi
2014.
NOW!Yes NOW!ada yang special? pastinya. haha. Tahun ini tahun special! (But I think every year is a special year) Tahun ini, saya dapat birthday leave!! (nggak penting haha) Yah coba saja bandingkan dengan tahun 2010 yang merayakan ulang tahun dikantor, bday leave menjadi sangat significant pentingnya (apasih) hehe. Selain itu, tahun ini saya rayakan dengan keempat besties saya yang bersedia nemenin saya menemui mbak2 yang menyebalkan untuk fitting2 hihi..
nggak perduli kata mbak2nya, kita tetep makan enak pulang fitting hihihi
Di hari H, nampaknya mama sudah membuat kebiasaan baru: membelikan anak putrinya yang paling cantik (karena nggak punya putri lain) ini kue tart di setiap ulang tahunnya yippyy!! Terima kasih mama! *kiss kiss*
percaya nggak, kalau makan malam gw cuman 1 slice kue coklat ini?? hehe
Dan yang paling penting! ternyata di hari yang sama, BCA juga merayakan ulang tahun saya (ngarep-red) Mereka memberikan discount untuk teman2 saya sebesar 57%!! hahahaha Terima Kasih BCA! Setelah lebih dari 15 tahun saya menjadi nasabah anda, walaupun saya TIDAK PERNAH dapat hadiah Gebyar BCA, akhirnya kalian memberikan saya hadiah berarti (ngarep banget-red) hahaha
Pic from Frances!; Anyone enjoy my treat that day?? heheh
2015-dan seterusnya.
Saya berdoa semoga Tuhan memberikan hari-hari yang semakin menyenangkan. Dipenuhi oleh orang-orang yang menyenangkan. Dan bisa menyenangkan orang-orang sekitar saya! AMIN!
See you in 2015!
Subscribe to:
Posts (Atom)



















