Showing posts with label random thought. Show all posts
Showing posts with label random thought. Show all posts

Thursday, March 9, 2017

Kenapa Dia?

Hallo Pembaca!!

Mumpung hari ini saya cuti, saya coba meluangkan waktu untuk menulis..

Kenapa sih saya suka menulis? karena menurut salah satu dosen pembimbing skripsi saya saat di Bandung, dengan menulis kita bisa belajar mencerna mind-mapping yang ada di otak kita. Kita tuangkan dalam tulisan yang nantinya bisa bermanfaat untuk orang lain :)

Tapi sayangnya, blog saya ini *tarik napas dan buang napas* apalah artinya blog saya ini untuk orang lain *sigh...
Walaupun tidak menambah sepersen-pun ilmu pengetahun, tapi tetap saja saya menulis apa yang saya rasakan dan apa yang menurut saya bisa bermanfaat untuk dibaca orang lain.. hehe semoga pembaca2 blog saya ini mendapatkan manfaat yah.. (at least) bisa untuk sedikit tersenyum dan tertawa saat saya sedang mencoba untuk melucu dalam tulisan saya :D

Hari ini saya mau bercerita tentang si "Dia".. Hey Hey Siapa Dia..? (lagu apa hayo ini?? anak 90an pasti tau! hehe)

Anyway.. tempo hari ada seorang bertanya kepada saya (sebenarnya pertanyaan dia ini sudah beberapa kali dilemparkan ke saya oleh beberapa orang)..
"Win, Kenapa Dia? Kenapa MT? Kapan lo tau He is The one? Apa alasan lo menikah sama dia?"
Wiii... berat banget nggak, pembaca, pertanyaan ini?? haha..

Berat loh buat saya.. pertanyaan super berbobot yang ditanyakan kepada seorang wanita impulsive yang tidak pernah berfikir jernih saat mengambil sebuah keputusan.. hahaha.. I was just lucky marrying him haha!

Terus terang ajah yah, saya nggak pernah loh - menjelang hari pernikahan - berfikir "Is he the one? What if I've made the wrong decision?" never!
Selain karena MT emank baik banget nget (Disclaimer dulu sebelum mengungkapkan fakta selanjutnya), saya juga orang yang (seperti yang saya bilang sebelumnya) impulsive. I never think. That's simple. haha!

Saya nggak pernah punya long list full of criteria pria seperti apa yang harus saya kencani (duh bahasa tahun 90-an), saya juga tidak punya long list of my dream wedding day.. Saya juga tidak pernah punya list panjang tentang kriteria apa saja yang saya mau dari seorang suami saya..

Cuma 1 hal yang dari dulu saya cari dari pribadi seorang pria: Seperti Papa saya. (HAHA!) ternyata lebih susah daripada punya list panjang yahhh...!! hahaha Yes, I'm a daddy's spoiled lil girl! Dan saya menemukan itu di dirinya si MT. That's it. Tapi kalo disuruh jabarin satu-satu, saya nggak tau kriteria apa ajah yang MT punya yang mirip papa saya.. karena kalo dipikir2 sebenernya MT nggak mirip2 banget sama papa saya.. haha disaat papa saya menyetir dengan sangat terburu2, MT menyetir dengan sangant hati2 dan taat peraturan.. di saat papa saya suka barang2 up to date, MT malah suka barang2 jadoel..

Jadi, balik lagi ke pertanyaan pertama: Kenapa Dia?
Overall, saya tidak tau, mungkin karena kami cocok selama 7 tahun pacaran.. Mungkin karena kami bisa menjaga komunikasi kami dengan baik (note: saya setiap malam selalu telepon sama MT dan mengobrol - literally mengobrol tentang semua kejadian di hari masing2).. Mungkin juga karena kami punya rasa toleransi yang cukup untuk antisipasi sifat jelek satu sama lain.. Mungkin karena saya ini impulsive dan nggak pernah berfikir rumit :D

Kemudian, pertanyaan yang sama, saya lempar ke MT.. Kenapa saya?
Dan jawaban yang sama keluar dari mulut MT. Diapun tidak tau jelas kenapa saya.. hehe (semoga sih dia benar2 tidak tau, bukannya pura2 tidak tau) hehe..
Justification yang dia kasih ke saya adalah: ketika seseorang mencintai pasangannya dengan alasan, suatu saat ketika alasan tersebut sudah tidak ada dalam diri pasangannya, cintanya-pun sudah tidak ada.. Ketika seorang mencintai pasangannya tanpa alasan, maka cintanya tidak pernah hilang karena dari awal tidak ada alasan..

Ciiieee... Akhirnya saya berhenti bertanya ke dia, karena sudah luluh digombalin pake romantisme tahun 90an (namanya juga MT: pikirannya seperti orang dewasa - tua maksudnya mungkin) hehehehe..

Buat teman2 yang sudah (terlanjur) menikah, coba donk di share juga ceritanya.. kenapa DIA? saya mau tau ada nggak sih orang seperti saya? haha
Buat teman2 yang belum menikah, coba dipikir lagi alasannya kenapa DIA? kalo alasan itu tidak ada dan kamu sudah merasa cocok, artinya kamu sudah bertemu dengan DIA yang tepat.. :D

Selamat berpetualang, Para Pencari Cinta! #HALAH #PRETT

Sunday, January 15, 2017

Ask the right question

Saya rasa, saya harus kembali ke jalan yang benar.

Having said that, bukan berarti saat ini saya berada di jalan yang salah juga sih.. Tapi I've been caught up with life in the past 2.5 years.

Setiap kali bolong ke gereja atau nggak doa malam selalu di justify dengan kesibukan hidup, terlebih waktu saya tinggal di cibubur. Tapi nyatanya, setelah kembali ke jakarta barat-pun saya masih terlalu sibuk untuk ke gereja (yg sebenernya cuman 15 menit jalan kaki dr rumah) dan berdoa.

Tapi saya selalu meminta. Selalu menuntut. Dan selalu diberi. To the point that saya sampai malu meminta lagi.

(Pengantar yang cukup berat untuk sebuah tulisan yang ditulis oleh saya yah haha)

Anyway, kurang lebih 3 hari yang lalu mama saya mengirim rekaman renungan Rm. Gunawan MKK yang isinya tentang orang kusta yang minta disembuhkan oleh Yesus. Saya sih seperti kebanyakn orang Katolik, saya lupa itu ayat dr injil apa ayat berapa dan bab berapa hehe.. tapi intinya si orang kuata bertanya kepada Yesus "Tuhan, jika Engkau berkenan, maka tahirkan lah aku"

Nah isi renungan sang romo, menekankan pada kerendhan hati si orang kusta.. karena dia tidak meminta, dia hanya bertanya apakah Tuhan berkenan.. Lalu Tuhan tergerak hatinya oleh kerendahan hati si orang kusta tersebut.. kurang lebih intinya gitu..

Ini si mama juga bisaan ajah kirim ayat di saat yang tepat banget..

Kenapa tepat? Karena saya selalu meminta. Meminta untuk dikaruniai seorang keturunan (iyah balik lagi yah ke topik TTC).. To the point that saya udah gak pernah doa lagi karena merasa permintaan kaki ini belum juga dikabulkan.. dengan kata lain saya terlalu angkuh untuk berdoa..(dosa bangeet!)

Si MT selalu bikang, kalo kita doa, gak boleh minta keturunan, karena bukan kita yg berencana.. tapi kita harus minta dipersiapkan jadi orang tua.. (buat teman2 yang lupa, MT ini THS selama sekian tahun, putra altar sampai dengan usia sudah tidak diijinkan bertugah haha, selalu menjadi seksi rohani kelas, u named it lah).. tapi seperti kebanyakan orang yah, kalo dinasihatin orang terdekat, biasanya kan nggak pernah nempel nasihatnya.. jd harus dibilangin orang lain yah haha

Long story short, saya mulai menerapkan berdoa dengan rendah hati sesuai anjuran rm Gun..

Nah, nampaknya Tuhan mau menunjukkan sesuatu..

Beberapa hari belakangan ini saya selalu mendengar2 cerita2 sedih (kebanyakan sih dr instagram)..

Pertama, saat saya buka explore, I happened stalking into this one account yang isinya orang tua dengan baby yang meninggal setelah 6 hari dilahirkan.. disitu orang tua nya menulis doa untuj anaknya yang sudah dia nanti 38 weeks tapi tidak bisa dia peluk saat masih bernapas.. (sedihh yahh)

Kedua, again, dari instagram, di explore saya ada orang tua dengan baby yang terlahir sumbing dan harus menjalankan operasi bbrp kali.. disitu saya liat pisting2 ibunya begitu bangga dengan anaknya walauoun memiliki kekurangan fisik..

Ketiga, lagi2 instagram.. mungkin yang ini kalian tau, karena saya ligat bbrp teman juga posting tentang balita ini.. namanya Fang2, yang terkena neoroblastoma..

Keempat, ini kejadian sore tadi.. cucu pembantu saya sendiri, menungggal di usia 26 hari karena kelainan selaput otak (masih dugaan)..

Satu benang merah yang bisa saya tarik dari semua cerita diatas adalah.. mereka semua hadir di dalam orang tua yang dikuatkan oleh Tuhan..

Anyway, seorang teman pernah bilang ke saya, kalau punya anjing adalah sebuah expensive toy.. relate to this, kalo anjing ajah expensive, apalagi kalau punya anak?? Sudah siapkah saya??

Sekarang saya baru sadar, mungkin Tuhan membuka mata saya bahwa inilah yang seharusnya saya minta dari Tuhan.. kesiapan diri, kesiapan iman, kesiapan finansial, kesiapan menjadi orang tua.. Bukan meminta keturunan langsung tanpa persiapan.. karena pasti Tuhan nggak mau anugrahnya saya urus 'seadanya'..

Bottomline, saya percaya kekuatan soa dengan rendah hati.. saya juga percaya bahwa saya dan MT sedang dipersiapkan oleh Tuhan.. apapun caranya akan kami jalani dalam Tuhan.. melalui apapun, kesabaran dan kesiapan kami sedang diasa.. saya pun sudah bisa mulai berpasrah dan semiga levih pasrah lagi dengan jalan Tuhan setelah selesai menulis blog ini.. Amin!

Saturday, December 24, 2016

Menjelang Hari Raya Natal dan Hari "Ditanyain Keluarga Seduania"

Haloo lagiii...

Akhir2 ini saya merasa agak buntu deh kalo mau menulis..mungkin karena sudah jarang membaca.. :( (selain membaca memo credit yahh..Boss saya kerja dengan benar loh Boss...semoga bos saya baca! dan bonus saya dinaikin hehe) Kadang menulis itu butuh inspirasi, dari mana datangnya? dari membaca, melihat, mendengar, dan merasa (ciee...ngomong opo toh nduk?)

Okei, karena ini sudah menjelang Natal. Natal sudah bisa dihitung mundur dari 43,200 detik lagi (silahkan, yg mau hitung dari 43,200.. 43,199.. 43,198... (lanjutin sendiri ah saya lelah)..

Pembahasannya sekarang adalah bertemu keluarga di kala Natal..

Kebiasaan di keluarga kami (The Iswandas-Marzukis) itu kalau Natal adalah "Open House". Tradisinya sudah dimulai dari sejaaakkk...saya sendiri lost track, mungkin sejak kami semua pindah ke Jakarta.

Background nya adalah (ini hanya tebakan saya semata yahh):
Clan The Iswandas itu terdiri dari 1 sister and 5 brothers. Papa saya merupakan anak no 3, dan merupakan salah satu yang menjadi kristiani "yang duluan" dibanding saudara2nya.. Dan kebetulan juga menikahi "clan The Marzukis" yang juga sangat kristiani. Klan The Marzuki sendiri terdiri dari 4 bersaudara, dan dikepalai oleh mama saya, orang paling suka rempong sedunia haha! Akhirnya, diadakanlah tradisi "Open House" dari tahun-ke-tahun di rumah Iswanda-Marzuki di bilangan Joglo.

Dari sepuluh tahun yang lalu setiap selesai acara mama selalu bilang "tahun depan, nggak mau lagi ah capek" tapi di tiap November akhir tiap tahun, dia selalu lupa dengan kelelahan open house, berganti dengan excited-nya Christmas celebration and all other thingy.

Jadi... karena Open House ini selalu diadakan di rumah enyak-babe saya, saya pun nggak bisa mangkir dan harus hadir dan membantu di setiap tahunnya kann..

Selayaknya 2 buah keluarga besar berkumpul disaat hari raya (pasti teman2 yang muslim juga merasakan hal yg sama saat Lebaran), apa hayoo yang paling ditakutkan?

Buat yang jombo: ditanyain kapan bawa pacarnya kesini? nggak usah pilih-pilih bangett...
Buat yang udah punya pacar: ditanyain kapan kawin? tunggu apalagi sih?
Buat yang udah kawin ditanyain: kapan punya anak? Udah isi belum? jangan ditunda...
Buat yang udah kawin, tapi belum punya anak juga, dan berat badannya lagi agak berlebih: ditanyain "eh kamu udah isi yah??" <-- ini pertanyaan paling menyakitkan sih hahahahahha...

Siapa yang sering mengalami ini?? ngacuungg!! (saya saya!)..

Dulu jaman masih jomblo (sekitar SMA-kuliah awal2) setiap natal pasti ditanya (apalagi saya punya sepupu yang juga seumuran saya, pasti hal ini juga menjadi bahan comparison mereka kan) "Mana Pacarnya? si sepupu kamu ajah sudah bawa pacar tuh!" Saatnya saya bawa pacar, saya selamat untuk 1-2 tahun kemudian..Tapi nextnya, karena pacaran selama 7 tahun dengan orang yang sama (iyah, si MT kok) stage pertanyaan berikutnya mulai timbul.. Ditambah lagi, di tahun kedua saya pacaran, kakak laki-laki saya menikah.. (Noted that, kakak saya hanya terpaut 2 tahun dari saya, dan beberapa saudara saya memprediksi kalau wanita biasanya menikah duluan kan..jd mereka expect adiknya menikah duluan haha!) pertanyaan2 itu saya tahan sampai 4 tahun... Kemuadian tahun pertama menikah, saya masih aman, belum ada selentingan pertanyaan lajutan muncul.. tapi di tahun2 berikutnya, muncul lagi pertanyaan tentang anak dan berat badan (pertanyaan tentang berat badan sih paling nyebelin haha!!)..

Memang pertanyaan-pertanyaan macam ini sih paling membuat bete.. Tapi kalo kita telaah lagi, They're just being polite with us.. Bayangin yah keluarga jauh yang jarang-jarang ketemu sama kita, dan nggak tau kalau we've been through a lot of thing for cari pacar - kawin - punya anak dan sebagainya.. wajar saja mereka bertanya "kabar" kita kan..

Nasihat dari mama saya adalah: anggap ajah semua pertanyaan orang itu adalah doa mereka buat kita haha..makin banyak yang bertanya, makin banyak juga yang mendoakan kita untuk segera punya pacar, kawin, dan punya anak.. So, sabar2 yang guys buat Natal kali ini!!

Sejak dinasihati itu, kalau ada yang nanya bete nggak sih lo ditanyain, the answer is "No" (..you need to let it go.. you need to let it go.. - Meghan Trainor)

Bottomline, I feel you guys out there yang selalu ditanya di pertemuan-pertemuan keluarga!! hehe!!
Semangat yahh..semoga pertemuan kali ini adalah pertemuan terakhir kalian ditanya tentang pacar, karena tahun depan sudah bawa pacar.. Dan pertemuan terakhir kalian ditanya tentang pernikahan, karena tahun depan sudah menikah.. dan tahun terakhir kalian ditanya tentang anak, karena tahun depan, the baby is on the way!!..

Amin yang kenceng!!

Selamat Hari Natal buat teman-teman semua yang merayakan!!
Selamat liburan untuk semuanya!!

Tuesday, May 24, 2016

Novena 3 kali Salam Maria di 9 Goa Maria di Jakarta

Waahh postingannya berat bangeett! 

No lah, as if you dont know me. Mana ada postingan saya yang berbobot? Haha

Walaupun postingan kali ini berbau agamis, tapi percayalah sama sekali tidak ada maksud fanatisme dibaliknya. Buat yang kenal sama saya pasti meng-iyakan hal ini. Secara yahh, ke gereja ajah bolong2, mana mungkin ada maksud famatisme haha! 

Segala sesuatu hal yang saya katakan dalam posting ini hanyalah pendapat saya semata yahh.. Hihihi! 

Jadi, latar belakang pelaksanaan novena ini adalah keroposnya ketebalan iman saya sejak saya merasa "tidak sempat" untuk berdoa. Sejak kapan? Sejak menikah tepatnya haha! Tuhan saya sudah kalah dengan kesibukan, kemacetan, kepenatan, kelelahan. 

Padahal, kalau ditilik ke belakang, saya sudah sangat sering menggantungkan kehidupan saya di tangan Tuhan dan melalui bantuan Bunda Maria. 

Pertama kali saya merasa diselamatkan melalui doa Bunda Maria adalah saat saya SMA. Dimana saya akan mengadakan pesta sweet 17, seperti kebanyakan remaja gaul SMA pada masa itu. Satu hari sebelum pesta, Jakarta dihadang banjir. Dalam pemikiran anak SMA yang dangkal dan sedang galau, akhirnya diajarkan oleh mama saya untuk rosario. Malam itu saya rosario. Rosario yg mungkin paling khusuk yg saya laksanakan selama 17 tahun hidup saya (sebelumnya setiap kali rosario pasti ngantuk atau ketawa2 sama kakak saya *sigh*). 

Kedua kali saya merasakan bantuan tangan Tuhan melalui Bunda Maria, adalah saat Ujian Nasional SMA. Dari awal tahun ajaran di kelas 3, suster kepsek kami, Sr. Anthony mengajarkan novema 3 kali salam Maria. Dan kami berdoa ini terus di pagi hari sampai dengan hari ujian dan pengumuman kelulusan. Hasil ujian saya? Nggak usah ditanya, yang penting lulus! Pdhal berbekal pengetahuan ilmu alam (terutama kimia) yang sangat dangkal #anakIPAgadungan 

Ketiga kali saya diberkati lagi adalah saat saya ujian akhir saat mengambil Master di Syd. Kalo ditanya, loh pas ujian akhir saat BA gimana? Waktu ujian akhir BA, saya tidak berfikir akan mahalnya uang kuliah yang ortu saya keluarkan, jadi saya ujian ajah dengab santai. Nah saat di Syd, karena saya sudah mengenal betapa susahnya mencari uang (apalagi di KAP) kebayang betapa mahalnya jika saya harus mengulang satu saja Subject disana huhu. Dan akhirnya dengan berbekal berdoa di Katedral, saya berhasil lulus dengan mulus (wihh rhyme!!) dr sana. 

Keempat (banyak banget yah, iyah memang) saya kembali berdoa novena 3x salam maria menjelang hari pernikahan saya. Dan, dengan jadwal yang super padat, lokasi yang berada di wilayah macet, di hari H, semua acara suprisingly lancar tanpa ada gangguan macet. Why? Muzizat. 

Nah, cukup dengan 4 muzizat besar selama hidup saya dan (buat org yg mengenal saya dari dekat pasti tau) betapa lurusnya jalan hidup saya (yg saya selalu syukuri), orang tua yang baik dan lengkap, keluarga yang utuh, pacar (yang hanya satu2nya dari dulu) yang setia yg akhirnya jadi suami, karir yang cukup baik, dan sangat banyak yg lain lagi. Sudah seharusnya saya tetap dan terusberdoa dan bersyukur. 

Oleh karenanya, dan juga karena kebetulan ada libur panjang dan kebetulan bulan May (bulan Maria), akhirnya kami, saya dan MT, memutuskan untuk melaksanakan novena ini sambil keliling2 Jakarta yang saat itu sepiii.. Dan kami juga membawa harapan untuk segera memiliki momongan ( so sekalian diselipkan harapan dalam doa *ciee*) 

Dan berikut ini adalah jadwal kami (kalau-kalau ada yang mau ikut). 

Gereja Santo Thomas Rasul (Bojong Indah) 

Gereja Santo Andreas ( Greenville)

Gereja Maria Bunda Karmel (Tomang) 

Gereja Salvator (Slipi) 

Gereja Kristus Raja yg punya patung bunda Maria yg paling bagus menurut saya (Pejompongan)

Tadinya mau ke gua Maria Imaculata di Univ. Atma, tapi pada hari libur gerbang Atma ditutup. Akhirnya kami lanjutkan ke Gereja St. Ignatius Loyola. 

Gereja Santa Theresia (Menteng) sekalian misa Jumper 

Gereja Katedral

Dan pada akhirnya homebase Gereja Maria Kusuma Karmel!

For sum up:
"God is never too busy to listen. Don't be too busy to talk to Him" 


Cheers,
Saya yang masih berusaha meluangkan waktu. 


Thursday, December 17, 2015

As December Passed By

Gaya banget nggak guys judulnyaaa!! Hehe

Kebiasaan di akhir tahun, semua televisi swasta pasti menayangkan kaleidoskop di tahun tersebut. Nggak mau kalah dengan teve2 suasta ntu, ane juga mao menampilkan kaleidoskop donk yee.. 

2015 is soooo long story for me and my new lil' family (me, my husband, harga dollar, IHSG, dan harga emas.. *apasih). mulai dari segala macam TTC dan intriks nya.. Perjalanan panjang dalam berusaha disiplin dalam berinvestasi demi masa depan yang lebih cerah.. Happy happy travelling.. Dan ditutup dengan intriks dengan notaris dan penjual rumah.. *sigh*

TTC and its problems.
2015 adalah tahun pertama kami benar2 mulai serius TTC. Setelah mendengar masukkan dari salah satu tante saya yang 6tahun 'kosong' dan akhirnya berhasil dibantu dengan dr. Yani Toegiono dan langsung punya anak lelaki 3 ekor berturut2 hehe. Akhirnya kami mulai ke dr. yani di bulan May. 
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Tsaahh.. Long story short, Belum berhasil. Dan karena saya kurang cocok dengan dokternya yang selalu bersikap seperti terburu2 setiap kali konsultasi. Hal ini membuat saya dan MT nggak bisa tanya2 lebih banyak. Akhirnya kami memutuskan untuk berhenti ke dokter dan honeymoon kedua. 
Tapi yah, namanya jalan2, pasti maunya jalan. Pasti nggak ada istirahatnya. Singkat cerita, masih belum berhasil. 

Mulai dari excited kalo 'telat' 1-2 hari, sampai kecewa tiap kali liat hasil test pack, semua udah cerita biasa. Mulai dari nangis2 bombay sampe ketawa2 kalo liat negative haha!

Perasaan saat ditanya orang pun juga udah sangat biasa. Mulai dari risih ditanya, lama2 jadi cranky, sampai udah kebal dan biasa ajah. Haha. 

Kesimpulan akhirnya, mungkin proses ups and downs dalam TTC ini adalah proses pendewasaan diri dari Tuhan, supaya nantinya bisa mendidik titipan Tuhan dengan baik dan benar. Haha!

Status sekarang: tetap usaha, sudah ganti dokter, dan so far hasilnya bagus. Nanti diceritain detail di post lain yah!! 

Belajar rajin berinvestasi. 
As you may know, saya sudah menikah dengan seorang berdarah Semarang dan keturunan tionghoa hehe. As you also may know, orang Semarang itu terkenal pelit2 hehe. Nah, yang belum kalian tau, mereka menyebut dirinya "pandai mengatur uang" instead of pelit. Haha! 

Dan memang benar adanya, saya akui itu. Haha! MT memang nggak pernah melarang2 saya beli barang, yang biasanya dilakukan org pelit. Tapi dia menyuruh saya berfikir: perlukah barang tsb? Berapa lama barang tsb akan saya gunakan? Haha! Dia sendiri juga demikian, tapi disamping itu, kalau barang diskonan kami tetap kalap! Haha 

Anyhow, di tengah taun kami berdua memutuskan untuk lebih disiplin untuk menabung dan investasi. Juga, untuk berhenti seminimal mungkin menggunakan CC. Disiplin maksudnya investasi dan nabung dulu, baru belanja. Bukan sebaliknya. Hehe. It is a good thing meeting Semarangs. Hehehe.

Trigger dari kedisiplinan baru ini adalah karena suatu hari ada seminar investasi di kantornya si MT. Intinya si "motivator investasi" ini berkata: sesuatu yg bisa dieariskan ke anak cucu adalah bisnis. Mulailah berbisnis. Tapi bisnis itu sulit untuk sebagian orang. Jadi, mulailah membeli bisnis yang sudah jalan. Salah satunya adalah saham (tapi bukan sebagai swing trader yah, lebih kearah long term investment). Jadi mulailah kita fokus di MF dan saham di tahun ini. Haha! 

Status sekarang: masih usaha buat disiplin walaupun kadang nusuk2 tabungan dan investasi yg sudah ada buat belanja hehe. 

New property. 
Di penghujung 2015 alhamdulilah, akhirnya dapet property yg sesuai seluruh kriteria. Hehe. 

Awalnya kami memang merasa tinggal di Cibubur itu ok, tapi lama2 berasa jauuuhh sekali. Dan akhirnya kami mencari2 property lain yg lebih dekat dengan Jakarta. Pilihan satu2nya adalah daerah jakarta barat. Basically karena kami berdua sama2 anak barat. Tumbuh di barat (walaupun lahir di selatan haha!) jadi daerah itu sudah sangat akrab dengan kami. Selain itu di masa mendatang kalo sudah punya anak, rumahnya juga nggak terlalu jauh dr rumah orang tua. It doesn't mean that kita akan titip anak, cuma kalau kami berdua kerja, kan at least ortu bisa "sidak" ke rumah untuk bantu2 awasin suster dan pembantu hehe. 

Pertama pilih deket rumah mama (alfa yg nun macet namun nun mahal) tapi karena expectation salary increament tidak sebesar yang diharapkan (curcol boss! Haha) akhirnya diurungkan. Pertimbangan lain adalah, saat itu alfa makin macet, tidak ada kendaraan umum selain Metromini 70 yg punya track record yg sangat jelek (walaupun ttp jadi kendaraan favorite bapak saya haha!). 

Akhirnya kami iseng2 cari di dekat rumah mertua saya hehe. Selain dekat (banget) disana juga ada akses KRL (10min walking) ke Sudirman! Dan di penghujung tahunpun, kami akhirnya deal untuk membeli property tsb. Yeay MT and me!! 

Bermodalkan pinjaman kantor, pinjaman kiri kanan, jual investasi di harga rendah, pencairan seluruh TD, akhirmya kebeli juga rumah di Jakarta. 

Status sekarang: tinggal stay survive with the new installment! haha! Hemat hemat hemat! Sukur2 dapet gaji lebih atau ada yg mau bayarin pinjaman dengan bunga lebih ringan hehe! Dan menunggu renovasi selesai, kamipun akan mencari "hari baik" untuk pindah kesana! Yeay! 

Travel travel! 
Yah walaupun nggak fancy, tapi 2015 itu remarkable dengan beberapa travel trips. Beberapakali ke Bandung (mostly karena kawinan orang - sama seperti tahun sebelumnya juga). Singapore, Hongkong, dan terakhir Jatim Tour. Semoga di 2016 diberikan kesehatan dan kemampuan financial untuk jalan2 lagii yeay! 

And that's a wrap! 

I don't have much expectation di 2016. Yang paling penting adalah lancarnya renovasi dan pindahan nanti, juga keberhasilan TTC. Amin! Selebihnya serahkan sama Yang Di Atas. 

Happy new year all!
Wish u all the best in upcoming 2016! 





Friday, May 29, 2015

Mempertanggungjawabkan Kesalahan

Haiii *dadah dadah lagi*

Setelah post pertama di 2015 yang sangat berbobot *cih* akhirnya saya memberanikan diri untuk bercerita lagi di post kedua di 2015 (kayaknya udah kebanyakan nulis analisa nih, periode harus jelas semua HAHA! *padahal masih berstatus analis gadungan)

Ok, post kali ini kita akan membahas akar masalah dalam kehidupan kita bersama (apasih).
Di suatu hari ketika saya dan MT lagi jalan pulang di tol dalam kota, kami melihat kejadian (yang mungkin lumrah) tapi kalo dilihat tetap mengesalkan. Jadi, di bahu jalan di pintu tol tebet, ada polantas yang sedang berjaga. Tau sendiri kan kalau banyak banget orang lewat bahu jalan di tol dalam kota. Dan begitu melihat ada polisi, langsung pada menghindar ke kanan.

Nah, kejadiannya saat itu, ada 2 mobil yang pas banget di bahu jalan. Mobil pertama berpelat jendral. Mobil kedua adalah mobil rakyat biasa. Pasti kalian sudah bisa menebak kan apa yang terjadi berikutnya? Yup betul, mobil pertama dibiarkan lewat, bahkan "disuruh" lewat oleh polisinya, karena sang polisi menggerakkan lampu tangan berwarna merah di tangannya sebagai penanda pemberi jalan. Setelah mobil pertama lewat, mobil kedua langsung disetop oleh 2 orang polisi. *sigh* Pasti kalian berfikir seperti saya, ini memang kejadian lumrah, tapi ketika melihatnya sendiri tetap saja sakit hati dan merasa ada perlakuan tidak adil. Apalagi kalau saya yang menjadi pengendara mobil kedua.

Dari kejadian itu, saya memberikan statemen seperti ini ke MT:
Kalau aku jadi si mobil kedua, aku akan berhenti nih.. Aku buka kaca separuh. Polisi kemudian akan bertanya "SIM dan STNKnya Mbak?" Aku akan berkelit sebisa mungkin menanyakan ke pak polisi kenapa mobil depan tidak ditilang, mobil saya ditilang. Dan aku akan mengeluarkan statement "Kenapa Pak? Apakarena mobil Jendral, bapak tidak berani?" Dan aku nggak akan mau memberikan SIM dan STNK apalagi sampai harus membayar tilang. Sebagai orang yang SANGAT tidak suka diperlakukan tidak adil, aku nggak akan bergeming seberapapun polisi itu akan memarahi aku.

Jawabannya MT nggak saya duga HAHA (seperti biasa). Emang dasar MT itu org palling lurus yang pernah saya lihat seumur hidup saya (cie ile promosi). Dia bilang kurang lebih begini:
In a way kamu benar. Tapi aku liat dari sisi lain. Kamu itu minta dibenarkan atas perbuatan yang salah. Dan menyeret2 orang lain (si mobil jendral) untuk diperlakukan sama. Next, kalau kamu berbuat dosa karena orang-orang lain juga berbuat dosa, bukan berarti kamu itu berbuat kebenaran. Kamu tetap berbuat dosa, kamu tetap salah. Coba bayangkan kalo nanti kamu di pintu surga (red: inget yah guys, MT ini seksi rohani selama 3 tahun di SMA, putra altar, senior THS, and any other things u named it HAHA), Tuhan akan bilang "kenapa kamu masuk bahu jalan? itu kan dosa" Kamu nggak akan bisa bilang "Mobil jendral ajah boleh masuk, kenapa saya nggak" Kamu yah harus mempertanggung jawabkan perbuatan kamu sendiri. Nggak bisa kamu berdalih "karena dia juga, saya juga"

DEG! begitu dengar jawaban si MT, saya jd merasa orang yang sangaaaaattt picik! orang yang sangaaaat kecil. OMG My husband is a 40 years old man (baca: wise man) haha!

Intinya dia berpesan ke saya bahwa saya harus bertanggung jawab atas segala perbuatan saya. Bukan karena kesalahan orang lain dibenarkan lantas saya juga ingin kesalahan saya dibenarkan.

Pesan buat teman-teman yang baca dan sudah memiliki pemikiran seperti MT: kalian hebat! saya salut sama orang-orang seperti kalian. I am lucky I'm marrying one of you :D

Pesan buat teman-teman yang baca dan memiliki pemikiran seperti saya: mulai yuk punya perspektif tanggung jawab atas perbuatan kita. Niscaya Indonesia akan punya lebih banyak lagi orang-orang yang bertanggung jawab.

Ciao guys!

Monday, May 4, 2015

One More Step

Hai hai!! Sudah lama buanggeet nggak nulis! Jadi terkesan saya ini (sok) sibuk yah setelah married.. Kata orang, kehidupan wanita itu berakhir setelah menikah, sedangkan pria baru dimulai. Salah besar deh ituu haha Malah kehidupan tuh baru benar2 dimulai saat setelah menikah. #truestory #sokdewasa 

Okeh, kenapa saya sudah lama nggak nulis blog?? Karena saya binguung apa ajah yg mau diceritakan dulu.. Banyak banget yang ada di pikiran, tapi blm ketemu mood yang pas untuk nulis #halah hehe 

Ngomong2 soal kehidupan baru dimulai, benar adanya lho! Coba tanya deh sama pasangan2 muda yang baru menikah dan dengan catatan sudah mulai hidup sendiri dan terpisah dari orang tua/ mertua. Mulai deh semua hal dilakukan sendiri, baru berasa susahnya hidup. #curcol Mulai dari hal sepele seperti: bayar listrik, bayar TV berlangganan.. Sampai hal2 berat seperti: gosok baju sendiri, sapu, ngepel, dan ngajarin pembantu. Jalau dulu, di rumah ortu sih semuanya saya tahu beres deh.. Tinggal pulang makan tidur. Beres! 

Tapi bukan berarti hidup berumah tangga itu sukit kok! (Kata orang yang belum setahun berumah tangga haha!! Dan keabsahannya tidak dapat dipercaya) Sampai sejauh ini sih dinikmati ajah sih. Seperti bangun jam 4an untuk masak dan menyiapkan bekal kekantor, menghabiskan weekend dengan bebersih rumah. Nggak gampang sih awalnya. Tanya ajah si MT, udah berapa kali saya nangis tanpa sebab cuman krn kesal kecapean dan udah berapa kali saya ngerengek minta jalan2 instead of bebersih di rumah. Hehe. Untungnya saya punya suami yang  bijaksana, sebijaksana wajahnya, walaupun usia sebenarnya masih muda haha!! (Kalau nggak ngerti apa yang saya bicarakan, Please refer to below foto) 
PS: takut empunya foto marah, jadi saya blur yahh haha

Kalo ajah si MT itu trempamental, pasti kita nggak akan survive deh. Untungnya MT (again) sebijaksana usia mukanya hihi (Maapkan sayaahh!! *kabur*) 

Anyhow, balik lagi ke topik. Hehe
Salah satu kelebihan post married adalah, hidup bebas dengan keputusan dan tanggung jawab sendiri. Tapi selain itu tetap harus mempertimbangkan apa kata suami donk. Biar bagaimanapun kan suami kita adalah partner sehidup semati kita #tsahh kalo keputusan yang kita ambil mematikan, maka hal itu mematikan kita berdua. So, pendapat suami itu penting. Begitu juga sebaliknya, denger nggak MT? Haha!! #kode) 

Satu lagi yang saya suka dengan hidup dirumah sendiri: masak! Dari sejak hidup merantau di oz, saya sudah merasa kalau saya punya hobby memasak. Kalau pulang kuliah lagi penat banget, hal yang saya lalukan adalah ke grocery store beli bahan2 untuk masak dan mencoba resep. Kebiasaan itu saya teruskan sampai saat saya di Jakarta. Tapi ada hambatannya, yaitu: dapur di rumah mama sibuk most of the time. So saya bisa pakai dapur terbatas. Beda sama rumah sendiri. Bisa pakai dapur sesuka hati. Dan untuknya lagi bersuamikan MT adalah: MT nggak pernah (sama sekali nggak pernah lho) bilang masakan saya nggak enak  haha entah laper, rakus, atau memang enak, dia selalu menghabiskan bersih semua bekal yang saya bungkusin  haha. Simple thing yang membuat saya senang haha. 

Banana bread! Salah satu contoh percobaan masakan hehe

Intinya, married is a process. Proses jadi lebih dewasa. 
Beberpa bulan terakhir saya sering cerita2 sama salah satu senior saya dulu di kantor lama (dan sekarang sekantor lagi.. Hey kamu kalau sadar, jgn GR yah haha!) dulu, waktu masih dikantor lama, saya menganggap dia itu bukan teman main kita2 karena doi 1) lebih tua bbrp tahun; 2) sudah married, jadi nggak nyambung. Tapi akhir2 ini jadi nyambung karena, simple, I'm entering her world haha. "One more step Jadi lebih dewasa" (bahasa sederhananya: jadi ibu2/ ajuma haha!) 

Yah itulah sekilas kehidupan saya after marriage. semoga posting berikutnya tidak berjarak terlalu jauh dengan posting ini yaa.. Haha! 

Ciao!


Wednesday, December 31, 2014

For me, 2014 is ...

Ternyata, setelah menikah dan pindah rumah, saya jadi jaraaaaang sekali blogging. huks. Pasti kalian semua kangen yaahh melihat2 tulisan saya *GR! timpuk ajah pake telor*

Banyak banget sebenernya yang saya mau cerita. Banyak! Banget! Tapi berhubung ini penghujung tahun, mainstreamly (bahasa apa ini?!) saya dedikasikan tulisan ini untuk menengok sejenak dan merenung tentang 2014.

Kalau saya mendefinisikan 2014 dalam 1 kata, kata yang tepat adalah: full-booked!
Mulai dari jalan-jalan, urusan pernikahan, urusan kantor, bebersih rumah, dan kemacetan. Kemacetan saya masukkan dalam agenda tahun 2014, karena somehow kemacetan telah makan (sebentar saya hitung) 32 hari dalam hidup saya (dengan asumsi saya 3 jam di jalan setiap hari dan ada 256 hari kerja dalam 1 tahun). BAYANGKAN! Jakarta oh Cibubur *lho!

Jalan-jalan 2014.
Saya senang dan bersyukur sama Tuhan karena tahun ini menjadi tahun dengan jalan-jalan terbanyak kedua (yang pertama adalah 2012 hehe) dalam hidup saya. Countless bolak-balik Bandung untuk menghadiri pernikahan teman saya, Jogjakarga The Bachelor trip, Bali The Honeymoon, dan ditutup dengan Hongkong training trip. Dan saya bersyukur pula karena saya masih diberi keselamatan (mengingat makin banyaknya kecelakaan pesawat udara akhir2 ini *deep condolences*)

Bandung is my second most favorite domestic destination
Karena Bandung adalah kota kenangan (cah elaahh) buat saya dan MT. Bukan, bukan dalam hal cheesey seperti: pacaran dimana. Tapi kenangan soal makanan!! hehe Kami berdua ini foodie banget. Jadi tiap ke Bandung pasti mengulang2 tempat yang dulu sering kami makan (instead of nyobain cafe2 baru yang lg booming bgt di Bandung) So, siapa lagi yang akan merit di Banding di 2015?? Jangan lupa undang saya yah!! :)

Jogjakarta with besties
Ini udah pernah diceritain lengkap ah! hehe. Can't wait for the next "bachelor" trip with the girls in 2015!

Bali, the most favorite domestic destination!
Kebetulan pas honeymoon kemarin adalah shoulder season (begitu mereka menyebutnya untuk penghujung peak-season) jadi Bali saat itu: SEPI! Saya suka Bali yang sepi. Bali yang tidak begitu macet! hehe. Saya tidak menyesal me-replace NZ dengan Bali (tapi semoga nanti tetep bisa pergi ke NZ!! AMIN!!) Bali punya banyak makanan otentik dari berbagai belahan dunia, DAN tentunya nasi bab* guling terenak hanya ditemukan di BALI. Makanya Bali jadi destinasi liburan domestik yang paling saya sukai hehe.

Hongkong, finally.
Nggak banyak cerita ttg HK. Seminggu training cuma diwarnai dengan sedikit jalan-jalan, liat demo, dan makan bab* (tetep yah babss)

Pindah rumah
Sudah menjadi tekad saya dan MT untuk hidup mandiri setelah kami menikah. MT sudah menyiapkan rumah untuk kita berdua, di cibubur. Banyak orang yang have no-idea berapa jauhnya cibubur dari jakarta, khususnya Sudirman. JAUH deh pokoknya, kaya jalanan mau ke puncak! hehe. Hal ini juga terjadi sama saya sebelum saya benar-benar tinggal disini. Tapi sejauh2jauhnya Sudirman - Cibubur, bisa ditempuh dengan waktu yang sama dengan Sudirman-Joglo (rumah saya sebelum ini). Bayangkan! Jakarta oh Jakarta! Dan dengan average pemakaian bensin 1:12 (vs. 1:8 kalo ke Joglo) hehe. Jadi, sofar, not bad-lah tinggal di Cibubur, karena nggak ada lampu merah yang menghambat. Dari semanggi, masuk tol, langsung terus ke tol jagorawi dan keluar sudah didepan perumahan. hihi. Hanya saja, kalau liburan, jadi malas ke mana-mana, khususnya ke Jakarta karena: tolnya mahal, bensinnya mahal, dan "masa tiap hari ke jakarta?!" hehe.

Culture shock
Pindah rumah + Mandiri = culture shock.
Saya memang bukan anak manja yang apa-apa dilayani, tapi at least kebutuhan dasar saya memang dilayani (sandang, pangan, papan) Pakaian saya dirumah dicuci dan disetrika oleh pembantu. Makanan selalu siap di meja oleh mama. Rumah selalu disapu dan di pel sama pembantu. Saya? tinggal bangun, mandi, makan, berangkat kantor, pulang, mandi, makan, main-main, tidur. Berbeda sekali dengan di rumah sendiri (cibubur). Sandang : Cuci sendiri (MT sih yang cuci hehe), gosok sendiri, beli sendiri (iyahlahh). Pangan: belanja sendiri, masak sendiri, cuci piring sendiri (dirumah papa dulu juga cuci piring sih). Papan: sapu-pel sendiri (MT sih yang ini hehe), cuci kamar mandi (MT lagi haha!), cuci mobil (MT lagi haha!), dan bener2in kebocoran (MT lagi haha!!) Kapan mau blogging?? kalau pulang kantor masih harus cuci piring, sapu, pel, gosok, dll!

But in the end, semua kembali lagi HARUS kami syukuri. Syukur bisa punya rumah sendiri. Syukur bisa nyicil mobil sendiri. Syukur masih bisa makan daging setiap hari walaupun masaknya capek. Masih banyak orang yang tidak punya rumah dan pulang-pergi kantor naik turun angkot. Jadi harus tetap bersyukur. Dan masih banyak juga orang yang rumahnya apartment high-end di sebelah kantor. Jadi harus tetap berusaha. hehe.

So, di penghujung 2014 ini saya mau mengucap syukur dan memanjatkan doa atas apa yang terjadi di 2014 dan akan terjadi di 2015. Tidak ada niatan spesifik di 2015, semoga semuanya yang terbaik berjalan di 2015 sesuai dengan kehendak Dia. Dan semoga Indonesia menjadi lebih baik lagi, khususnya di bidang transportasi (karena macet sudah menjadi masalah akut) AMIN!Dan semoga perdamaian dunia bisa tercipta. AMIN

I'm sure you guys have greater story in 2014 than mine. Be happy and be blessed! Happy year-end!
Dan buat yang masih di kantor: Pulang buruan! hehe *peace!!

Ciao!

Tuesday, September 30, 2014

Celebrating a month together :)

Halo2 semuaa!!
*dadah-dadah nggak penting sambil cengar cengir*

Hari ini saya wasap papa saya di rumah, dan dia bilang udah seperti kakek2 kesepian bengong di rumah. huhu. Sedih deh dengernya. Dalam waktu satu minggu dia ditinggal sama: anaknya yang paling cuanteekk (karena menikah dan dibawa kabur sama MT ke Cibubur) dan sama cucu nya (keponakan saya) yang paling lucuuukkk balik ke Singapore. Sekarang kesibukan sang kakek cuman kerja di Senin, Rabu dan Jumat. Sisanya yah di rumah sambil memantau saham. I wish I have that life: kerja cuman 3 hari seminggu dan tetap dapat pendapatan tetap. Tapi tidak demikian yang dirasakan papa saya. haha. Untungnya minggu ini dan minggu depan kami (saya dan MT) akan menginap (lagi) disana! hehe. Sambil bawa sebakul cucian yang siap gosok (biar digosokin sama si Mbak) dan kotak-kotak makan kosong untuk menampung makanan beku dari rumah mama. hehe!

Anyhow, hari ini tepat 1 bulan saya menikah! yey yey yey!

Rasanya? Wah tidak bisa diungkapkan dengan kata2 (lebay banget) haha.
Mari saya telaah satu2.

CAPEK.
Karena kami sekarang pindah ke pinggir kota (di bumi perkemahan-red), trus tiap hari dari rumah ke Sudirman berangkat harus pk 5.30 dan pulang lagi ke rumah kalau sedang beruntung bisa pk 8.00 PM. Kalau sedang tidak beruntung yah paling lama jam 9.00. Dengan asumsi berangkat dari WTC jam 6.45-7.00 PM. hehe.

Kegiatan kami selama weekdays kini sudah berpola. Polanya:
Bangun. Saya mandi, kemudian menyiapkan bekal untuk sarapan dan makan siang saya dan MT. MT mandi dan siap2in mobil sambil masuk2in barang. Berangkat ke kantor. Tiba di kantor, tidur di mobil selama kurleb 30 min. Masuk kantor. Pulang kantor. Sampai rumah: MT cuci kotak2 makan, ngepel atau nyuci baju (selalu selang seling); Saya masak dan mencuci piring setelah masak. Siapkan bekal untuk besok pagi dan masukin kulkas. Kemudian mandi dan tidur. Berulang lagi ke kegiatan pagi. dan seterusnya. :D

Kalau orang bertanya: ngapain sih masak? Jawabannya simple: HEMAT. hehe. Masak memang jauh lebih hemat daripada makan di luar. Jadi walaupun capek, tetap kami lakukan itu memasak. Tapi kadang kami juga suka laper mata untuk makan malam di luar. hehe.

TERHARU.
Kenapa terharu? Karena saya merasa tidak salah pilih menjadikan MT suami saya. Haha! (Oke, siap-siap pembaca, kalimat2 berikutnya akan sangat cheesy). MT itu so sweet banget!! Pernah suatu malam karena saking capeknya, saya nangis bombay. haha! Nggak tau kenapa itu air mata keluar ajah gitu. Si MT sampe kaget dan takut kalau2 dia yang salah. haha! Akhirnya besoknya, dia yang melakukan semua. s e m u a. rutinitas malam. Saya cuman disuruh mandi dan lgs tidur. :) Banyak lagi hal-hal kecil yang dia lakukan dan membuat saya terharu. haha! Ini adalagi cerita cheesy. Jadi di minggu siang, tugas saya menggosok. menggosok setumpuk puk puk baju seminggu. Bayangkan! dan FYI kami selalu mengganti baju setiap hari. kalau 2 pasang baju sehari, artinya ada 28 pasang baju yang harus digosok. Belum lagi perintilan seperti serbet, daleman, handuk. Ok, intinya siang2 itu saya capek luar biasa. mau tidur siang dl 30 min dan lanjut menggosok. Akhirnya saya ketiduran 2 jam! haha! dan bangun2 ngeliat si MT lagi lanjutin menggosok dan sudah menyelesaikan setengah lebih gosokan. haha! uuuu Yes girls, that's my husband. :D

Ok, selesai posting cheesy nya.

KESEL.
Terlepas dari super-sweet-nya si MT, ada juga hal-hal kecil yang bikin saya kesal. Salah satunya, si MT ini sangat prepare. s a n g a t. Kalo istilah dari kokonya, dia ini sangat "by the book" tapi kadang bikin kesel. hehe. Misalnya: kalo pulang nggak pernah mau jalan di bahu jalan yang bisa menghemat waktu barang 10 menit lebih cepat sampai rumah. Trus pernah dia keukeuh di hypermart untuk beli tambahan sabun cuci piring, padahal masih ada setengah botol di rumah, katanya nggak cukup setengah botol untuk 1 minggu. Kadang saya curiga sama dia, kayaknya dia minum sabun 1 teguk setelah cuci piring sampai sabunnya cepat banget habis. Satu lagi, ini orang sumpah tingkat ke-higienis-an nya tinggi sekali. Mau makan, pakai antis. Mau garuk2 kuping, pakai antis. Mau korek gigi, pakai antis. Bayangkan berapa banyak antis dia pakai dalam sebulan! hehe. (Semoga MT nggak marah baca possting ini).

SENANG
Above all, saya senang. Saya senang karena MT itu paket complete! Pake telor. (Oke, warning: berikut ini kata-kata cheesy lagi) Dia menikahi saya dengan menyiapkan rumah kecil yang walau jauh dari kantor, tapi dia cicil sendiri pakai gaji sendiri. Walaupun suka bersikap kaku (by the book) tapi dia nggak pernah marah2 dan nggak pernah capek untuk bilangin saya yang lebih "bandel" dari dia. Dia itu hampir selalu luluh kalau saya minta sesuatu dengan merengek hehe. Semoga tidak hanya di bulan pertama, tapi semoga kami akan terus begitu hehe. AMIN!

Kata orang, kalau memang pacaran dengan orang yang tepat, nantinya setelah menikah, kita tidak akan merasa banyak perubaha. Menurut saya, mereka salah. Kalau meikahi orang yang tepat, nantinya setelah menika, mereka akan cepat beradaptasi bersama. Karena setiap orang pasti akan merasakan peubahan. Namanya juga menikah: pindah rumah, berbagi rumah, berbagi tempat tidur, berbagi capek, dan lain lain. So, bukan "bagaimana memilih orang" yang perlu diperhatikan dalam pernikahan, tetapi "bagaimana kita bisa beradaptasi dengan orang yang kita pilih" (berat banget bahasa saya. macam sudah menikah puluhan tahun ajah).

Yah begitulah perasaan newly wed baru satu bulan. Masih banyak malam-malam menangis, malam-malam tertawa dan bercanda, hari-hari berat, hari-hari senang di depan mata. Semoga kami bisa menjalaninya terus bergandengan tangan. AMIN! :D

Resolusi in the next month: Lebih enjoy menjalani sehari-hari: Jakarta- Cibubur! :)

Ciao!

Thursday, May 22, 2014

100 Happy Days Challange

Have u ever wonder, what could you do for the world? what could you do for your country? What should you do when you are 30/ 40/ 50? How happy you will be when you are 60/ 70?

Ok, memang masa depan nggak ada yang tau. Kalau bertanya-tanya terus, nggak akan ada habisnya. Saya pernah mendengar homili salah satu Romo aliran Projo (kalau ndak salah). Dia sempat menyinggung mengenai "menikmati hidup di masa kini" (live for present). Inti dari homili tersebut adalah, kita harus hidup tetap bersyukur atas apa yang kita punya sekarang, fokus pada masa sekarang, tanpa melupakan masa lalu dan masa depan. Artinya begini, hidup kita di masa sekarang ini adalah hasil perbuatan dan tindakan kita dan lingkungan di masa lalu, jadi kita tidak akan terlepas dari masa lalu. Dan, hidup kita sekarang ini sama2 dilakukan untuk memiliki masa depan yang bahagia. Masa lalu adalah sejarah. Masa sekarang adalah sejarah untuk masa depan. Jadi buatlah masa sekarang ini bahagia, niscaya masa depan kita juga bahagia. (itu kata Romonyaaa).

Makanya, akhirnya saya putuskan untuk ikut 100 happy days challange (bisa dilihat disini). Tadinya mau langsung ikut, tanpa mencari-cari tau. Tapi kalau begitu namanya latah hehe. Akhirnya saya sempat browsing-browsing. Jadi, 100 happy days challange itu adalah tantangan untuk diri sendiri dengan menjawab: can u be happy for 100 days? Hayoloh.. Intinya adalah kita harus mencari sesuatu yang membuat kita happy selama 100 days. Kemudian, kita harus foto hal yang membuat kita happy itu dan post ke socmed.

Awalnya saya merasa orang-orang yang menikuti ini pasti hanya mau pamer. Karena banyak teman-teman saya yang melakukan hal-hal unik dengan tag #100happydays. Ternyata tidak, karena itulah keseharian mereka. One day, saya lagi menyetir pulang kantor. Di tengah-tengah kemacetan saya mikir, keseharian saya yah begini ajah: bangun pagi, berangkat kerja, 8 jam kerja, pulang ke rumah, beberes dan tidur. Besok akan terulang siklus yang sama. Kalau saya tidak menantang diri saya untuk mencari "sesuatu" dalam keseharian itu, maka keseharian itu akan menjadi rutinitas semu yang dijalani tiap hari. Maka, saya kepikiran untuk ikut 100 happy days challange ini. Dari testimoni beberapa orang yang saya baca, mereka beranggapan bahwa setelah melakukan challange ini, mereka menjadi orang yang berfikir lebih positif. Hal ini dirasakan bukan hanya oleh orang tersebut tetapi juga oleh lingkungannya. Masalah berikutnya adalah: kapan saya akan mulai? Akhirnya saya memutuskan memulainya hari ini! yup! 22 May 2014. Tepat 100 hari menuju hari paling bahagia kedua dalam hidup saya (Hari bahagia pertama adalah saat saya lahir ke dunia, tentu saja hehe).

Day 1 sudah saya rencanakan. Setelah 4 hari tidak minum kopi karena flu berat, akhirnya saya putuskan membeli kopi hari ini, dan memfotonya, lalu saya pasang di IG dan saya beri tag #day1 haha (dasar alay). Ternyata Kopi itu membuat saya sakit maag, karena saya lagi diet dan tidak makan nasi. Apakah saya gagal untuk bahagia hari ini? Tidak. Karena kalau diperhatikan kegiatan demi kegiatan dari rutinitas hari ini, saya bisa menemukan titik-titik kebahagiaan lain. Seperti misalnya msg dari si MT yang bilang kalau rasanya sudah lama banget nggak ngobrol sama saya (padahal kita baru 2 hari tidak ngobrol waktu malam, walaupun tetap telepon), kejadian bahagia lain adalah hari ini karena hujan besar saya tidak bisa pulang dan saya mengerjakan kerjaan sampai beres di kantor dan tidak harus membawa kerjaan kerumah, dan ternyata setelah hujan reda, saya hanya membutuhkan 1 jam untuk pulang ke rumah (biasanya 1.5 jam). Hal-hal kecil ternyata (jika dicari-cari dan di syukuri) bisa membuat kita bahagia.

Setelah menjalani Day 1, saya baru sadar. Dalam melaksanakan tantangan ini, kita bukan ditutntut untuk melakukan sesuatu diluar kebiasaan yang mebahagiakan diri (seperti dalam kasus saya adalah membeli kopi), tetap kita diharapkan menggali apa sih yang bisa kita syukuri saat kita menjalani keseharian seperti biasa.

Selanjutnya, bagaimana dengan day2-day100? Hmm.. Wish me luck!

Ciao!

Friday, April 11, 2014

Teori Anak Bungsu

Haii semuaa!! *dadah dadah nggak jelas ke pembaca seluruh Indonesia* (sok laku)

Hari ini saya sempat membaca teori mengenai anak bungsu dengan segala karakteristiknya di salah satu artikel di internet. Karena bacanya di kantor, dan saya randomly ketemu link itu, jadi sekarang tidak bisa saya share disini link-nya, karena saya sudah nggak bisa mencarinya hehe Tapi tadi pas makan siang yah Pak Bos! bukan pas jam kerja kookkk browsing-nyaa sueerr!! :D

Intinya artikel itu bilang kalau karakteristik anak bungsu itu kurang lebih seperti berikut ini:
* kelebihan: persuasif dan berjiwa sosial tinggi.
* kekurangan: tidak bertanggung-jawab, tidak memiliki kemauan yang keras (mudah menyerah) dan emosional.
Ok, satu-satu yah saya bahas, dengan merefleksikannya ke diri saya sendiri yang tidak lain tidak bukan adalah anak bungsu yang lucu, manis, dan imut. hehe.

Persuasif
Dalam artikel itu menyebutkan kalau anak bungsu itu bisa dibilang "memiliki" aset orang tua. Dengan kata lain, apa yang anak ini minta, pasti dikasih. Makanya, anak bungsu sering kali hanya tinggal merengek, dan wala! semuanya tersedia. Jadi dengan kata lain, merengek itu merupakan dasar-dasar ilmu marketing! (sesat banget).
Refleksi:
Dari sejak ingatan saya bekerja 100% alias saya ingat dengan jelas seluruh kejadian di hidup saya (kira-kira jaman SD, mau ngomong gitu ajah susah), yang saya tau, merengek bukan merupakan hal yang mempan untuk kedua orang tua saya. haha. Apalagi kalau merengek untuk barang yang mahal, seperti hand phone misalnya. Papa selalu mengajarkan berjuang sebelum dapat sesuatu yang kami (saya dan kakak saya) inginkan. Misalnya saja, waktu SMA kelas 1 saya mau handphone sampe jungkir balik, tetep ajah nggak dibeliin sampai keliatan nilai metematika di raport dapet 9 (Yes, I AM great at Math!!) haha (sombong tampar ajah! *plok*). Tapi tidak saya pungkiri kalau merengek itu adalah jurus ampuh anak bungsu. Karena hal ini berhasil digunakan untuk hal-hal kecil walaupun papa-mama saya adalah orang yang very strict. haha. Misalnya kalau ada cicak-cicak di dinding diam-diam merayap di kamar saya (note: saya paling geli sama cicak dan kecoa). Saya tinggal ke kamar mama dan merengek, walhasil mama datang kekamar saya membawa sapu lidi dengan segera (masih kejadian sampai sekarang lho! hihihi).
Bottom line, apakah saya menjadi persuasif? tidak. Hanya beberapa orang yang percaya perkataan saya kalau saya menawarkan sesuatu haha. Makanya in the end saya menjadi analyst instead of sales hehe.

Berjiwa sosial tinggi.
Kalo menurut artikel tersebut seorang anak bungsu memiliki jiwa sosial yang tinggi, karena dia biasa mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua dan kakak-kakaknya.
Refleksi:
Seberapa tinggikah jiwa sosial saya? Menurut saya sih ini nggak ada hubungannya. Kadang kalo punya rejeki lebih jiwa sos saya sangat tinggi, tapi kalau akhir bulan yah nggak lah yauww.. sama-sama kere. hehe. Tapi artikel ini ada benarnya, saya liat dari si MT (note: si MT a.k.a pacar saya ini juga anak bungsu). Dia punya jiwa sosial yang sangat-sangat tinggi, sampai kadang saya keki sendiri dan mau bilang ke dia: nggak usah lha semuanya disumbang. hehe. (maafkan pacar mu yang tidak berjiwa sosial ini , MT).

Tidak bertanggung jawab
Menurut artikel, anak bungsu ini memiliki tingkat tanggung jawab yang rendah karena terbiasa "disuapi" dan "gampang diberi" oleh kakak dan orang tuanya.
Refleksi:
Siape bilang gw nggak tanggung jawab?? hah?!! Mungkin di beberapa hal ada benarnya, seperti: tanggung jawab atas kondisi kamar tidur *oops* Kalau dibandingkan dengan kakak saya yg obssesive compulsive, kamar saya sih (dulu waktu jaman SMP-SMA) jauh lebih berantakan dari kamar dia. Tapi kalau dalam hal-hal besar saya tetap dididik oelh orang tua saya dengan benar, yaitu untuk bertanggung jawab atas sikap dan perbuatan saya sendiri. Jadi, menurut saya tanggung jawab dan tidak, sangat jauh kalau dihubung2kan dengan urutan kelahiran seorang manusia. hehe.

Mudah menyerah
Sama seperti alasan tanggung jawab, karena saking seringnya anak bungsu "disuapi", maka ia akan lebih mudah menyerah dan tidak terbiasa berjuang.
Refleksi:
Bukti perjuangan saya, bisa dilihat di tulisan saya selama 2012 yaitu selama saya berjuang sendirian di sydney. Artikel tersebut sangat lemah menarik garis antara urutan kelahiran dengan kemudahan seseorang untuk menyerah. Banyak faktor lain selain generalisasi sikap orang tua terhadap anak terakhirnya yang dapat mempengaruhi kegigihan seseorang. Misalnya, anak bungsu sih anak bungsu, tapi klo lahirnya di keluarga miskin, kan sama-sama harus berjuang hidup. Mau bungsu, mau sulung, semua harus cari uang. yah toh! hehe

Emosional
Menurut artikel tersebut, pemberian perhatian yang lebih dari orang tua dan kakak juga berujung pada sikap emosional anak bungsu yang turun naik.
Refleksi:
Satu-satunya sifat yang saya benarkan! hehe. Saya memang orang yang sangat emosional. bisa gampang naik darah, tapi gampang juga reda dan menyesal. haha. Haruskah saya ikut anger management? Kata mama sih harus. hehe. Oh No!

Well, in the end, sesuai tulisan saya sebelumnya disini bahwa manusia itu tidak bisa dikelompokkan. Begitu juga dengan pengelompokkan sifat dan sikap manusia sesuai dengan urutan kelahirannya. hehe.

So, apakah kalian setuju kalau anak bungsu itu manja dan menyebalkan? (ayo anak bungsu pada bersuara).
Saya sih nggak setuju. Lingkungan dan pendidikan sangat berpengaruh pada sifat seseorang, bukan urutan kelahirannya.

Random banget yah tulisan saya kali ini. Out of nowhere tiba-tiba nulis beginian.

Ciao!

Tuesday, March 11, 2014

Mengelompokkan Manusia

Postingan kali ini dibuat sambil menunggu telepon dari si MT. haha.

Tiba-tiba pas lagi liat-liat Path, kepikiran topik yang udah ada di kepala, tapi sulit sekali diungkapkan dari beberapa minggu yang lalu (lebay banget).

Akhir-akhir ini saya sering sekali menemukan ide-ide topik tulisan aneh di kepala, mungkin karena saya sering terjebak di kemacetan Jakarta. Dan kalau sudah terjebak, jadinya ngelamun (untung saya jarang ngelewatin kuburan kalo lagi nyetir hihi bisa-bisa nanti kesambet! *amit2!!*)

Ok, back to the topic! Mengelompokkan Manusia. Apasih itu? (Mungkin kalau ada salah satu pembaca yang mempunyai background psikologi, bisa tolong bantu saya dengan tulisan ini. Eniwei, dulu saya mau lho jadi psikolog, tapi karena "himbauan" papa akhirnya saya jadi akuntan (sudahlah, ini akan saya ceritakan di posting-posting mendatang saja hehe kalau nggak nanti jadi OOT hoho).

Dulu, waktu masih sering ikut mudika (sekarang namanya OMK), saya pernah diajarkan mengenai 4 pengelompokkan sifat orang: sanguinis, plegmatis, (apalagi yah 2 nya lupa dhee.. nggak mungkin "romantis" kan?? hahaha!). Lalu ada lagi baru2 ini muncul introvert vs extrovert. Lalu ada lagi teori tentang sifat anak sulung, anak tengah, dan anak bungsu. Dan lain lain.

Saya adalah tipe orang yang tidak begitu mengenal diri sendiri dalam kelompok2 manusia yang sudah ada. Misalnya, orang bilang saya extrovert, karena saya bawel. Tapi saya merasa akan bawel ke orang-orang tertentu saja, dan nggak pernah nyaman berada di lingkungan baru. Jadi saya bilang saya interovert. Tapi di lain sisi, saya senang sekali berbagi dengan orang lain, dari tulisan, dan sharing. Jadi kalau gitu, saya extrovert atau introvert??

Lalu saya pernah baca teori anak sulung, anak tengah, dan anak bungsu. Saya anak bungsu, dengan hanya punya 1 kakak yang bisa dibilang cuek sama dd nya yang manis ini (cuek yah, bukan nggak sayang). Nah, kalo dalam teori si sulung dan si bungsu, nggak masuk juga tuh sama saya. Di teori itu disebutkan, kalo si bungsu harusnya menjadi seorang penyayang, petualang,.. (apalagi yah saya agak lupa, pokoknya yang sifat lucu2 cantik dan manis gitu lha). Nah hal ini nggak sesuai juga sama saya (kita ngomongin sifat yah, bukan appearance, kalo ngomongin appearance, saya lucu2 cantik dan manis kok! hehehe). Saya lebih seperti anak tengah, yang katanya berantakan (yes, my room doesn't look like a girl room hehe *oops!) Yang katanya mandiri (mungkin karena saya kuliah selalu jauh dari rumah dan saya punya kakak yang cuek, jadi saya seperti terbiasa untuk mandiri). Tapi saya juga cengengesan gini punya jiwa leadership lho (a.k.a mau sok ngatur wkwkw!) artinya saya juga punya jiwa anak sulung. Nah lho, sekarang saya nggak ada bungsu-bungsu nya sama sekali!!

Yah inti dari tulisan ini adalah, saya berkesimpulan kalau sifat manusia itu tidak bisa dikelompok2an. Manusia itu unik! 1 orang cuman ada 1.

Morale of the story, jangan pernah menghakimi orang, karena kita semua berbeda. :)

Selamat malam!

Tuesday, January 14, 2014

1990s vs 2000s

Recently, I've seen the picture posted by one of my friends in Path.
It was a picture of Albert Einstein said about how he afraid of technology will change people. Well, I think you've seen it too.

And this post is a random thought of mine. haha. (by random I meant RANDOM!).

As we all know, technology keeps changing rapidly. An easy example is mobile phone. It changed how people interact with each other. Example scenarios (These are just illustrations. But I hope they figure out the real situation):

Ex. 1
1994
Me : Ma, I want to pee
Mama : Ok take off your pants

2004
Me: Ma, I'm going to the mall!
Mama: Waht? Wait!! (It is too late coz Mama was texting her friend while her daughter shout).

2014
Me: Ma, I want to move out!
Mama: .... (no reaction. chatting using her new android phone).

Ex. 2
1994
Girl: I L U (the letters on the telegraph sent to her boyfriend who was not in town)

2004
Girl: Hello
Boy: Yes
Girl: Where r u?
Boy: Home
(talking with 3 seconds free calls by telkomsel at that time)

2014
Girl: (sent wathsapp messenger) where are youuu? I miss uu :* :* :* (with using lots and lots of emoticons)
Boy: (reply the msg but really hate the the emoticons used by his girlfrend) I'm home babe, love u 2. Stop sending me those fake kisses. Come to my home and kiss me. LOLs

As the technology changed, people may changed. But remember that technology was made to simplify human need.
Do not ignore people in front of you in order to talk to someone far from you using messenger.
Do not send Pokopang request to all your contact coz it is annoying! (*lho)
Do not randomly send candy crush notification via facebook coz it is also annoying!
Do not send hoax message.
Do not uploads all your selfie photo(s) and album(s) in path. Use facebook instead. haha (apasih).
Be a nice Path user! (apasih?)

For sum up! I am just a random writer. Feel free to hate me :)

Thursday, January 2, 2014

Kejadian Tadi Malam

Heyho!

Merry X'mas and Happy New Year!!
I really can't wait to face 2014! so many travelling plans to do (well, cuman 3 sih, tapi can't wait!!)

Eniweii..

Posting kali ini adalah posting pertama di tahun 2014 tapi postingnya juga akan membahas kejadian random tadi malam di rumah saya.

Pagi-pagi buta, sekitar pukul 3 pagi, bel dirumah saya berbunyi. Fyi, bell rumah saya bunyinya bukannya lagu-lagu lucu yg berirama poliphonic, tapi bunyinya "Kriiiiiiiiiiiiiiiiiing!! Kriiiiiiiiiiiiiiiiing!!" Super kenceng. Kebayang kan kalau jam 3 pagi ada yang mencet bell sampai 6-7 kali dan lama mencetnya!

Saya sih nggak dengar (padahal kamar saya paling depan haha) tapi susternya ponakan saya dengar, cici ipar saya juga dengar (artinya, benar adanya dan bukan merupakan igauan semata). Tapi waktu si Suster turun, dia intip dari gorden, tidak ada orang!! iyah, sama sekali tidak ada orang! *jeng jeng!! Akhirnya beberapa spekulasi muncul di pikiran para penghuni rumah ini.

SPEKULASI NO 1. Spekulasi paling logis.
Karena beberapa hari kemarin selalu hujan disertai angin, ada kemungkinan bel rumah ini korslet. Sangat logis sih memang. Tapi... seumur2 bel rumah saya nggak pernah korslet. gimenong donk nyoongg??

SPEKULASI NO 2. Spekulasi agak logis.
Persis didepan rumah saya ada rumah yang sedang dibangun. Semua tukang-tukang bangunannya tinggal disana. Menurut saya, ada salah satu tukang bangunan yang mabok minum sisa2 beer oplosan pas tahun baru mungkin haha. dan mainin bel rumah saya. haha. Tapi selama hampir satu tahun pembangunan rumah depan itu, nggak pernah sekalipun saya liat tukannya mabok. --> Reject speculation no 2.

SPEKULASI NO 3. Spekulasi yang kalo dipikir2 lama-lama jadi logis.
Buat temen-temen yang sudah pernah ke rumah saya, rumah saya ini terletak di pedesaan. Dipinggir ada sungai mengalir (kali mampet-red), kalau pagi masih banyak suara burung, dan kalau lagi sial bisa ada ular sawah masuk ke garasi. haha. Terlebih lagi, 3 rumah yang letaknya persis didepan rumah saya KOSONG! yup KOSONG. Rumah 1, kosong karena sedang dibangun, sebelum dibangun sudah kosong selama kurang lebih setengah tahun. Rumah 2, kosong selama 15 tahun lebih!! kalau pesan taksi blue bird jam 5 pagi untuk ke bandara, dan taksinya datang lebih awal, pasti supernya bilang rumah depan ini pasti kosong yah? hmmm... ada apa gerangan dibalik perkataan itu?? haha. Rumah 3, rumah baru, sudah dibangun sangat bagus, tapi ujung2nya kosong juaa..zzz sudah kurang lebih 2 tahun kosong. Nah, dari fakta2 tersebut, kira2 siapa yang memainkan bell rumah saya di pagi buta itu?? hehehe...

Sudahlha, jangan diteruskan postingan tidak penting ini.


Sekali lagi, Happy New Year 2014!!

Friday, December 13, 2013

Sssstt.. Hati-hati berbicara!

Minggu lalu sewaktu lagi homili di gereja MBK, si pacar bilang "beberapa minggu ini capek banget yah, Sabtu Minggu selalu penuh urusan yang harus dikerjain. Capek, rasanya pengin makan dan nonton ajah sambil jalan-jalan di Mall" (jalan-jalan di mall nya saya yang tambahin hihihi).

Memang benar sih, beberapa minggu terakhir banyak sekali acara kesini dan kesana. Rasanya kangen juga sama Mall yang dulu paling sering di kunjungi buat nonton. Yak betul! Puri Mall! hehe.

Di lain waktu, si pacar bercengkrama sama keponakannya yang sedang libur semesteran "Wah, enak yah kamu bisa libur semesteran, Om juga mau doonk!"

Memang sejak kerja, kapan coba kita bisa libur sepanjang 3 minggu? nggak pernah kan? dapat 2 minggu ajah susah (eh, tapi sekarang saya ada cuti wajib 2 minggu lho! hehe)

Akhirnya, Tuhan mengijinkan kami, saya dan si pacar, dikasih libur beberapa hari tapi dalam rangka sakit! yak betul sakitt!!

Hari kamis kemarin si pacar kena DB (doain cepat sembuh yah pembacaaa!) dan saya kena mencri-mencri yang dicurigai disentri (tapi ternyata bukan kookk *pheeww*). Si pacar istirahat selama 1 minggu dan saya dapet istirahat selama 3.5 hari termasuk weekend. And guess what?? Week end ini harus kita habiskan dengan istirahat yang banyaaak! *Do u see the relation between the title and the story?? hehe*

Well, morale of the stories is everything happens for a reason. Tuhan menghimahkan si pacar dan saya sakit, agar kami bisa beristirahat hehe. Dan fitur tambahan dari mencri-mencri saya adalaahh *jeng jeng jeng* saya turun 400 gram lhoo!! hahaha (penting banget sih Win?!)


Well then,
Get well soon honey and me! :)

Saturday, September 8, 2012

We live in the parallel world

I found a blog written by a girl, who is now studying in the same university with me (was). Then, I felt like writing a blog.

I went through her blog, post by post. She told the readers about how she missed her high school friends, how she felt of being in OSGAB and Accounting Student Orientation: Attraction! (anyone can recall this event?? *smile*).

All the sudden I recalled my own stories in that campus. All the friendship, laugh, life, and love stories. How I missed those times.

Time flew. Five to six years after all of those memories, I can't believe now I am here, miles away from Bandung while someone else is now experiencing my old life, making her own memories.

I am pretty sure there is someone out there who already did a similar life as mine years ago. While she is remembering all her memories, I am making mine.

Anyway, it is how life goes. Someone left, another came. Someone is remembering, others are making the new one. It is what I called "paraliel world".

Tuesday, June 9, 2009

The Power of Second Generation

Second Generation yang gw maksud disini adalah generasi orang tua gw...
Nenek-Kakek gw adalah First Generation,
Papa-Mama adlah second generation,
dan kita2 adalah third generation.....


Kebanyakan dari orang tua kita (yg gw maksud kita adalah orang2 yang berumuran antara 17 - 28 hehe..) hidup pada jaman pasca kemerdekaan, kata org dulu, namanya jaman susah....
Mereka dulu mau sekolah saja susah...belum lagi kalo orang tua kita merupakan anak sulung atau anak yg dijadikan sebagai tulang punggung keluarga...
Dulu nenek kakek kita juga belum semampu orang tua kta di hari ini untuk membiayayi anaknya...


Jadi kalo kita sekarang sekolah udah enak, naik turun mobil (kalo sue naik turun jemputan yg panas) trus gak perlu mikirin uang sekolah, beda ceritanya sama the second generation.
Mereka harus biayain sekolahnya sendiri...pulang pergi naik angkot (paling sue jalan kaki ke sekolah dan pulang sekolah)...lebih sue lagi mereka ada yg tidak bisa meneruskan sekolahnya sampai jenjang tertinggi....semua itu terjadi di jaman susah pasca kemerdekaan itu....
kemudian orang2 yang tergolong dalam second generation ini mulai bekerja (dengan latar belakang pendidikan yang seadanya (kalo sue pekerjaan mereka ini dijadikan pendapatan inti bagi keluarga mereka)....


trus setelah menemukan kekasih hati (cah elahh) mereka menikah...dimana menikah pun menggunakan biaya sendiri, belum lagi beli rumah dan perabotannya....biaya susu bayi kalo udah punya anak, bbiaya ini itu....


dan sue'nya lagi, setelah melangsungkan pesta pernikahan kalo di jaman kita kan dapet angpao yg uang nya bisa digunakan untuk melunasi hutang2 katering, hutang sewa gedung pernikahan, bahkan hutang salon...kalo aman mereka dapetnya perabotan rumah...ckckckckkc....
mending kalo tuh perabotan isinya AC, Kitchen set, Tipi LCD (tp blun ada juga sih)...isinya mah gak gitu penting...antara lain jam dinding2 (sampe berbiji2), tea set(sampe beberapa set dan gak da manfaatnya), seperai, dll,dll.....


sesudah nikah tau2 punya anak (yah kita2 ini), anaknya bandel, udah punya duid mau disekolahin malah tereak2 ogah sekolah.....
udah disekolahin sampe SD, SMP, SMA, kuliah (S2 kalo beruntung) tapi nilai tetep pas2an....punya pacar yang ganteng, langsung minta kawin...hahahahaha....(lebay ahh)...
gak berasa waktu udah berjalan berapa puluh tahun...anak mereka pun tak kunjung sukses (amit2)....kembali mereka harus men-support keuangan anak mereka untuk biaya pernikahan (untung yg ini dapetnya angpao)...biaya DP rumah (kalo lagi sue anaknya dibeliiin rumah sampe lunas)....


trus begitu sampe mereka tua...the second generation is the most powerfull generation, beter than ours...


akhir kata:
ini hanyalah segelintir cuap2 gw, yang mungkin hanya sesuai hanya dengan kehidupan segelintir orang di Jakarta (Indonesia) ...


Moral of the story:
be the powerfull third generation!!
be inspired instead of be spoiled..=P