Monday, October 26, 2015

Jawa Timur Part 1: Malang


Entah gimana, akhirnya kita berdua came up untuk mengunjungi Jawa Timur. Mulai dari rencana ke NZ, menciut jadi ke Kor-Jap, menciut lagi jadi ke JaTim.. HAHAHA. Intinya sih lagi-lagi uang!! Haha karena terlalu sayang mengeluarkan uang puluhan juta *nasib punya suami orang Semarang* hehe 
Note: bukan menghina yah, tapi konon katanya orang berdarah Semarang itu pelit.. EH! salah2, mereka bilang, mereka itu pandai mengatur uang! #whatever hehe (to all Semarang ppl, I love you! Xixixi)

Intinya, karena saya belum bisa merajuk si MT, jdlah saya nurut ke Jawa Timur ajah.. Dan setelah pulang: nggak menyesal lho! Walaupun ujung2nya juga menghabiskan puluhan juta juga hiks *cek kantong kresek recehan kemarin kali2 masih ada sisanyaaa* Hehe. soalnya, dengan berkedok "second honeymoon #TTC" saya nggak mau kalo liburan ini jadi ala-ala backpacker haha! Maunya nginap di hotel bagus dan bawa kopernya gede2.. Zzzz bgt yah..

Hari pertama dimulai dengan pesawat pagi menuju Surabaya. Jam 8 tepat kami sudah sampai Surabaya. Janjian sama si Pak Hasan (bapak rental mobil) sekitar pukul 8.30. 

Intermezzo, Pak Hasan ini recommended bgt lho! Dia kasih kita avanza tahun 2014  yang masih bagus, bersih, dan yang terpenting: hemat bensin! To be noted kalau selama 9 hari di Jawa Timur, kita hanya menghabiskan bensin IDR427K sajah. Buat yang mau kontek Pak Hasan, bisa DM ke saya yahh.. 

Setelah serah terima kunci dan isi bensin perdana, kami melanjutkan perjalanan langsung ke Malang. Bekal kami hanya Waze! Dan thank God sinyal XL kuat di jawa timur. Hehe. Bertolak dari Surabaya jam 9, sampai di Malang jam 11an. 

Karena belum bisa check in, kamipun melipir melaksanakan misi kedua (yang pertama kan you know what haha!) liburan kita: Wisata Kuliner.

First stop: Baso Presiden
Total yang kami habiskan untuk makanan dan minuman seperti pada gambar adalah IDR57K sajah!

Nyam nyam. Karena mengandalkan Waze, jadi saya nggak ingat alamatnya dimana. Tinggal ketik "baso presiden" langsung keluar petunjuk arah hehe. 

Restorannya terletak di pinggir rel kereta api. Jadi, setelah parkir, kami harus menyebrang rel dulu. Baru sampai. Dan ketika makanpun, kereta yang lewat2 menjadi salah satu "wahana" nya si bakso presiden ini. 

Saking terkenalnya si baso, antriannya puanjang rek! Udah panas, sumpek, antri... Hmmm It should be good. 

Mungkin hal itu yang membuat saya punya iverexpectation sama si bakso. Karena ternyata begitu mencicipi rasanya, saya masih lebih suka Baso Jawir Pesanggrahan dan bakso kota cak har di citra grand. Hehe.

Second stop: Toko Es Oen

Malang itu ternyata sangat kental dengan budaya jaman kumpeni nya.. Banyak sekali restoran kuno yang dibuka dari jaman kumpeni2 di Malang. Salah satunya Toko Es Oen! 

Kelebihannya, interiormya, sudah pasti kuno lah yah.. 
Tapi, tidak lebih dari itu.

Mungkin karena, lagi2 saya ini overexpectation. Kalau teman2 udah pernah makan es ragusa, yang juga terkenal dengan es nya yang sudah dari jaman nenek kakek kita, es ragusa menurut saya lebih enak. Dan, es Oen ini tidak murah sodara2! Atas se-emprit es dan kue yang kami makan diatas, kami harus membayar hampir 2x harga baso

Next destination! Pia Cap Mangkok, langsung di pabriknya di Tidar. 
Tadinya kami mau beliin seluruh umat manusia yang kami kenal di jakarta. Sayangnya pia ini umurnya pendek, cuma 2 minggu. Too bad. Karena saya cuti 2 minggu, so teman2 kantor definitely nggak dapet pia mangkok yaa.. Haha

Plus point dari pia mangkok: enak, garing, nggak terlalu coklat, mudah ditemui, dan nggak mahal. Terlebih, penjualnya nggak songong (lirik pia super terkenal di pulau sebrang) hehe

Akhirnya setelah sampai jam checkin kamipun check in ke hotel. Hotel yang kami book adalah OJ Best Western Hotel, yang ternyata terletak di tengah kota malang dan memiliki kamar yang bersih dan luas. Recommended!

Setelah checkin, kami tidak menyia-nyiakan waktu yang tersisa. Kami lanjut dengan next culinary destination! 

Cwie Mie Malang Hok Lay (yang juga founded di tahun-tahunnya kumpeni *katanya katanya*) 
Ini enak bangett!! Sayang perut ini tidak muat lagi untuk makan 2x :( 
Dan masih harus menyisakan ruangan kosong untuk the last dessert of the day. 

Desset malam itu kami lengkapi dengan kue Puthu Lanang yang super terkenal. Awalnya saya pikir puthu itu hanya dari Medan.. Ternyata ada juga puthu di Jawa hehe. Pardon my minimum knowledge. 

Puthu lanang nggak jauh dari OJ Best Western. Untuk itu, sambil menurunkan sisa2 cwie mie hoklay dalam perut, kami putiskan untuk jalkak dari hotel. 

Sampai disana, saya pikir saya akan melihat warung atau semacamnya. Ternyata tidak, puthu lanang ini hanya dijual di pinggiran jalan menggunakan meja. Mungkin karena itu harganya jd murce bangeet.. Dengan IDR10K, kita sudah bisa menikmati 10 puthu, atau 10 klepon, atau 10 cenil, atau 10 lupis, atau paduan kesemuanyahh.. Murah banget kan!! Nggak ada separo harga puthu di Jakarta *big smilee*


Hari keduaa.. 
Karena ke-cheapo-an kita, dan nampaknya sayang melewatkan satu saja kesempatan wiskul di Malang, kami tidak memesan breakfast di hotel. 

Awalnya kami mau makan Cwie Mie Gloria untuk sarapan pagi di dekat alun2 kota..Sayangnya belum buka :( Tapi namanya blessing in disguise, akhirnya kita mampir Rawon Nguling yang ternyata juga terkenal dan super enak.. 


Setelah perut kenyang, kami langsung melaju ke Museum Malang Tempo Doeloe. Sayangnya, karena ada acara fun bike di alun-alun Tugu, kami harus berputar2 mencari jalan ke Museum ini. 

Museum Malang Tempo Doeloe saya singkat ajah yah jadi MMTD, untuk mempermudah pengetikan hahah.. MMTD ini menceritakan terbentuknya kota Malang mulai dari jaman sebelum masehi. MMTD mengingatkan saya ke museum di Hong Kong (lupa namanya, yg pasti bukan MHKTD hehe) yang menceritakan mulai dari sejarah geografis hongkong sampai ke dinasti2 bersejarah.. 

Tiket masuk HANYA IDR15K!! Murah banget yahh.. 
(Sayang ada tangan jail yang coret2 temboknya)

Kalo kalian masih ingat cerita Ken Arok, Ken Dedes, Tunggul Ametung dan juga keris sakti yang membunuh turun temurun, di MMTD diceritakan lagi cerita itu lengkap dengan silsilah kerjaan Singasari Majapahit. (Msih inget kagakk sejarah kelas 3 SD nihh!!) 

Setelah cerita kerjaan, dilanjutkan dengan pendudukan kumpeni di Malang. Banyak banget dokumentasi2 (asli) peninggalan penjajahan kumpeni di Malang. 

Kalau kalian suka sejarah, MMTD salah satu tempat wajib dikunjungi di Malang. 

Setelah dari MMTD, kita masih merasa kenyang dan nggak sanggup kalau dilanjutkan langsung dengan makan siang. Hehe. Akhirnya kita jalan lagi menuju candi Singasari. 

Nggak banyak cerita di balik candi Singasari sih.. Hanya salah satu candi pemujaan (tadinya ada 7, tapi hanya ditemukan 1). Anehnya, candi ini berada di komplek perumahan. Nggak seperti candi2 besar yang terkenal yang sudah dirawat dengan baik. Masuknya pun hanya dipungut biaya "serelanya" oleh si bapak penjaga. 

Setelah dari Singasari, kami akhirnya memutuskan untuk makan sore (bukan makan siang atau makan malam yah). 

Makan sore dulu, mampir di Sate Bunul Pak Paino. 

Sate ini adalah sate pertama (next masih bbrp kali kita makan sate di Batu) dan sate terenak selama perjalanan kita. 

After nyate, kita tidak lupa kalau semuanya berasal dari yang Di Atas #ciehhh mampirlah kita ke Gereja KayuTangan. Gereja ini juga salah satu gedung kuno peninggalan belanda. Exteriornya bisa dibilang mirip Katedral Jakarta. Sayang nggak difoto, karena kami sudah buru2 mau misa. Dan interiornya seperti ini 
Mirip lah yahsama gereja-gereja kuno lain di Jakarta, seperti gereja Theresia menteng. 

Sepulang misa, perutnya si MT yang bottomless pun sudah meminta isi. *sigh* akhirnya kita malam2 makan ronde dan angsle Titoni. 

Semua orang pasti sudah tau ronde. Yang baru pernah saya dengar adalah angsle. Ternyata angsle ini isinya kuah santan hangat dicampur kacang hijau, mutiara (apa sih itu namanya yang seperti di hokben) dan lain2 (penjelasan ini sangat tidak menjelaskan yah!) haha. Sayangnya tidak sempat kami foto. Hehe. 

Hari ketiga dan hari terakhir di Malang! 
Kami mulai dengan "jalan pagi" hehe. Dari hotel, ke alun2 tugu, ke alun2 Malang, dan balik lagi ke Hotel. 

Rencana awalnya adalah jalan kaki dari hotel dan lari2 di alun2 Tugu. Tapi ternyata, orang2 Malang sudah memulai harinya (note, saat itu hari senin) dengancukup pagi. Jam 6 lewat, alun2 Tugu sudah ramai dengan kendaraan bermotor. Akhirnya kita urungkan niat untuk lari, dari pada nanti ditabrak motor. Anyway, banyak banget lho pengguna motor di Jawa dan mereka semua masih dengan baik menaati lampu merah!!

Akhirnya kami jalan2 di alun2 Malang. 
(Pardon my handsome husband who was holding his cemilan) 

Alun2 Malang itu benar2 rapih, terawat, rindang, dan bagus. Kalo bisa dibilang mungkin mirip hyde park syd tapi lebih kecil. Noted juga di alun2 masih banyakburung2 yang mampur dan beterbangan. Dan nggak ditembakin anak kampung hehe. 

Di perjalanan pulang kami melipir mengisi perut dengannasi pedas khas Malang. 

Terus terang saya lupa nama restonya. Karena ini hanya resto rumahan yang kami lihat di jalan menuju hotel dan sepertinya enak, akhirnya mampir. Untungnya, beneran enakk!! 

Sampailah kita di penghujung kunjungan kota Malang yang full of culinary spots! 

Jam 10 pagi kami sudah siap rapih jali di mobil untuk melanjutkan road trip ke kota Batu.

Next post yahh! Otherwise akan jadi kepanjangan :) 













Saturday, August 1, 2015

Hysterosalpingography - HSG

Ada yang bisa baca kata diatas dalam sekali sebut dan tanpa kesalahan? Let me know yah kalo ada dan kamu bukan dari medical school hehe.
Mama saya selalu bilang kalau saya orangnya tidak teliti dalam membaca dan menulis. Ternyata, setelah besar saya tau kenapa. Karena otak saya bekerja dengan membaca 1-3 huruf pertama dan terakhir. Seperti kata2 di atas, saya akan baca "Hystero or hysti something something lah.." Ternyata dari kecil otak malas ini sudah menjadi tanda lahir. :) 

Anyhow. Saya nggak akan membuat posting mengenai cara membaca dan cara otak saya bekerja. Sesuai judulnya, saya akan bahas mengenai HSG. :D

Life after marriage. 
Months after married, saya selalu dihujani dengan pertanyaan apakah saya sudah "isi". Kalau kata salah satu teman saya, itu merupakan siklus hidup manusia, ditanya tiada habisnya. Kita harus step out dan mengabaikan seluruh komentar orang, dan biarkan diri sendiri yang membuat keputusan.

Bulan-bulan awal, saya memang sepakat dengan diri saya sendiri (krn MT nggak setuju) untuk menjaga dahulu. Karena saya harus menempuh perjalanan cukup jauh menggunakan pesawat. Kemudian, sejak awal 2015, kami akhirnya sepakat untuk TTC (try to conceive). 

Dengan berjalannya waktu, orang2 semakin banyak yang bertanya apakah saya sudah isi. Terus terang saya adalah orang yang menerima dan mencerna "opini publik" dan "apa kata orang". Tanpa disadari, pertanyaan2 itu telah membuat saya jenuh. 

Setelah sekian bulan berusaha, namun belum menghasilkan, maka kami memutuskan untuk mulai pemeriksaan ke dokter obgyn. Keputusan ini diambil, terutama karena saya tidak mau "terlambat" bertindak, jika (amit2) ternyata ada sesuatu yang berbeda yang menghambat pembuahan. Kembali lagi, banyak opini yang menganggap saya terlalu terburu2. Belum 1 tahun menikah, harusnya sabar saja. Untuk apa ke dokter dst. Saya, sempat fed up, tapi akhirnya saya menutup telinga atas komentar2 semacam itu. Saya mulai bisa menerima nasihat teman saya untuk step out dan ignore semuanya.

Setelah bertanya ke beberpa rujukan, akhirnya saya putuskan untuk berkonsultasi dengan dokter Yani Toehgiono di RS PIK. For the record, dr. Yani adalah dokter yang membantu om dan tante saya setelah 6 tahun berusaha memiliki anak. Dan dia sudah sangat berpengalaman. Berbekal referensi ini, akhirnya kami pergi kesana. 

Intermezzo, sebelum kunjungan dr. yani, saya mendengar beberapa kasus "pasangan muda" yang nampaknya lagi marak (apasih). Salah satunya adalah PCOS. Singkatnya, PCOS adalah sel telur yang tidak matang dan tidak bisa dilakukan pembuahan. Penyebabnya banyak: genetik, hormon, makanan, dll.

Nah, dihantui dengan penyakit PCOS tersebut, kami akhirnya melakukan sesi pertama ke dr. Yani. Kunjungan pertama dr. Yani langsung menyuruh USG. USG yang ada di pikiran saya adalah usg melalui perut yang dikasih cairan dingin2 empuk. Hehe. Ternyata saya disuruh buka celana, tiduran, dan membuka dan menekuk kaki *shock* ternyata dr. Yani melakukan transvaginal ulatrasound. Usg yang dimasukan melalui vagina. Anyhow, beliau menyatakan "kok ini telurnya kecil yah.." 

Mendengar pernyataan itu, dikombinasikan dengan bayangan penyakit PCOs, kepercayaan diri sayapun runtuh. Padahal dokternya nggak bilang apa2 ttg pcos. Dia hanya memberikan obat subur yg dimakan saat mentruasi. Tapi, namanya jaman sekarang segala informasi sudah canggih, padahal nggak tau benar atau salah. Akhirnya saya menangis bombay ala2 drama sinetron pas jalan pulang haha!! 

Kunjungan kedua ke dokter, ternyata hasilnya bagus semua. Tinggal menunggu pembuahan. MT pun diberikan vitamin penguat sperm oleh dokter. Dan kami diberi jadwal untuk "bikin PR" *malu* haha!

Akhirnya dokter berpesan, kalau bulan ini gagal, bulan depan HSG yah. Nahloh! Makhluk apaan ituu.. 

Ternyata Tuhan berkehendak lain. Saya gagal bulan itu. Dokter suspected karena saya terserang demam saat masa subur. Huhu. Tapi tetap dia menyarankan HSG. 

HSG adalah:
  1. Hysterosalpingography (HSG) is a radiologic procedure to investigate the shape of the uterine cavity and the shape and patency of the fallopian tubes. It entails the injection of a radio-opaque material into the cervical canal and usually fluoroscopy with image intensification.
(Sumber: wikipedia) 

HSG dalam bahasa yang lebih sederhana adalah: pengecekan tuba falopi dengan menggunakan teknologi radiologi. 

Caranya? 
Kalo baca pasti horor sihh.. Intinya adalah menyemprotkan cairan antibiotik ke dalam kandungan untuk mengecek apakah ada penyempitan, perlengketan, atau gangguan lain pada rahim dan saluran tuba falopi. Karena itu, sebelum HSG, kita tidak boleh berhubungan. Dan harus menandatangani pernyataan "tidak hamil"

Setelah disemprot, perutnya nanti di foto rongent. Dan hasilnya dikasih lagi ke dokter. 

Hasil HSG saya?
Hasilnya: bau asap. Kenapa? Karena seperti membakar uang 900ribu di api unggun. Hasilnya normal semua. Beberpaa orang sudah bilang ke saya. Ciri2 orang memiliki gangguan tuba falopi adalah sakit yang berlebihan saat datang bulan. (Note: jangan percaya langsung dengan tulisan saya, ada baiknya pembaca melakukan research dan bertanya lebih lanjut ke dokter masing2) 

Perasaan saat di meja foto rontgent: horror! Karena melihat alat2nya. Perasaan saat HSG: ternyata tidak sakit, hanya tidak nyaman mendengar sesuatu masuk ke rahim melalui si miss V. Perasaan setelah HSG: seperti orang masuk angin dan kepingin boker. Dan penyakit perut ini berlangsung semalaman :( 
Perasaan waktu liat foto hasil HSG: buseeeettt daahh kek ada alat sepanjang 15 cm masuk ke rahim eikeee *horrooorrr* 

Ok, nampaknya saya telah memperhoror seluruh cerita ini. Haha

Hasil research baru2 ini mengatakan HSG meningkatkan kesuburan sampai 30% dalam 3 bulan pertama. Kenapa? As simple as krn setelah "ditiup" cairan HSG, saluran tuba falopi menjadi lebih "lengang". Haha. Dan sekarang sudah berjalan 2 bulan dengan hasil masih nihil hehe. 

Saya sih nggak berharap hasil research nya tepat, secara research nya pakai google docotr haha. Tapi ttp saja ada secuil porsi otak saya yg berharap2 cemas Haha.

Ok, mohon doa nya yahh readers! Ciao!
Buat readers yang juga lagi dalam proses TTC, smoga membantu memberi info yahh posting kali ini hehe. Good luck!


Friday, May 29, 2015

Mempertanggungjawabkan Kesalahan

Haiii *dadah dadah lagi*

Setelah post pertama di 2015 yang sangat berbobot *cih* akhirnya saya memberanikan diri untuk bercerita lagi di post kedua di 2015 (kayaknya udah kebanyakan nulis analisa nih, periode harus jelas semua HAHA! *padahal masih berstatus analis gadungan)

Ok, post kali ini kita akan membahas akar masalah dalam kehidupan kita bersama (apasih).
Di suatu hari ketika saya dan MT lagi jalan pulang di tol dalam kota, kami melihat kejadian (yang mungkin lumrah) tapi kalo dilihat tetap mengesalkan. Jadi, di bahu jalan di pintu tol tebet, ada polantas yang sedang berjaga. Tau sendiri kan kalau banyak banget orang lewat bahu jalan di tol dalam kota. Dan begitu melihat ada polisi, langsung pada menghindar ke kanan.

Nah, kejadiannya saat itu, ada 2 mobil yang pas banget di bahu jalan. Mobil pertama berpelat jendral. Mobil kedua adalah mobil rakyat biasa. Pasti kalian sudah bisa menebak kan apa yang terjadi berikutnya? Yup betul, mobil pertama dibiarkan lewat, bahkan "disuruh" lewat oleh polisinya, karena sang polisi menggerakkan lampu tangan berwarna merah di tangannya sebagai penanda pemberi jalan. Setelah mobil pertama lewat, mobil kedua langsung disetop oleh 2 orang polisi. *sigh* Pasti kalian berfikir seperti saya, ini memang kejadian lumrah, tapi ketika melihatnya sendiri tetap saja sakit hati dan merasa ada perlakuan tidak adil. Apalagi kalau saya yang menjadi pengendara mobil kedua.

Dari kejadian itu, saya memberikan statemen seperti ini ke MT:
Kalau aku jadi si mobil kedua, aku akan berhenti nih.. Aku buka kaca separuh. Polisi kemudian akan bertanya "SIM dan STNKnya Mbak?" Aku akan berkelit sebisa mungkin menanyakan ke pak polisi kenapa mobil depan tidak ditilang, mobil saya ditilang. Dan aku akan mengeluarkan statement "Kenapa Pak? Apakarena mobil Jendral, bapak tidak berani?" Dan aku nggak akan mau memberikan SIM dan STNK apalagi sampai harus membayar tilang. Sebagai orang yang SANGAT tidak suka diperlakukan tidak adil, aku nggak akan bergeming seberapapun polisi itu akan memarahi aku.

Jawabannya MT nggak saya duga HAHA (seperti biasa). Emang dasar MT itu org palling lurus yang pernah saya lihat seumur hidup saya (cie ile promosi). Dia bilang kurang lebih begini:
In a way kamu benar. Tapi aku liat dari sisi lain. Kamu itu minta dibenarkan atas perbuatan yang salah. Dan menyeret2 orang lain (si mobil jendral) untuk diperlakukan sama. Next, kalau kamu berbuat dosa karena orang-orang lain juga berbuat dosa, bukan berarti kamu itu berbuat kebenaran. Kamu tetap berbuat dosa, kamu tetap salah. Coba bayangkan kalo nanti kamu di pintu surga (red: inget yah guys, MT ini seksi rohani selama 3 tahun di SMA, putra altar, senior THS, and any other things u named it HAHA), Tuhan akan bilang "kenapa kamu masuk bahu jalan? itu kan dosa" Kamu nggak akan bisa bilang "Mobil jendral ajah boleh masuk, kenapa saya nggak" Kamu yah harus mempertanggung jawabkan perbuatan kamu sendiri. Nggak bisa kamu berdalih "karena dia juga, saya juga"

DEG! begitu dengar jawaban si MT, saya jd merasa orang yang sangaaaaattt picik! orang yang sangaaaat kecil. OMG My husband is a 40 years old man (baca: wise man) haha!

Intinya dia berpesan ke saya bahwa saya harus bertanggung jawab atas segala perbuatan saya. Bukan karena kesalahan orang lain dibenarkan lantas saya juga ingin kesalahan saya dibenarkan.

Pesan buat teman-teman yang baca dan sudah memiliki pemikiran seperti MT: kalian hebat! saya salut sama orang-orang seperti kalian. I am lucky I'm marrying one of you :D

Pesan buat teman-teman yang baca dan memiliki pemikiran seperti saya: mulai yuk punya perspektif tanggung jawab atas perbuatan kita. Niscaya Indonesia akan punya lebih banyak lagi orang-orang yang bertanggung jawab.

Ciao guys!

Monday, May 4, 2015

One More Step

Hai hai!! Sudah lama buanggeet nggak nulis! Jadi terkesan saya ini (sok) sibuk yah setelah married.. Kata orang, kehidupan wanita itu berakhir setelah menikah, sedangkan pria baru dimulai. Salah besar deh ituu haha Malah kehidupan tuh baru benar2 dimulai saat setelah menikah. #truestory #sokdewasa 

Okeh, kenapa saya sudah lama nggak nulis blog?? Karena saya binguung apa ajah yg mau diceritakan dulu.. Banyak banget yang ada di pikiran, tapi blm ketemu mood yang pas untuk nulis #halah hehe 

Ngomong2 soal kehidupan baru dimulai, benar adanya lho! Coba tanya deh sama pasangan2 muda yang baru menikah dan dengan catatan sudah mulai hidup sendiri dan terpisah dari orang tua/ mertua. Mulai deh semua hal dilakukan sendiri, baru berasa susahnya hidup. #curcol Mulai dari hal sepele seperti: bayar listrik, bayar TV berlangganan.. Sampai hal2 berat seperti: gosok baju sendiri, sapu, ngepel, dan ngajarin pembantu. Jalau dulu, di rumah ortu sih semuanya saya tahu beres deh.. Tinggal pulang makan tidur. Beres! 

Tapi bukan berarti hidup berumah tangga itu sukit kok! (Kata orang yang belum setahun berumah tangga haha!! Dan keabsahannya tidak dapat dipercaya) Sampai sejauh ini sih dinikmati ajah sih. Seperti bangun jam 4an untuk masak dan menyiapkan bekal kekantor, menghabiskan weekend dengan bebersih rumah. Nggak gampang sih awalnya. Tanya ajah si MT, udah berapa kali saya nangis tanpa sebab cuman krn kesal kecapean dan udah berapa kali saya ngerengek minta jalan2 instead of bebersih di rumah. Hehe. Untungnya saya punya suami yang  bijaksana, sebijaksana wajahnya, walaupun usia sebenarnya masih muda haha!! (Kalau nggak ngerti apa yang saya bicarakan, Please refer to below foto) 
PS: takut empunya foto marah, jadi saya blur yahh haha

Kalo ajah si MT itu trempamental, pasti kita nggak akan survive deh. Untungnya MT (again) sebijaksana usia mukanya hihi (Maapkan sayaahh!! *kabur*) 

Anyhow, balik lagi ke topik. Hehe
Salah satu kelebihan post married adalah, hidup bebas dengan keputusan dan tanggung jawab sendiri. Tapi selain itu tetap harus mempertimbangkan apa kata suami donk. Biar bagaimanapun kan suami kita adalah partner sehidup semati kita #tsahh kalo keputusan yang kita ambil mematikan, maka hal itu mematikan kita berdua. So, pendapat suami itu penting. Begitu juga sebaliknya, denger nggak MT? Haha!! #kode) 

Satu lagi yang saya suka dengan hidup dirumah sendiri: masak! Dari sejak hidup merantau di oz, saya sudah merasa kalau saya punya hobby memasak. Kalau pulang kuliah lagi penat banget, hal yang saya lalukan adalah ke grocery store beli bahan2 untuk masak dan mencoba resep. Kebiasaan itu saya teruskan sampai saat saya di Jakarta. Tapi ada hambatannya, yaitu: dapur di rumah mama sibuk most of the time. So saya bisa pakai dapur terbatas. Beda sama rumah sendiri. Bisa pakai dapur sesuka hati. Dan untuknya lagi bersuamikan MT adalah: MT nggak pernah (sama sekali nggak pernah lho) bilang masakan saya nggak enak  haha entah laper, rakus, atau memang enak, dia selalu menghabiskan bersih semua bekal yang saya bungkusin  haha. Simple thing yang membuat saya senang haha. 

Banana bread! Salah satu contoh percobaan masakan hehe

Intinya, married is a process. Proses jadi lebih dewasa. 
Beberpa bulan terakhir saya sering cerita2 sama salah satu senior saya dulu di kantor lama (dan sekarang sekantor lagi.. Hey kamu kalau sadar, jgn GR yah haha!) dulu, waktu masih dikantor lama, saya menganggap dia itu bukan teman main kita2 karena doi 1) lebih tua bbrp tahun; 2) sudah married, jadi nggak nyambung. Tapi akhir2 ini jadi nyambung karena, simple, I'm entering her world haha. "One more step Jadi lebih dewasa" (bahasa sederhananya: jadi ibu2/ ajuma haha!) 

Yah itulah sekilas kehidupan saya after marriage. semoga posting berikutnya tidak berjarak terlalu jauh dengan posting ini yaa.. Haha! 

Ciao!


Monday, January 26, 2015

Vendor Review (yang sudah hampir terlupakan)

Hallo semuaa!

Sekejap mata saja, satu tahun sudah terlewatkan dari hari H :) like only a-blink-away! hehe

Sebelum saya tenggelam lagi dengan kesibukan yang lain, saya mau menyempatkan diri untuk melakukan Vendor review di pernikahan saya. :)

Ok, kita mulai dengan cara penilaian saya yang suka-suka saya. Saya akan memberi nilai 10 pada vendor yang paling baik, dan akan berkurang 1 point di setiap kekurangan mereka yang saya temukan. So, for all bride-to-be yang nggak sengaja masuk ke blog saya ini, ENJOY! :)

Gedung: SMESCO, melalui BRP management (CP: Mas Fadil).
Nilai: 10/10
Saya sudah pernah membahas sedikit tentang gedung ini disini
Secara garis besar, saya puas dengan pelayanan gedung smesco dan BRP Management. Mas Fadil sangat kooperatif membantu persiapan sampai dengan hari H pelaksanaan.
Sebenarnya BRP juga memiliki jasa WO, tapi sayangnya mereka tidak dapat melayani dari acara pagi hari. Hanya melayani acara di gedung saja. Jadi saya tetap menggunakan WO dari luar. Namun demikian, Mas Fadil & team tetap bertanggung jawab ngurusin urusan2 kita di Technical Meeting, even sampai hari H. Mereka bisa ber-koordinasi dengan WO yang saya hire terpisah. So, a perfect number for them. Give applause! :)

Gereja: Kapel MBK
Nilai: 9/10
Dari awal kami mencari tempat pemberkatan yang intimate dan bisa menampung semua tamu undangan. Tempat itu harus: tidak terlalu besar seperti gereja sehingga terlihat kosong dan tidak terlalu kecil sehingga bisa menampung seluruh keluarga dan teman2 yang tidak bisa datang ke acara di malam hari (karena pada hari yang bersamaan, kami memiliki 2 orang teman yang hari pernikahannya sama dengan kami). Tempat itu juga harus, mudah dijangkau dan terletak didekat hotel atau tempat apapun yang kita gunakan untuk shooting di pagi hari. hehe.
Long story short, kami memilih Kapel MBK. dari sisi pelayanan, MBK agak sulit. Sulit dihubungi, sulit di booking. Karena kita harus datang sendiri ke sekretariat nya untuk booking tempat. Ini agak sedikit merepotkan karena: kami sama2 bekerja kantoran yang penuh di setiap hari, senin-jumat; dan kami sama2 bukan berparoki di MBK.
Tapi overall, Kapel MBK is still good, intimate, and nice. :) Bapak Koster-nya (saya lupa namanya, maap yah Pak), juga mudah dihubungi untuk bookling waktu gladi bersih. So, NINE for you, MBK :)

Bridal: Ivory
Nilai: 8/10
Delapan saya rasa pantas banget untuk IVORY Bridal. Dengan kata lain saya akan menyarankan teman saya kalau mereka bertanya, untuk memakai Ivory. TAPI. Saya tidak akan menyarankan teman saya untuk mengambil beberapa service disini.
Urusan sewa baju dan MUA, nggak usah ditanya lagi, Ivory has been one of the best. Banyak teman saya yang suka sama baju yang saya pakai, karena baju tersebut simple, yet elegan. (hehe GR). Guess what, itu bajunya baju paket kelas 3 (saya lupa nama paketnya), yang pasti bukan baju "tangan pertama" dan bukan baju design pribadi. What I am trying to say is: even saya nggak ambil paket paling mahal, tapi mereka punya banyak stok baju2 bagus.
MUA di Ivory ada 3 macam: Ci Ivone (anaknya yang punya Ivory, katanya sih gitu), Ci Rina, dan Ko Acong. Pastinya menggunakan Ci Ivonne mahal donk yah.. so saya pakai Ci Rina. TOP make up nya. Beberapa orang mungkin akan suka dengan ko Acong, tp for me ko Acong terlalu soft dan kurang pas buat saya yg pribadinya tidak soft sama sekali HAHA. Tapi Ci Rina ini make up nya sangat detail. So dia membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama.
Satu hal yang saya tidak suka dengan Ivory adalah baju bridesmaid nya kecil2! Mereka bilang "kan biasanya yang jadi BM itu anak2 SMP SMA ciii" Yah elah saya ky merit di tahun 90an. 
In short, 8 adalah nilai yang pantas buat Ivory! give applause!!

Catering: Bali Indah 8/10
Nggak ada yang meragukan makanan Bali Indah. Soal rasa, masakannya ok banget! Soal service, should be fine. the down sides are: 1) penggantian PIC secara mendadak di hari H membuat WO saya lumayan kalang kabut mencari PIC nya., 2) saya menggunakan 1 stall dari luar, dan Bali Indah sudah agree. Namun mereka tidak menyiapkam jumlah piring sesuai dengan agreed numbers yang mereka janjikan. But overall, Bali Indah is a great addition to my D day :) 

Entertainment: Voice Brother 10/10
Pak Tony adalah owner, merangkap MC nya VB. Penampilan Pak Tony itu jenaka, menurut kami sesuai untuk pesta pernikahan dengan mayoritas tamu adalah orang tua. Makanya akhirnya kami putuskan menggunakan jasa VB. Pak Tony pun memberikan bonus2 seperti tambahan sound system untuk foyer di luar ruangan, salah satu pemain gitar merangkap menjadi penyanyi sehingga saya punya full band plus 2 singers ( ce &co). Di hari H, Pak Tony nya sakittt!! yah ini bukan salah siapa2, sakit itu kan musibah. Tapi beliau mengganti MC nya dengan MC yg nggak kalah ok. saya lupa namanya.. maap yahh pak MC!! MC baru ini jam terbangnya juga nampaknya banyak, dan dia lebih "masa kini" a.k.a masih lebih muda dibanding Pak Tony. So, perfect score tetap saya berikan ke VB karena mereka sangat baik delivered their services!

Photo hari H: Imperial Photo (8)/10 ( sementara)
Ko Lukman, owner sekaligus PIC, sekaligus photographer IP sangat ramah dan suka memberikan ide2 bagus. Namun demikian, again, di hari H dia kena musibah yang menyebabkan kakinya luka dan nggak bisa perform. Then dia digantikan oleh anaknya (again, saya lupa namanya haha maap yahhh!!) 
Over all sih performa si IP team ini bagus. But several critics from me: 1) beberapa foto menurut kami pengambilan sudutnya kurang pas. Seperti foto saat Tea Pai dan foto2 saat di gereja, 2) pemindahtanganan tanggung jawab antara Ko Lukman ke anaknya nampakmya kurang smooth. Saya sudah mengirimkan foto masa2 kecil dan pacaran saya dan anto untuk di pasang di slide SDE. Tapi, slide itu nggak dipasang karena si anaknya mengaku belum dapat apa2 daribapaknya. hmmmmm... akhirnya sih saya dengan sigap mengirim sisa2 perjuangan saya dr HP dan dipasang apa adanya. saya agak kecewa sama kejadian ini. karena mengumpulkan foto masa kecil itu nggak mudah sama sekaliii.... :( But, untuk SDE nya sendiri banyak yang bilang baguusss :) 
anyhow, album IP belum di tangan saya sampai sekarang. Bukan kesalahan mereka kook. Ini kesalahan saya haha karena saya baru memilih2 master fotonya setahun kemudian HAHA .
Sementara kami memberikan 8 untuk IP. kalau album sudah jadi, akan kami update yahh...

Dekor: Oemah72 10/10
Saya suka dekor dan orang2 dekornya (titik). Kenapa? karena mereka sama sekali nggak neko2. sesuai kemauan dan nggak pake "dikit2 tambah.. dikit2 tambah.." 
Bahkan di H - 3 saya di tlp oleh ownernya untuk menawarkan saya menggunakan "upgraded decor" tanpa nambah. hehe. Ini hoki di saya sih. Karena orang yang pesta di smesco di siang hari menggunakan upgraded decor. Nah, untuk mempermudah mereka (nggak usah ganti2 lagi ke std decor) , mereka menawarkan saya menggunakan upgraded decor dengan warna yang disesuaikan dengan warna theme saya! Yeayy!!

WO: Best WO 9/10
Best WO ini ownernya si Wilson ( thank God saya nggak lupa namanya). Pertama kali ketemu ini anak, masih keciiilll.. *oops* masih kuliah sih pada saat itu. tapi saya salut sama dia, bisa punya inisiatif menjalankan WO. Anyhow, performa Wilson nya sih nggak bisa diragukan lagi. Karena udah berpengalaman, dia pun ternyata punya lengalaman WO di MBK dan di Smesco. So, semuanya beres dia aturin. One down side of Best WO: Wilson is the one man show. Beberapa bridesmaid saya agak kecewa karena saat mereka menanyakan sesuatu ke team WO sering mendapatkan jawaban "nggak tau," Tapi untungnya di hari H, Wilson can handle them all. dan acara bisa berjalan dengan sangat lancaarr! Thanks Best WO!!


Nampaknya cukup sekian reviewnya. Vendor2 yang lain2 yang tidak menyangkut acara tidak saya review yah.. karena pada dasarnya saya ini pemalas.hehe Tulisan ini sudah menjadi draft sejak 7 bulan lalu. dan baru bisa saya selesaikan hari ini :( *bukti kemalasan saya* :D 

Smoga membantu untuk yg lagi wed-prep!!
Ciao!!


Wednesday, December 31, 2014

For me, 2014 is ...

Ternyata, setelah menikah dan pindah rumah, saya jadi jaraaaaang sekali blogging. huks. Pasti kalian semua kangen yaahh melihat2 tulisan saya *GR! timpuk ajah pake telor*

Banyak banget sebenernya yang saya mau cerita. Banyak! Banget! Tapi berhubung ini penghujung tahun, mainstreamly (bahasa apa ini?!) saya dedikasikan tulisan ini untuk menengok sejenak dan merenung tentang 2014.

Kalau saya mendefinisikan 2014 dalam 1 kata, kata yang tepat adalah: full-booked!
Mulai dari jalan-jalan, urusan pernikahan, urusan kantor, bebersih rumah, dan kemacetan. Kemacetan saya masukkan dalam agenda tahun 2014, karena somehow kemacetan telah makan (sebentar saya hitung) 32 hari dalam hidup saya (dengan asumsi saya 3 jam di jalan setiap hari dan ada 256 hari kerja dalam 1 tahun). BAYANGKAN! Jakarta oh Cibubur *lho!

Jalan-jalan 2014.
Saya senang dan bersyukur sama Tuhan karena tahun ini menjadi tahun dengan jalan-jalan terbanyak kedua (yang pertama adalah 2012 hehe) dalam hidup saya. Countless bolak-balik Bandung untuk menghadiri pernikahan teman saya, Jogjakarga The Bachelor trip, Bali The Honeymoon, dan ditutup dengan Hongkong training trip. Dan saya bersyukur pula karena saya masih diberi keselamatan (mengingat makin banyaknya kecelakaan pesawat udara akhir2 ini *deep condolences*)

Bandung is my second most favorite domestic destination
Karena Bandung adalah kota kenangan (cah elaahh) buat saya dan MT. Bukan, bukan dalam hal cheesey seperti: pacaran dimana. Tapi kenangan soal makanan!! hehe Kami berdua ini foodie banget. Jadi tiap ke Bandung pasti mengulang2 tempat yang dulu sering kami makan (instead of nyobain cafe2 baru yang lg booming bgt di Bandung) So, siapa lagi yang akan merit di Banding di 2015?? Jangan lupa undang saya yah!! :)

Jogjakarta with besties
Ini udah pernah diceritain lengkap ah! hehe. Can't wait for the next "bachelor" trip with the girls in 2015!

Bali, the most favorite domestic destination!
Kebetulan pas honeymoon kemarin adalah shoulder season (begitu mereka menyebutnya untuk penghujung peak-season) jadi Bali saat itu: SEPI! Saya suka Bali yang sepi. Bali yang tidak begitu macet! hehe. Saya tidak menyesal me-replace NZ dengan Bali (tapi semoga nanti tetep bisa pergi ke NZ!! AMIN!!) Bali punya banyak makanan otentik dari berbagai belahan dunia, DAN tentunya nasi bab* guling terenak hanya ditemukan di BALI. Makanya Bali jadi destinasi liburan domestik yang paling saya sukai hehe.

Hongkong, finally.
Nggak banyak cerita ttg HK. Seminggu training cuma diwarnai dengan sedikit jalan-jalan, liat demo, dan makan bab* (tetep yah babss)

Pindah rumah
Sudah menjadi tekad saya dan MT untuk hidup mandiri setelah kami menikah. MT sudah menyiapkan rumah untuk kita berdua, di cibubur. Banyak orang yang have no-idea berapa jauhnya cibubur dari jakarta, khususnya Sudirman. JAUH deh pokoknya, kaya jalanan mau ke puncak! hehe. Hal ini juga terjadi sama saya sebelum saya benar-benar tinggal disini. Tapi sejauh2jauhnya Sudirman - Cibubur, bisa ditempuh dengan waktu yang sama dengan Sudirman-Joglo (rumah saya sebelum ini). Bayangkan! Jakarta oh Jakarta! Dan dengan average pemakaian bensin 1:12 (vs. 1:8 kalo ke Joglo) hehe. Jadi, sofar, not bad-lah tinggal di Cibubur, karena nggak ada lampu merah yang menghambat. Dari semanggi, masuk tol, langsung terus ke tol jagorawi dan keluar sudah didepan perumahan. hihi. Hanya saja, kalau liburan, jadi malas ke mana-mana, khususnya ke Jakarta karena: tolnya mahal, bensinnya mahal, dan "masa tiap hari ke jakarta?!" hehe.

Culture shock
Pindah rumah + Mandiri = culture shock.
Saya memang bukan anak manja yang apa-apa dilayani, tapi at least kebutuhan dasar saya memang dilayani (sandang, pangan, papan) Pakaian saya dirumah dicuci dan disetrika oleh pembantu. Makanan selalu siap di meja oleh mama. Rumah selalu disapu dan di pel sama pembantu. Saya? tinggal bangun, mandi, makan, berangkat kantor, pulang, mandi, makan, main-main, tidur. Berbeda sekali dengan di rumah sendiri (cibubur). Sandang : Cuci sendiri (MT sih yang cuci hehe), gosok sendiri, beli sendiri (iyahlahh). Pangan: belanja sendiri, masak sendiri, cuci piring sendiri (dirumah papa dulu juga cuci piring sih). Papan: sapu-pel sendiri (MT sih yang ini hehe), cuci kamar mandi (MT lagi haha!), cuci mobil (MT lagi haha!), dan bener2in kebocoran (MT lagi haha!!) Kapan mau blogging?? kalau pulang kantor masih harus cuci piring, sapu, pel, gosok, dll!

But in the end, semua kembali lagi HARUS kami syukuri. Syukur bisa punya rumah sendiri. Syukur bisa nyicil mobil sendiri. Syukur masih bisa makan daging setiap hari walaupun masaknya capek. Masih banyak orang yang tidak punya rumah dan pulang-pergi kantor naik turun angkot. Jadi harus tetap bersyukur. Dan masih banyak juga orang yang rumahnya apartment high-end di sebelah kantor. Jadi harus tetap berusaha. hehe.

So, di penghujung 2014 ini saya mau mengucap syukur dan memanjatkan doa atas apa yang terjadi di 2014 dan akan terjadi di 2015. Tidak ada niatan spesifik di 2015, semoga semuanya yang terbaik berjalan di 2015 sesuai dengan kehendak Dia. Dan semoga Indonesia menjadi lebih baik lagi, khususnya di bidang transportasi (karena macet sudah menjadi masalah akut) AMIN!Dan semoga perdamaian dunia bisa tercipta. AMIN

I'm sure you guys have greater story in 2014 than mine. Be happy and be blessed! Happy year-end!
Dan buat yang masih di kantor: Pulang buruan! hehe *peace!!

Ciao!

Monday, December 22, 2014

Selamat hari Ibu, mama!

Melengkapi posting selamat hari ayah kemarin, kali ini saya mau posting ttg hari ibu..khusus buat mama saya yang paling bawel, paling enak masakannya, paling bisa marahain saya, paling baik seduniaa! :D

*posting sambil dengerin lagibya Bunda by Melly G. dan dengerin topiknya JakFM*

Yes, I'm daddy's lil' girl but I'm also mommy's best friend! :)

Mama saya selalu bilang: kalau punya anak kalo bisa cewe duluan, biar kalau sudah besar bisa dijadiin temen curhat haha pasti dia bersyukur bgt yah punya anak cewe ky saya yg bisa di curhatin hihihi

Kalau ditanya, cerita apa sih yang paling saya inget sama mama.. Jawabannya sih cerita yang simple bgt.. Bukan berarti saya nggak punya banyak pengalaman up side down bareng mama.. Tp saking banyaknya, jadi susah diceritain semua hehe

Jadi waktu itu saya kuliah di bandung. Pulang pergi bandung selalu pakai travel (maklum belum punya pacar yang bersedia ditebengin jakarta-bandung waktu itu).. Then, saat saya pulang naik travel dengan keadaan baterai HP mati total, ternyata travelnya sampai 1 jam lebih awal dari jam perkiraan.. 

Saya tadinya pasrah ajah, karena mama pasti jemputnya 1 jam kemudian di tmpt travel.. Tapi ternyata.. Saat travelnya menepi, sudah ada mobilnya mama saya lho disana :) 

Pas saya tanya, kok mama bisa nebak travel nya sampai 1 jam lebih awal? Jawaban mama, feeling ajah.. Haha

Karena cerita simple itu, saya jadi percaya hubungan bathin ibu dan anak itu beneran ada lho! :) 

Bondi beach November12 

Akhir2 ini mama saya selalu menceritakan ke saya soal tetangganya dia atau kenalan dia yang sudah tua dan terlantar karena ank2nya nggak peduli sama mereka.. Mungkin begitu yah rasanya orang tua kalau semua anaknya sudah menikah dan tinggal diluar rumah.. Tapi tenang ajah ma, saya bukan kacang lupa kulit yang akan menelantarkan orang tua kok :) 

Sekali lagi, selamat hari Ibu, mamaku sayaang!! 

Jangan lupa yah buatin kepiting teloorr buat anak kesayanganmu ini : D

Belezza, october 2010