Saturday, August 1, 2015

Hysterosalpingography - HSG

Ada yang bisa baca kata diatas dalam sekali sebut dan tanpa kesalahan? Let me know yah kalo ada dan kamu bukan dari medical school hehe.
Mama saya selalu bilang kalau saya orangnya tidak teliti dalam membaca dan menulis. Ternyata, setelah besar saya tau kenapa. Karena otak saya bekerja dengan membaca 1-3 huruf pertama dan terakhir. Seperti kata2 di atas, saya akan baca "Hystero or hysti something something lah.." Ternyata dari kecil otak malas ini sudah menjadi tanda lahir. :) 

Anyhow. Saya nggak akan membuat posting mengenai cara membaca dan cara otak saya bekerja. Sesuai judulnya, saya akan bahas mengenai HSG. :D

Life after marriage. 
Months after married, saya selalu dihujani dengan pertanyaan apakah saya sudah "isi". Kalau kata salah satu teman saya, itu merupakan siklus hidup manusia, ditanya tiada habisnya. Kita harus step out dan mengabaikan seluruh komentar orang, dan biarkan diri sendiri yang membuat keputusan.

Bulan-bulan awal, saya memang sepakat dengan diri saya sendiri (krn MT nggak setuju) untuk menjaga dahulu. Karena saya harus menempuh perjalanan cukup jauh menggunakan pesawat. Kemudian, sejak awal 2015, kami akhirnya sepakat untuk TTC (try to conceive). 

Dengan berjalannya waktu, orang2 semakin banyak yang bertanya apakah saya sudah isi. Terus terang saya adalah orang yang menerima dan mencerna "opini publik" dan "apa kata orang". Tanpa disadari, pertanyaan2 itu telah membuat saya jenuh. 

Setelah sekian bulan berusaha, namun belum menghasilkan, maka kami memutuskan untuk mulai pemeriksaan ke dokter obgyn. Keputusan ini diambil, terutama karena saya tidak mau "terlambat" bertindak, jika (amit2) ternyata ada sesuatu yang berbeda yang menghambat pembuahan. Kembali lagi, banyak opini yang menganggap saya terlalu terburu2. Belum 1 tahun menikah, harusnya sabar saja. Untuk apa ke dokter dst. Saya, sempat fed up, tapi akhirnya saya menutup telinga atas komentar2 semacam itu. Saya mulai bisa menerima nasihat teman saya untuk step out dan ignore semuanya.

Setelah bertanya ke beberpa rujukan, akhirnya saya putuskan untuk berkonsultasi dengan dokter Yani Toehgiono di RS PIK. For the record, dr. Yani adalah dokter yang membantu om dan tante saya setelah 6 tahun berusaha memiliki anak. Dan dia sudah sangat berpengalaman. Berbekal referensi ini, akhirnya kami pergi kesana. 

Intermezzo, sebelum kunjungan dr. yani, saya mendengar beberapa kasus "pasangan muda" yang nampaknya lagi marak (apasih). Salah satunya adalah PCOS. Singkatnya, PCOS adalah sel telur yang tidak matang dan tidak bisa dilakukan pembuahan. Penyebabnya banyak: genetik, hormon, makanan, dll.

Nah, dihantui dengan penyakit PCOS tersebut, kami akhirnya melakukan sesi pertama ke dr. Yani. Kunjungan pertama dr. Yani langsung menyuruh USG. USG yang ada di pikiran saya adalah usg melalui perut yang dikasih cairan dingin2 empuk. Hehe. Ternyata saya disuruh buka celana, tiduran, dan membuka dan menekuk kaki *shock* ternyata dr. Yani melakukan transvaginal ulatrasound. Usg yang dimasukan melalui vagina. Anyhow, beliau menyatakan "kok ini telurnya kecil yah.." 

Mendengar pernyataan itu, dikombinasikan dengan bayangan penyakit PCOs, kepercayaan diri sayapun runtuh. Padahal dokternya nggak bilang apa2 ttg pcos. Dia hanya memberikan obat subur yg dimakan saat mentruasi. Tapi, namanya jaman sekarang segala informasi sudah canggih, padahal nggak tau benar atau salah. Akhirnya saya menangis bombay ala2 drama sinetron pas jalan pulang haha!! 

Kunjungan kedua ke dokter, ternyata hasilnya bagus semua. Tinggal menunggu pembuahan. MT pun diberikan vitamin penguat sperm oleh dokter. Dan kami diberi jadwal untuk "bikin PR" *malu* haha!

Akhirnya dokter berpesan, kalau bulan ini gagal, bulan depan HSG yah. Nahloh! Makhluk apaan ituu.. 

Ternyata Tuhan berkehendak lain. Saya gagal bulan itu. Dokter suspected karena saya terserang demam saat masa subur. Huhu. Tapi tetap dia menyarankan HSG. 

HSG adalah:
  1. Hysterosalpingography (HSG) is a radiologic procedure to investigate the shape of the uterine cavity and the shape and patency of the fallopian tubes. It entails the injection of a radio-opaque material into the cervical canal and usually fluoroscopy with image intensification.
(Sumber: wikipedia) 

HSG dalam bahasa yang lebih sederhana adalah: pengecekan tuba falopi dengan menggunakan teknologi radiologi. 

Caranya? 
Kalo baca pasti horor sihh.. Intinya adalah menyemprotkan cairan antibiotik ke dalam kandungan untuk mengecek apakah ada penyempitan, perlengketan, atau gangguan lain pada rahim dan saluran tuba falopi. Karena itu, sebelum HSG, kita tidak boleh berhubungan. Dan harus menandatangani pernyataan "tidak hamil"

Setelah disemprot, perutnya nanti di foto rongent. Dan hasilnya dikasih lagi ke dokter. 

Hasil HSG saya?
Hasilnya: bau asap. Kenapa? Karena seperti membakar uang 900ribu di api unggun. Hasilnya normal semua. Beberpaa orang sudah bilang ke saya. Ciri2 orang memiliki gangguan tuba falopi adalah sakit yang berlebihan saat datang bulan. (Note: jangan percaya langsung dengan tulisan saya, ada baiknya pembaca melakukan research dan bertanya lebih lanjut ke dokter masing2) 

Perasaan saat di meja foto rontgent: horror! Karena melihat alat2nya. Perasaan saat HSG: ternyata tidak sakit, hanya tidak nyaman mendengar sesuatu masuk ke rahim melalui si miss V. Perasaan setelah HSG: seperti orang masuk angin dan kepingin boker. Dan penyakit perut ini berlangsung semalaman :( 
Perasaan waktu liat foto hasil HSG: buseeeettt daahh kek ada alat sepanjang 15 cm masuk ke rahim eikeee *horrooorrr* 

Ok, nampaknya saya telah memperhoror seluruh cerita ini. Haha

Hasil research baru2 ini mengatakan HSG meningkatkan kesuburan sampai 30% dalam 3 bulan pertama. Kenapa? As simple as krn setelah "ditiup" cairan HSG, saluran tuba falopi menjadi lebih "lengang". Haha. Dan sekarang sudah berjalan 2 bulan dengan hasil masih nihil hehe. 

Saya sih nggak berharap hasil research nya tepat, secara research nya pakai google docotr haha. Tapi ttp saja ada secuil porsi otak saya yg berharap2 cemas Haha.

Ok, mohon doa nya yahh readers! Ciao!
Buat readers yang juga lagi dalam proses TTC, smoga membantu memberi info yahh posting kali ini hehe. Good luck!


2 comments:

Stefany Andreas said...

Hai salam kenal,
Sebelumnya thanks buat infonya..
Aku rencana mau konsul ke dr. Yani..tapi mau tahu lebih banyak nih soal beliau. Pelayanannya bagus ga ya? Bebas tanya2 ga?

Anastasia Windy said...

Hi Stefany,
kalo mau tau lebih lanjut, bisa japri ke aku yah.. a.windy.i@gmail.com :)